Archive for September 2009


Al Baari’u

September 28th, 2009 — 9:33pm

Poem of Mr. Suratman Markasan – A Guest of Amran dan Hussien

1

Allah Maha Pencipta Allah Maha Penata
bermula dari tiada menjadi ada
manusia tidak jadi dari Nur Muhammad
itu tidak benar sama sekali
jika engkau hidup dalam zaman Khalifah Ali
pastilah engkau akan diusir atau dibakar

Allah Al Baari’u Allah Maha Penata
Allah mencipta Adam dari tanah
maka itu iblis tidak mahu menyembah Adam
kerana dirinya dijadikan daripada api
menyangka dirinya lebih mulia daripada Adam
tapi Adam yang dianggap hina lebih pintar daripada iblis

Tentunya engkau sedar dan tahu
akhirnya iblis yang angkuh diusir-Nya
tapi si angkuh berjanji kepada-Nya
tidak akan banyak manusia yang menyebelahi-Nya
si angkuh berjaya menggoda manusia pertama
memakan buah kholdi larangan-Nya!

2

Adam dan Hawa diampuni Allah
lalu mereka menjadi khalifah di bumi
dan benar janji iblis-syaitan kepada-Nya
angkara sumpah nestanya kepada Yang Esa
keturunan Adam-Hawa akan tertipu tergoda
yang halal menjadi haram
yang haram menjadi halal
meminum khemar yang merosakkan menjadi kesukaannya
memakan wang bunga yang berlebihan sangat disenanginya
membunuh mereka yang tidak sejalan
menghancurkan bumi tidak terkira lagi
sehingga bongkah airbatu di utara di selatan menjadi cair
dan akibatnya ada bumi yang akan tenggalam nanti

Iblis-syaitan terus bertungkus-lumus
manusia yang dikirimi nabi-nabi
sebagai penasihat dan pesuruh Allah
tidak diikuti malah dimusuhinya
mereka menzalimi dirinya sendiri
lalu mereka mengikuti nafsu yang dikawal iblis-syaitan
Allah As-Sabuur Allah Maha Sabar
Allah menurunkan nabi Muhammad pesuruh terakhir-Nya
diiringi al-Quran kitab yang dilindungi-Nya
yang tidak bisa diubah manusia seperti yang berlaku sebelumnya
Allah menasihati Muhammad jangan bersedih
jika Dia mahu manusia seluruhnya menjadi Islam pasti akan berlaku!

kerana semuanya itu adalah sebahagian daripada dzat-Nya yang kecil!

3

Manusia yang dirong-rong syaitan-iblis
tidak mempelajari dari sejarah yang ditunjukkan-Nya
kaum nabi Noh yang mengikuti nasihatnya selamat daripada bah
kaum nabi Musa yang mengikutinya selamat daripada Fir’un
akan tetapi dalam perjalanan masa
manusia tetap angkuh menolak Al-Quran
memperlekeh nabi Muhammad Pesuruh-Nya!

Berjuta tahun sudah berlalu
bulan terus mengelilingi bumi
bumi mengelilingi matahari
dan matahari mengeliling planet lainnya
masing-masing bergerak dengan santun di pasaknya
tidak pernah terjadi tabrakan antara satu dengan lainnya
itulah Allah Al-Baari’u Yang Maha Penata dengan plan induk-Nya

Tidak tahukah engkau?

bayi-bayi penyu laut yang kecil mungil
akan keluar berbondong-bondong pada malam hari
menuju ke pantai ketika bahaya tidak muncul
dalam proses waktu dengan tidak berbekal kompas pandu
antara 20 hingga 25 tahun kemudiannya
penyu-penyu itu kembali ke tempat asal lahirnya
setelah mengharungi samudera kira-kira 8000 kilomater 1)

Itulah tandanya kekuasaan Allah Al Baari’u
‘Dan pada penciptaan Kamu dan pada
haiwan-haiwan melata yang berterbangan
terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi kaum yang berakal’ 2)

tutuplah matamu pakailah mata-hatimu
lalu kamu akan mengenal sungguh-sungguh
Allah Al-Baari’u Yang Maha Penata!

Kamar IPA
17 Ramadhan 1430
7 September 2009

1) Maurice Burton ‘Reptiles’: Encyclopaedia of Animaals (CBPC) Publishing Ltd., hal.120
2) Surah Al Jaatsiyah: ayat 4

Comment » | poetry

SELAMAT HARIRAYA AIDILFITRI 1430

September 28th, 2009 — 9:26pm

Poem of Mr. Suratman Markasan – A Guest of Amran dan Hussien

Hari-hari penuh rahmat akan berlalu pasti
si kakek sedar diri bersedih diri
terkenang apakah amalnya diterima Ilahi
setiap menjelang subuh sedu-sedan menyendiri

Si kakek terketar sendiri di kamar kaku
dari tiap penjuru dzat-Nya melirik begitu
ketakutannya menjadi tinggi tak menentu
terkenang anak-anak yang belum mengenal ilmu

Apakah engkau wahai temanku
tidak menangisi bulan suci yang pasti pergi
daun-daun hari akan terus gugur tentu
tak mungkin kita bisa menahan khudrat Ilahi

Kita hampir tiba di garis penamat pencarian kita
mungkin kita tersilap langkah tersalah kata
sama-samalah kita memberi maaf dengan rela
semoga Tuhan mengampuni kekurangan ilmu kita

Suratman Markasan
Halimah Madon
Muhammad Hidayat Suratman

1 Syawal 1430
20 September 2009

Comment » | poetry

Al Khaaliq

September 28th, 2009 — 9:24pm

Poem of Mr. Suratman Markasan – A Guest of Amran dan Hussien

Dialah Al Khaaliq yang mencipta segala-galanya
bermula planet-planet besar dan kecil
dan tiap satunya berputar di atas paksi dengan santunnya
kemudian Adam Hawa dan keturunannya
lalu segala isi bumi lautan langit dan penghuninya
termasuk ruang dan masa juga
semuanya diatur-tetapkan pergerakannya
tiada siapa yang tahu melainkan Al Khaaliq Maha Pencipta
tika tiba saat luput masanya
kembalilah semua tiada kecuali mengadap hisab-Nya!

Tidakkah engkau berfikir ketika berbaring dan duduk
bagaimana bulan mengelilingi bumi
lalu bumi mengelilingi mentari
dan mentari mengelilingi berjuta pelanet lainnya
semuanya santun bergerak di atas pasaknya
sehingga tidak terbentur antara satu dengan lainnya
tapi mengapa mobil dan kenderaan lainnya di bumi
yang dipandu manusia sesekali bisa tabrakan
lokomotif atau bulet-train yang dilengkapi monitir tercanggih
bisa tabrakan juga di mana-mana negara teknologi canggih?

Selidiklah tentang dirimu juga
bagaimana otakmu berfungsi setiap detik
pancainderamu santun bergerak
tanganmu yang memegang makanan tidak menyumbatnya ke telinga
tika menyetir mobil bukan kedua kakimu yang memegang alatnya
tika telfon berbunyi tidak kau letakkan di kepalamu
tika bergerak ke mana-mana tidak kau gunuakan dua belah tanganmu
kerana di dalam otakmu ada dzat-Nya
yang mengurus mengatur gerak-geri jasmanimu
demikianlah di tiap cekerwala itu pun ada dzat-Nya
itulah Allah Al Aliim yang Maha Bijaksana
itulah Allah Al Baari’ yang Maha Penata

Bertanyakah engkau di benakmu
bagaimana kekuasaan yang ada pada-Nya
biarpun adik-beradik kembar itu
sulit untuk dibedakan wajahnya
tidakkah kau selidiki
cap di jarinya tetap berbeda
bahkan setiap manusia yang dicipta-Nya
cap jarinya tetap berbeda!
tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain
itulah Allah Maha Bijaksana!
itulah Allah Maha Penata!
Tapi malangnya mereka menidakkan-Nya!

Woodlands Avenue One
3 Jamadialakhir 1430
28 Mei 2009

Comment » | poetry

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept III

September 28th, 2009 — 12:00am

All the above systems are administered without any form of human intervention. Eventhough they may seem complex and complicate but it is nothing to God All-Wisest. If the outer space with its planetary systems, milky ways and others can be administered by God without much ado, it goes without saying administering mankind is nothing at all to Him. If God does not allow all his other creations a role to play in His Divine Plan, what make mankind thinks that He will let them have freewill or freehand to vary His Divine Plan. Bear in mind, even the thoughts which came to us are His makings. To this end, whatsoever our actions (visible or not, tangible or not) represented the thought(s) streaming down from His Divine Plan. Hence Allah had commanded to the effect:

 

Does Man think that he will be left uncontrolled?[90]

 

What! Are ye the more difficult to create or the heaven (above)?[91]

 

By the Soul, and the proportion and order given to it.[92]

 

They said: “What affair is this of ours?” Say thou: “Indeed, this affair is wholly Allah’s.” [93]

 

Not for thee, (but for Allah), is the decision. [94]

 

To Allah belongs all that is in the heavens and on earth; to Him do all questions go back (for decision).[95]

 

What we see before us now is, in reality, the translation of the blue print in the Divine Plan and the blue prints changed from time to time. Thus we do not have computers or airplanes during Prophet Adam’s time but today we have these. Surely, there will be more in the future which is now beyond our human comprehension. This further fortified by the scientists’ finding that we have only used ten percent (10%) of our Brain (mental) capacity.

 

And if all the trees on earth were pens and the Ocean (were ink), with seven Oceans behind it to add to its (supply), yet would not the Words of Allah be exhausted (in the writing): for Allah is Exalted in power, full of Wisdom.[96]

In future we may even be celebrating our children birthdays in the earth-likes planets in the outer space and space will be a busy “trodden” highways. As Allah had commanded to the effect:

By the Sky with (its) numerous Paths.[97]

We may scoff at the above suggestion but remember even our great-great ancestors in the 1900 will laugh at the suggestion that man will reach the moon. In fact many verses in Al Quran pinpointed at many sciences which were lately discovered or need further investigation.

There is, in their stories, instruction for men endued with understanding. It is not a tale invented, but a confirmation of what went before it, a detailed exposition of all things, and a Guide and a Mercy to any such as believe.[98]

 

And We have indeed made the Quran easy to understand and remember.[99]

 

Examples of some of these:

1.               The verse on the birth of Prophet Jesus:

She (Mariam) said: “O my Lord! how shall I have a son when no man hath touched me?” He said: “Even so: Allah createth what He willeth: when He hath decreed a Plan, He but saith to it, `Be’, and it is!

 

From the reading of the above verse, the evidence of cloning stares right in our face and only lately we knew about cloning but this was already in the pipeline of His Divine Plan.

2.              Human beings became apes:

When in their insolence they transgressed (all) prohibitions, We said to them: “Be ye apes, despised and rejected.” [100]

The above verse is evidence of Mutant which is now thought of by our Scientists in their Hybrid Embryonic experiment. Perhaps this may explain too “Darwin’s Theory”.

3.              Dividing the sea:

Then We told Musa by inspiration: “Strike the sea with thy rod.” So it divided, and each separate part became like the huge, firm mass of a mountain.

 

This technology has now been developed by mankind for construction works in the seas or rivers.

4.              Division of drinkable and salt water:

He has let free the two bodies of flowing water, meeting together: Between them is a Barrier which they do not transgress. [101]

Mankind can now conserve drinkable water at estuaries by building reservoirs or dams thereat knowing fully well that there is an invisible partition which prevents drinkable water becoming salty water.

Because God is All-Wisest, His Divine Plan could not have any error at all. Everything has been recorded in the Divine Plan and nothing is amiss. Allah had commanded to the effect:

Nor is hidden from the Lord (so much as) the weight of an atom on the earth or in heaven. And not the least and not the greatest of these things but are recorded in a clear Record. [102]

 

Nothing have We omitted from the Book, and they (all) shall be gathered to their Lord in the end. [103]

No change wilt thou find in the practice (approved) of Allah[104]

Nor any event can take place without His approval. To say otherwise means we can do thing with or without His approval. Allah had commanded to the effect:

No kind of calamity can occur, except by the leave of Allah.[105]

To say that we have freewill is to imply that the Divine Plan is incomplete, God is not the All-Wisest and we can override or change His Plan at our whim and fancy. Allah had commanded to the effect:

Ah! Woe be to you for the (false) things ye ascribe (to Us). [106]

To those who subscribed to the concept that there is freewill, they will refer to the commandment of Allah in the following verses in the Quran to fortify their contentions:

Verily never will Allah change the condition of a people until they change it themselves[107]

 

Whatever misfortune happens to you, is because of the things your hands have wrought[108]

 

The understanding of this verse differentiates between the Enlightened and the Unenlightened. For the Enlightened they perceived the successful and the unsuccessful or the fortunate or the unfortunate are but the infinitesimal Essence. They accept that the infinitesimal Essence acted in accordance with the Divine Plan. Whereas the Unenlightened look upon these verses as the right of freewill and that they can change the Divine Plan. Allah had commanded to the effect:

Those who give partners (to Allah) will say: “If Allah had wished, we should not have given partners to Him, nor would our fathers: nor should we have had any taboos.” So did their ancestors argue falsely, until they tasted of Our wrath. Say: “Have ye any (certain) knowledge? If so, produce it before us. Ye follow nothing but conjecture: ye do nothing but lie.” [109]

 

Says, “Are those equal, those who know and those who do not know? [110]

 

The blind and the seeing are not alike; Nor are the depths of Darkness and the Light; Nor are alike those that are living and those that are dead. [111]

 

They all have a heart but they chose not to use it to understand Allah’s words. [112]

Their hearts are sealed and so they understand not.[113]

 

Thou was heedless of this, now have We removed thy veil, and sharp is thy sight this Day![114]

 

Accepting predestination does not mean that we are to fold our arms and do nothing. So, if we are hungry eat; if there is a fire put it out and if sick visit the doctor. What it really boils down to is to live our life as per normal. We may note the life of Prophet Abraham; after his duty of Prophethood was over he led a normal life as any ordinary person so much so he could not even recognise his visitors were the Angels.

There came Our Messengers to Ibrahim with glad tidings. They said, “Peace! “he answered, “Peace!” and hastened to entertain them with a roasted calf. But when he saw their hands went not towards the (meal), he felt some mistrust of them, and conceived a fear of them. They said: “Fear not: we have been sent against the people of Lut.”[115]

 

We are to carry on our life as per normal and this is what is asked of us. As Prophet Muhammad (pbuh) had said when asked by a Companion as to whether we should just wait for predestination rather then pre-empting it:

Live accordingly rather than waiting for predestination to happen.[116]

 

Live accordingly as each of you will live in accordance with your predestination. If it is predestined that he does good then shall it be and vice versa.[117]

 

Even our fate was hung over our neck when we born. On Judgment day we shall read our aforesaid fate.

 

Every man’s fate We have fastened on his own neck: on the Day of Judgment We shall bring out for him a scroll, which he will see spread open. (It will be said to him:) “Read thine (own) record; sufficient is thy soul this day to make out an account against thee.”[118]

The day when we were born our destiny as to whether we are heavens’ or hells’ dwellers had already been decided. Prophet Muhammad (pbuh) had said to the effect:

Each and everyone of you or all mankind, God has decided your fate as to whether you are heavens’ or hells’ dwellers and He even has predestined your life whether it is a happy or a miserable one. [119]

 

Not only our fate had been decided but also the path of our destiny as well as its final destination had already been laid down for us to tread. Prophet Muhammad (pbuh) had said to the effect:

The path to our final destiny has already been made easy for us to tread.[120]

 

To reject predestination means we are faithless and that our place in the hereafter shall be in hells. Prophet Muhammad (pbuh) had said to the effect:

Until he accepts predestination, a person is faithless and even he donated gold as high as Mount Uhud, his aforesaid deed is rejected. [121]

Let it be known that you cannot escape from a mishap once it became your destiny and no mishap will befall you if it is not your destiny. Should your belief contradict this, your place will be in hell. [122]

 

We must not even imagine that if we do thing in a certain way, we can sidestep our destiny. Prophet Muhammad (pbuh) had said to the effect:

Never say that if I do this or that way it would circumvent the event which had just occurred but do say that this is predestination; to do otherwise will invite Satan to lead us astray. [123]

The predicament that we are in (accepting fully Predestination) is our own making. God had made an offer to all His creations if any would want to be His Vicegerent and all rejected it except mankind. We accepted the offer with our eyes open. As such, a trust is created between us and God and as His Vicegerent cum Trustees we are to dutifully accept and implement His Divine Plan which includes Predestination without much ado.

 

Behold, thy Lord said to the Angels: “I will create a Vicegerent on earth.” [124]

 

We did indeed offer the Trust to the Heavens and the Earth and the Mountains; but they refused to undertake it, being afraid thereof: but man undertook it; – he was indeed unjust and foolish.[125]

 

Is it not His to create and to govern?[126]

 

Being in His Trustees we are accountable for all our actions. A Companion asked Prophet Muhammad (pbuh) is he also accountable to God when what he has in possession is just a date and a cup of (drinking) water. The Holy Prophet answered in affirmative. [127]

 

Then, shall ye be questioned that Day about the joy (ye indulged in!)[128]

Continue reading »

Comment » | gnosticism

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz VI

September 28th, 2009 — 12:00am

Bagi mereka yang buta (tidak bermakrifatullah) firman-firman Allah swt  seperti berikut membawa masalah:

Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri: Ar Ra’d (13):11

Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan: Al Balad (90):10

Dan apa juga musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan tanganmu sendiri : Asy Syura (42):30

Mereka mentafsirkan bahawa ayat-ayat ini menunjukkan Loh Mahfuz  tidak sempurna, tidak lengkap, boleh diubahsuai, kita ada hak memilih, kita boleh ubah pelan induk Allah swt dengan pelan kita sendiri, ada yang Allah swt tidak tahu dan ada yang kita tahu tetapi Allah swt tidak tahu. Dengan itu mereka merubahkan rukun Iman ke enam iaitu yang baik dan jahat daripada Allah swt kepada yang baik daripada Allah swt dan yang jahat daripada mereka sendiri. Kerana itulah, Allah ada berfirman yang bermaksud:

Dan mereka berkata, “Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak berpengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka. Az Zukhruf (43):20; Al Anaam (6):148.

Katakanlah (wahai Muhammad): Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi Allah. Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)? An Nisa (4):78.

Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perbandingan apa sahaja, (seperti) nyamuk hingga ke suatu yang lebih daripadanya, iaitu kalau orang-orang yang beriman maka mereka akan mengetahui bahawa perbandingan itu benar dari Tuhan mereka dan kalau orang-orang kafir pula maka mereka akan berkata: Apakah maksud Allah membuat perbandingan dengan benda ini? (Jawabnya): Tuhan akan menjadikan ramai orang sesat dengan sebab perbandingan itu dan akan menjadikan ramai orang mendapat petunjuk dengan sebabnya dan Tuhan tidak akan menjadikan sesat dengan sebab perbandingan itu melainkan orang-orang yang fasik. Al Baqarah (2):26

Dan misal-misal perbandingan yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia, dan hanya orang-orang yang berilmu yang dapat memahaminya.
Al Ankabut (29):43

Bandingan dua golongan itu samalah seperti orang yang buta serta pekak, dengan orang yang celik serta mendengar; kedua-dua golongan itu tidaklah sama keadaannya. (Setelah kamu mengetahui yang demikian) maka tidakkah kamu mahu mengambil peringatan dan insaf? Hud (11):24

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?: Al Anaam (6):122.

Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya: Al Hajj (22):74.

Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahawa kalaulah Allah menghendaki tentulah Dia memberi petunjuk kepada umat manusia seluruhnya. Ar Ra’d (13):31.

Kerana mereka belum mengenal Allah dengan sebenar-benarnya dan dengan itu mereka masih belum dapat menerima qadha dan qadar dengan sepenuhnya serta masih mempersoalkannya. Mereka lupa kepada firman Allah swt yang bermaksud:

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya. Al Anbiyaa (21):23.

Nabi Isa (as) ada bersabda:

Kenapa” adalah pintu ke neraka: Gospel of Barnabas, 114 (?).

Bukan sahaja mereka mempertikaikan qadha dan qadar, mereka juga menuduh Allah swt tidak bersikap adil kerana takdir yang mereka tidak dapat merimanya. Allah swt berfirman yang bermaksud:

Dan kecelakaan bagimu  disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya): Al Anbiyaa (21):18.

Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan: Ash Shaaffaat (37):159; An Nahl (16):60.

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya (diberikan oleh mereka): Al Anaam (6):91.

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya (diberikan oleh mereka): Az Zumar (39):67.

Tanyakanlah (wahai Muhammad): Kepunyaan siapakah bumi ini dan segala yang ada padanya, kalau kamu mengetahui? Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.”

Katakanlah, “(Kalau demikian) maka dari jalan manakah kamu ditipu?” Al Mukminin (23):84.

Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya: Al Anfaal (8):51; Fushshilat (41):46; Al Hajj (22):10.

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah: An Nisa (4):41.

Kamu tidak akan dianiaya sedikitpun: An Nisa (4):77.

Bagi mereka yang sudah benar-benar mengenal Allah swt, matahati mereka jelas melihat segala yang terzahir (termasuk ruang dan masa) adalah sebenar penzahiran DzatNya dan sesudah itu DzatNya tersembunyi di sebalik penzahiranNya dan menjadi batin penzahiran itu. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam: Qaaf (50):22.

Dialah Yang Zahir serta Yang Batin: Al Hadid (57):3

Matahati mereka tidak terhijab dan melihat dengan jelas bahawa DzatNya yang sebenarnya wujud dan yang juga beraksi. Mereka berkata:

Professor Muhammad Said Ramadhan Al Buti:

Segala hakikat di alam semesta yang kita lihat dan kita saksikan kesemuanya adalah limpahan daripada satu hakikat teragung iaitu hakikat Dzat Azza Wajalla. Sifat wujud ini tidak lain selain Dzat-Nya. Muhammad Said Ramadhan Al Buti, Keyakinan Hakiki, 67 (1996).

Syeikh Abdul Qadir Al Jilani:

Dzat yang menjadi sebab wujudnya segala sesuatu: Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, Al Fath Ar Rabanni, 45 (1996).

Imam Ghazali:

Kesimpulannya, bahawa tiada ada wujud ini selain sesuatu yang berdiri sendiri selain… dengan Dzat-Nya: Imam Ghazali, Ihya Ulumiddin Bk 7, 427 (1981).

Ibnu Qayyim:

Segala kesempurnaan, keagungan, kebesaran dan keagungan merupakan keharusan daripada Dzat-Nya dan mustahil jika tidak seperti itu: Terjemahan Tafsir Ibnu Qayyim, 220 (2000).

Murtadha Muthahhari:

Dengan kata lain, Dzat Allah swt ada di semua maujud dan meliputi semua maujud: Murtadha Muthahhari, Jejak-jejak Ruhani, 14 (1996).

Justeru itu, mereka sedar bahawa sebenarnya kita ini tidak wujud. Imam Ghazali berkata:

Orang yang mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya niscaya sudah pasti ia mengenal bahawa ia tiada mempunyai wujud bagi dirinya: Imam Ghazali, Ihya Ulumiddin Bk. 7, 427 (1981).

Memandangkan kesemua ciptaan (termasuk ruang dan masa) adalah daripada penzahiran DzatNya maka adalah benar bahawa kesemua ciptaan itu (termasuk ruang dan masa) adalah kepunyaan mutlak Allah swt. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu nafikan?: Ar-Rahman(55):13;16;18;21;23;25;28;30;32;34;36;38;40;42;45;47;49;51;53;55;57;59;61;63;65;67;69;71;73;75;77

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang mana kamu ragu-ragu?: An Najm (53):55.

Justeru itu mereka tahu keselamatan terletak di dalam diam dan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil… Al Baqarah (2):42; Al Anaam (6):82.

Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil: Al Qashash (28):55.

Dan aku (Muhammad) diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri: Az Zumar (39):12; An Anaam (6):14.

Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk dan kita disuruh agar menyerah diri kepada Tuhan semesta alam: Al Anaam (6):71;Al Anbiyaa (21):108; Al Hajj (22):34.

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan… An Nisa (4):125.

Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya: Al Baqarah (2):208.

Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar (iaitu) orang–orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami dikembalikan.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk: Al Baqarah (2):156.

Nabi Muhammad (saw) ada bersabda yang bermaksud:

Adakalanya seseorang mengucapkan sepatah kata yang menyebabkan ia tergelincir ke neraka sejauh jarak antara timur dan barat: Terjemahan Sahih Muslim Bk. 4, 1022 (1993).

Syeikh Abdul Qadir Al Jilani ada berkata:

Mereka ini tahu bahawa keselamatan terletak dalam “diam” dan berkhalwat. Kamu hendaklah bersopan santun, diam dan jangan banyak bercakap, bersabar, berserah dengan sukarela kepada Dia. Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, Pembukaan Kepada Yang Ghaib, 94, 96 (1990).

Comment » | gnosticism

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz V

September 21st, 2009 — 12:00am

Sehubungan dengan ini, DzatNya yang meliputi kesemua ciptaanNya memastikan kesemua lakaranNya yang tersirat di Loh Mahfuz pasti berlaku. Seperti juga taatnya tangan kita menyuapkan makanan ke mulut kita, tidak pernah terlepas. Justeru itu, Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Sesungguhnya rencana-Ku amatlah teguh: Al Araaf (7):183.

Kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah: Al Ahzab (33):62.

 

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah: Al Fath (48):23.

 

Adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku: Al Ahzab (33):38; Al Israa (17):77; Al Fat-h (48):23; Yunos (10):64; Al Mukmin (40):6; An Nisa (4):47; Al Ahzab (33):37.

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya:Al Anaam (6):134; Al Mukmin (40):55; Luqman (31):33.

Engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi “Sunnatullah” dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan “Sunnatullah” itu: Faathir (35):43

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya: Yasin(36):40.

LakaranNya di dalam Loh Mahfuz merangkumi beberapa masa. Contoh:

  1. Masa dahulu:

Dan Dia mengajar kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman, “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahawa sesungguhnya Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan yang kau sembunyikan.”: Al Baqarah (2):31-33.

 

ii)              Masa Kini:

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh: Hajj (22):27; Al Baqarah (2):125.

 

iii)               Masa Akan Datang:

Berkatalah orang-orang yang masuk (Neraka) kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.”: Al Araaf (7):38.

 

Kalau tidak kerana kesemua perkara sudah dilakarkan di dalam Loh Mahfuz mungkin kita semua sudah pun menerima bala yang besar memandangkan maksiat yang sangat berleluasa sekarang ini. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

 

Kalau tidaklah kerana sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah binasa: Asy Syuraa (42):14, 21; Al Anfaal (8):68; Yunus (10):19.

 

Seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka: Hud (11):110 ;Thaahaa (20):129.

Dan Aku memberi tempoh kepada mereka; sesungguhnya rancangan balasanKu amatlah teguh: Al A’raaf (7):183

Dengan sempurnanya Loh MahfuzNya, manusia tidak ada campur tangan langsung dalam pengurusan ciptaanNya termasuk dirinya.  Allah swt telah berfirman yang bermaksud:

 

Mereka berkata, “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campurtangan) dalam urusan ini?”Katakanlah, “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Tuhan.” : Ali Imran (3):154.

 

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu: Ali Imran (3):128

 

Dengan ini, kesemua aksi ataupun kelakonan ciptaan sebenarnya adalah aksi ataupun kelakonan DzatNya menuruti apa yang terlakar di dalam Loh Mahfuz walaupun dalam perkara ibadah. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

 

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, akan tetapi bukan  kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah yang melempar: Al Anfaal (8):17.

 

Allah akan menyiksa mereka dengan tangan-tanganmu: At Taubah (9):14.

Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami  angkut mereka di daratan dan di lautan: Al Israa (17):70.

 

Tidakkah kamu melihat Allah mengerak awan: An Nur (24):43.

Syeikh Abdul Qadir Al Jilani ada berkata:

 

Pada peringkat ini tidaklah nampak olehnya melainkan kerja atau perbuatan Allah dan tertanamlah dalam hatinya kepercayaan yang sebenar-benarnya tentang tauhid (Keesaan Allah).

 

Dengan lain perkataan, kamu adalah dalam takdir atau qadha dan qadar Allah semata-mata. Kamu dalam lautan takdir Allah dan ombak takdir itu melambung-lambungkan kamu ke sana sini: Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, Pembukaan Kepada Yang Ghaib, 149, 19,145 (1990).

Begitu juga kesemua yang ada termasuk diri kita adalah kepunyaan-Nya. Dengan ini, ciptaanlah yang tertaluk kepada Allah swt dan bukan sebaliknya. Di akhirat kelak kita dan bukan Dia yang akan ditanya. Malahan langit dan bumi pun tiada pilihan melainkan menyerah diri apabila dipanggil. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Kepunyaan Allahlah semua yang ada di langit dan di bumi: Ali Imran (3):109, 129; Al Baqarah (2):255; 284.

 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu nafikan?Ar Rahman(55):13;16;18;21;23;25;28;30;32;34;36;38;40;42;45;47;49;51;53;55;57;59;61;63;65;67;69;71;73;75;77

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang mana kamu ragu-ragu?: An Najm (53):55.

 

Manusia dan mahkluk itulah yang tertaluk kepada Allah dan Allah tidak tertaluk kepada mereka: Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, Pembukaan Kepada Yang Ghaib, 96.

 

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-nya dan mereka yang akan ditanya: Al Anbiya (21):23.

Datanglah kamu keduanya (langit dan bumi) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati.”: Fushshilat (41):11.

 

Namun begitu, Allah swt bukanlah satu karakter dalam Loh Mahfuz kerana Loh Mahfuz itu terjadi daripada sedikit DzatNya yang lebih kecil daripada sebutir pasir. Maha BesarNya Dia tidak ada apapun dapat memuatkanNya. Allah swt juga tidak dapat kita gambarkan, rupakan ataupun umpama dan tidak bertempat. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Allah Yang Maha Besar.: Ar Rad (13):9

 

Prof. Muhammad Ramadhan Al Buti ada menulis:

Jika… anda dapat menggambarkan Allah swt berada di tempat tersebut, ini bermakna daya penguasaan akal anda kepada segala sesuatu lebih besar daripada daya penguasaan Tuhan anda. Hal ini membuktikan tidak layaknya dia menjadi Tuhan kerana memiliki sifat serba kurang: Muhammad Said Ramadhan Al Buti, Keyakinan Hakiki, 121(1996)

Comment » | gnosticism

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept II

September 21st, 2009 — 12:00am

2.              Understand the Divine System

After achieving the Knowledge of God, he will begin to perceive the Divine systems in abundance before him. Some examples of such systems:

2.1              The Solar system

a.              The Sky

 

Allah is He Who raised the heavens without any pillars that ye can seeHe has subjected the sun and the moon (to His Law)! Each one runs (its course) for a term appointed.[38]

 

He Who created the seven heavens one above another: no want of proportion wilt thou see in the Creation of (Allah) Most Gracious. So turn thy vision again: seest thou any flaw? Again turn thy vision a second time: (thy) vision will come back to thee dull and discomfited, in a state worn out. And We have, (from of old), adorned the lowest heaven with Lamps.[39]

 

It is Allah Who sustains the heavens and the earth, lest they cease (to function): and if they should fail, there is none – not one – can sustain them thereafter: verily He is Most Forbearing, Oft-Forgiving.[40]

 

So verily I call to witness the Planets, that recede, Go straight, or hide; And the Night as it dissipates; And the Dawn as it breathes away the darkness.[41]

 

And the sun runs its course for a period determined for it; that is the decree of (Him), the Exalted in Might, the All-Knowing. And the Moon, We have measured for it mansions (to traverse) till it returns like the old (and withered) lower part of a date-stalk. It is not permitted to the Sun to catch up the Moon, nor can the Night outstrip the Day: each (just) swims along in (its own) orbit (according to law).[42]

 

By the stars (Men) guide themselves.[43]

 

 b.              The Earth

 

And it is He Who spread out the earth, and set thereon mountains standing firm, and (flowing) rivers[44]

 

And He has set up on the earth mountains standing firm, lest it should shake with you; and rivers and roads; that ye may guide yourselves.[45]

 

He Who has made for you the earth like a carpet spread out; has enabled you to go about therein by roads (and channels).[46]

 

And the earth, moreover, hath He extended (to a wide expanse); He draweth out therefrom its moisture and its pasture; And the mountains hath He firmly fixed; For use and convenience to you and your cattle.[47]

 

Seest thou not that Allah sends down rain from the sky? With it We then bring out produce of various colours. And in the mountains are tracts white and red, of various shades of colour, and black intense in hue.[48]

 

c.              Night and Day

 

Behold! In the creation of the heavens and the earth; in the alternation of the Night and the Day[49]

 

Its night doth He endow with darkness, and its splendour doth He bring out (with light).[50]

 

It is He Who created the Night and the Day, and the sun and the moon: all (the celestial bodies) swim along, each in its rounded course. [51]

 

Made the moon a light in their midst, and made the sun as a (Glorious) Lamp?[52]

 

That is because Allah merges Night into Day, and He merges Day into Night and verily it is Allah Who hears and sees (all things).[53]

 

And He it is Who makes the Night as a Robe for you, and Sleep as Repose, and makes the Day (as it were) a Resurrection.[54]

And made your sleep for rest, And made the night as a covering, And made the day as a means of subsistence?[55]

And He hath made subject to you the sun and the moon, both diligently pursuing their courses: and the Night and the Day hath He (also) made subject to you.[56]

 

d.              Time

 

It is He Who made the sun to be a shining glory and the moon to be a light (of beauty), and measured out stages for it; that ye might know the number of years and the count (of time). Nowise did Allah create this but in truth and righteousness. (Thus) doth He explain His Signs in detail, for those who understand? Verily, in the alternation of the Night and the Day, and in all that Allah hath created, in the heavens and the earth, are Signs for those who fear Him.[57]

 

The number of months in the sight of Allah is twelve (in a year), so ordained by Him the day He created the heavens and the earth; of them four are sacred: that is the straight usage.[58]

 

 e.              Shadow

 

Hast thou not turned thy vision to thy Lord? How He doth prolong the Shadow! If He willed, He could make it stationary! Then do We make the sun its guide; Then We draw it in towards Ourselves, a contraction by easy stages.[59]

Do they not look at Allah’s creation, (even) among (inanimate) things, how their (very) shadows turn round, from the right and the left, prostrating themselves to Allah, and that in the humblest manner?[60]

 

2.2              The rain:

In the rain which Allah sends down from the skies, and the life which He gives therewith to an earth that is dead.[61]

 

And do We not send down from the clouds water in abundance, That We may produce therewith corn and vegetables, And gardens of luxurious growth?[62]

 

He sends down rain from the sky and with it gives life to the earth after it is dead: verily in that are Signs for those who are wise.[63]

 

And He it is Who sends the Winds as heralds of glad tidings, going before His Mercy, and We send down purifying water from the sky, That with it, We may give life to a dead land, and slake the thirst of things We have created, cattle and men in great numbers. And We have distributed the (water) amongst them, in order that they may celebrate (Our) praises, but most men are averse (to aught) but (rank) ingratitude.[64]

 

And We send down water from the sky according to (due) measure, and We cause it to soak in the soil; and We certainly are able to drain it off (with ease). With it We grow for you Gardens of date-palms and vines: in them have ye abundant fruits: and of them ye eat (and have enjoyment), Also a tree springing out of Mount Sinai, which produces oil, and relish for those who use it for food.[65]

2.3              Wild life

 

 The beasts of all kinds that He scatters through the earth.[66]

 

 Crawling creatures and cattle, are they of various colours.[67]

 

 And Allah has created every animal from water: of them there are some that creep on their bellies; some that walk on two legs; and some that walk on four. Allah creates what He wills: for verily Allah has power over all things.[68]

 

And in cattle (too) ye have an instructive example: from within their bodies We produce (milk) for you to drink; there are, in them, (besides), numerous (other) benefits for you; and of their (meat) ye eat.[69]

 

2.4              The wind and the cloud

In the change of the winds and the clouds which they trail like their slaves between the sky and the earth, (here) indeed are Signs for a people that are wise.[70]

 

And He it is Who sends the Winds as heralds of glad tidings[71]

 

It is Allah Who sends the Winds, and they raise the Clouds: then does He spread them in the sky as He wills, and break them into fragments, until thou seest rain-drops issue from the midst thereof: then when He has made them reach such of His servants as He wills, behold, they do rejoice![72]

Seest thou not that Allah makes the clouds move gently, then joins them together, then makes them into a heap? then wilt thou see rain issue forth from their midst. And He sends down from the sky mountain masses (of clouds) wherein is hail: He strikes therewith whom He pleases and He Turns it away from whom He pleases. The vivid flash of His lightning well-nigh blinds the sight.[73]

 

2.5              Mankind

And so amongst men…  are they of various colours.[74]

 

 And (have We not) created you in pairs.[75]

 

Then did he become a clinging clot; then did (Allah) make and fashion (him) in due proportion. And of him He made two sexes, male and female.[76]

 

Seeing that it is He that has created you in diverse stages?[77]

 

Ye shall surely travel from stage to stage.[78]

 

We created you out of dust, then out of sperm, then out of a leech-like clot, then out of a morsel of flesh, partly formed and partly unformed, in order that We may manifest (Our Power) to you; and We cause whom We will to rest in the wombs for an appointed term, then do We bring you out as babes, then (foster you) that ye may reach your age of full strength; and some of you are called to die, and some are sent back to the feeblest old age, so that they know nothing after having known (much).[79]

It is Allah Who created you in a state of (helpless) weakness, then gave (you) strength after weakness, then, after strength, gave (you) weakness and a hoary head: He creates as He wills, and it is He Who has all knowledge and power.[80]

 

And among His Signs is the variations in your languages and your colours; verily in that are Signs for those who know.[81]

 

2.6              Vegetation

And the earth, moreover, hath He extended (to a wide expanse); He draweth out therefrom its moisture and its pasture.[82]

 

And in the earth are tracts (diverse though) neighbouring, and gardens of vines and fields sown with corn, and palm trees, growing out of single roots or otherwise.[83]

 

We produced diverse pairs of plants each separate from the others.[84]

 

We send down rain from the sky, and produce on the earth every kind of noble creature, in pairs.[85]

 

With it We grow for you Gardens of date-palms and vines: in them have ye abundant fruits: and of them ye eat (and have enjoyment).[86]

 

We produce vegetation of all kinds: from some We produce green (crops), out of which We produce grain, heaped up (at harvest); out of the date palm and its sheaths (or spathes) (come) clusters of dates hanging low and near: and (then there are) gardens of grapes, and olives, and pomegranates, each similar (in kind) yet different (in variety): when they begin to bear fruit, feast your eyes with the fruit and the ripeness thereof. Behold! in these things there are Signs for people who believe.[87]

 

Therein is fruit and date palms, producing spathes (enclosing dates); Also corn, with (its) leaves and stalk for fodder, and sweet-smelling plants. Then which of the favours of your Lord will ye deny?[88]

 

2.7              Two water systems

He has let free the two bodies of flowing water, meeting together: Between them is a Barrier which they do not transgress: Then which of the favours of your Lord will ye deny?[89]

Continue reading »

Comment » | gnosticism

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept I

September 14th, 2009 — 12:20am

The ultimate purpose of a Gnostic is to be the Elect of God. In order to achieve this purpose he has to travail the following stages:

  1. Achieve the Knowledge of God (Makrifatullah) – This is the foundation stage in the travel to be an Elect of God.
  2. Understand the Divine System – How God administers His creations.
  3. Total surrender to the Divine System – Did not dispute at all God’s absolute right to administer His creations including ourselves.
  4. Be prepared of God testing our sincerity in (3) above – Although the test is heavy and heart rendering but it is manageable because God only tests us to the best of our ability. Be careful of Satans attempt to tip the scale.
  5. Be prepared to be God’s Elect – While waiting spend substantial part of your time worshipping and remembering God.
  6. Becoming God’s Elect – God’s bidding “oozes” from you and you can neither control nor prevent it.
  1. Achieving Knowledge of God [1]

 

At the beginning God was alone and according to the Gnostic, He created creations so that through His creations He is known. So He commanded, “Be!” and His Divine Plan together with His creations (including space and time) [Hereinafter referred to as “His creations”] were created simultaneously from an infinitesimal fraction of His Infinite Essence [hereinafter referred to as “The Infinitesimal Essence”].

Say, “He is Allah, The One and Only.[2]

 

When He hath decreed a Plan, He but said to it, “Be” and it is!”[3]

 

Let it be noted at the outset that the Divine Plan is for The Infinitesimal Essence as God needs no plan at all for Himself. It is also for His angels to carry out His instructions in the Loh Mahfuz.

(The angels) arranging to carry out (Allah’s) commands.[4]

The angels and The Spirit (Gabriel) ascend unto Him in a Day the measure whereof is (as) fifty thousand years.[5]

Therein come down the angels and The Spirit (Gabriel) by with Allah’s permission on every errand.[6]

 

He (Allah) Whose centre of administration is in Heaven.[7]

 

Since His Divine Plan and all His creations were created from an infinitesimal Essence of His Infinite Essence, God is therefore Absolutely Great (Infinite), Vast (Immeasurable) and High (Exalted). As such, His creations as a whole can never be Him. A particle of sand of the Desert can never be the Desert.

He is the Great, the Most High.[8]

 

God is so immeasurable that I tremble to describe Him.[9]

As all His creations together with His Divine Plan are created from The Infinitesimal Essence hence His Infinitesimal Essence is The First as compared to His creations and when they perished that which remained will be His Infinitesimal Essence once again. Such being the case His Infinitesimal Essence is The Last. Be that as it may, His Infinite Essence has neither beginning nor end. Example, an object made from clay. Before it exists the clay exists first and when the object is destroyed the clay remains and it is the last. Nevertheless whether the object exists or not, the clay still remains.

He is the First and the Last[10]

 

In view of The Infinitesimal Essence is the source of His creations therefore The Infinitesimal Essence is the Obligatory Existence for all His creations. His creations manifested from The Infinitesimal Essence and once the manifestation came about, The Infinitesimal Essence is hidden behind the manifestation. Hence, He is The Manifest and The Hidden.

 

The Manifest and The Hidden[11]

By virtue that The Infinitesimal Essence is The Manifest and The Hidden of all creations including space and time, It therefore encompasses all. Such being the case, everywhere we turn to The Infinitesimal Essence is there in the form of its manifestation or lurking behind its manifestation. Just like water and ice, water is the manifestation of ice and water is also the hidden in the ice.

He it is that encompasseth all things.[12]

 

To Allah belong the East and the West: whithersoever ye turn, there is Allah’s countenance.[13]

By reason that The Infinitesimal Essence is The Manifest and The Hidden of all creations therefore God is All-Seeing, All-Hearing, All-Knowing and All-Vigilance to each and every of His creations. To this end, nothing escapes Him even our thoughts.

It is He Who hears and sees (all things).[14]

 

For He is Perfect in Wisdom and Knowledge.[15]

 

For Allah has full knowledge of all things.[16]

 

Nor is hidden from the Lord (so much as) the weight of an atom on the earth or in heaven.[17]

For Allah knows well all that is in (men’s) hearts.[18]

The fact that The Infinitesimal Essence encompasses all, this invariably explains the many miracles wrought by the Prophets of God such as the splitting up of the Red Sea, a live Camel being produced from inside a huge boulder, the raising of the dead and others. It also explains how multitude of human beings could be changed to primates in an instant.

 

Then We told Musa by inspiration: “Strike the sea with thy rod.” So it divided, and each separate part became like the huge, firm mass of a mountain. [19]

 

“And O my people! this she-camel of Allah is a symbol to you: leave her to feed on Allah’s (free) earth, and inflict no harm on her, or a swift Penalty will seize you!” [20]

 

“And ( We appoint Jesus) a Messenger to the Children of Israel, (with this message): “I have come to you, with a Sign from your Lord, in that I make for you out of clay, as it were, the figure of a bird, and breathe into it, and it becomes a bird by Allah’s leave: and I heal those born blind, and the lepers, and I quicken the dead, by Allah’s leave; and I declare to you what ye eat, and what ye store in your houses. Surely therein is a Sign for you if ye did believe.”[21]

 

Ask them concerning the town standing close by the sea. Behold! they transgressed in the matter of the Sabbath. For on the day of their Sabbath their fish did come to them, openly holding up their heads, but on the day they had no Sabbath, they came not: thus did We make a trial of them, for they were given to transgression… When in their insolence they transgressed (all) prohibitions, We said to them: “Be ye apes, despised and rejected.” [22]

This also explains why God has sole proprietorship of His creations and He shares this with no other. If we look at ourselves we could not help but to honestly admit that nothing of ourselves belong to us.

To Allah belongs all that is in the heavens and on earth. [23]

 

Then which of the favours of your Lord will ye deny? [24]

 

Then which of the gifts of thy Lord, (O man,) wilt thou dispute about? [25]

Since He has sole proprietorship of His creations, God therefore has the absolute right to the administration of His creations.

Truly, the Command is with Allah in all things! [26]

Nor does He share His Command with any person whatsoever.[27]

He doth regulate all affairs[28]

(O Prophet). Say: “All things are from Allah.” But what hath come to these people, that they fail to understand a single fact? [29]

 

The Infinitesimal Essence eventhough a minuscule of The Infinite Essence nevertheless it is still part of The Infinite Essence. This explains why in many situations God alludes to the actions of The Infinitesimal Essence as His own actions.

 

It is not ye who slew them; it was Allah: when thou threwest (a handful of dust), it was not thy act, but Allah’s: in order that He might test the Believers by a gracious trial from Himself: for Allah is He Who heareth and knoweth (all things). [30]

He it is Who shapes you in the wombs as He pleases. [31]

 

Seest thou not that Allah makes the clouds move gently, then joins them together, then makes them into a heap? then wilt thou see rain issue forth from their midst. And He sends down from the sky mountain masses (of clouds) wherein is hail: He strikes therewith whom He pleases and He Turns it away from whom He pleases. The vivid flash of His lightning well-nigh blinds the sight. It is Allah Who alternates the Night and the Day: verily in these things is an instructive example for those who have vision! [32]

 

He withholds the sky (rain) from falling on the earth except by His leave: for Allah is Most Kind and Most Merciful to man. [33]

Seest thou not that Allah sends down rain from the sky, and leads it through springs in the earth? Then He causes to grow, therewith, produce of various colours: then it withers; thou wilt see it grow yellow; then He makes it dry up and crumble away. Truly, in this, is a Message of remembrance to men of understanding. [34]

Since His creations are in reality The Infinitesimal Essence in manifestation and hidden as such there can only be one existence ie The Infinitesimal Essence. Example, if you look at a bowl it is the shape adopted by the glass. The bowl is in reality 100% glass. If there is only one existence that is The Infinitesimal Essence, so how is God unjust?

For Allah is never unjust to His servants. [35]

 

  Allah is never unjust in the least degree. [36]

Never will ye be dealt with unjustly in the very least! [37]

Verily Allah will not deal unjustly with man in aught. [38]

 


[1] The notes under this topic is a summary of the Article “Creator and the creations Pt 1”

[2] Al Ikhlas (112):1-2

[3] Ali Imran (3):47.

[4] An Nazi’aat (79):5

[5] Al Maarij (70):4

[6] Al Qadr (97):4

[7] Al Mulk (67):16,17.

[8] Ar Rad (13):9

[9] Gospel of Barnabas, 132 (?)

[10] Al Hadid (57):3

[11] Al Hadid (57):3

[12] An Nisa (4):126

[13] Al Baqarah (2):115

[14] Al Mukmin (40):56

[15] Al Hijr (15):25

[16] Al Mujaadalah (58):7

[17] Yunus (10):61

[18] Lukman (31):23

[19] Asy Syuaraa (26):63-67.

[20] Hud (11):64. Prophet Salleh.

[21] Ali Imran (3):49; Gospel Barnabas,, 241.

[22] Al Araaf (7): 163,166.

[23] Ali Imran (3):109, 129; Al Baqarah (2):255; 284.

[24] Ar Rahman(55):13;16;18;21;23;25;28;30;32;34;36;38;40;42;45;47;49;51;53;55;57;

      59;61;63;65;67;69;71;73;75;77

[25] An Najm (53):55.

[26] Ar Ra’d (13):31.

[27] Al Kahfi (18):26

[28] Ar Ra’d (13):2

[29] An Nisa (4):78.

[30] Al Anfaal (8):17.

[31] Ali Imran (3):6.

[32] An Nur (24):43-44.

[33] Al Hajj (22):65.

[34] Az Zumar (39):21.

[35] Al Anfaal (8):51; Fushshilat (41):46; Al Hajj (22):10..

[36] An Nisa (4):40.

[37] An Nisa (4):77.

[38] An Nisa (4):40.

1 comment » | gnosticism

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz IV

September 14th, 2009 — 12:00am

Kerana KebijasaknaanNya maka Loh MahfuzNya mestilah sempurna lagi berhikmah. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu menurut takdir (yang telah ditentukan): Al Qamar (54):49

Maka adakah patut kamu menyangka bahawa Kami hanya menciptakan kamu sahaja dengan tiada sebarang hikmat pada ciptaan itu? Al Mu’minun (23):115

Allah tidak menjadikan semuanya itu melainkan dengan adanya faedah dan gunanya yang sebenar. Yunos (10):5

Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu: At Talaq (65):3

Juga mustahil bagi Allah swt yang Maha Bijaksana melupakan sesuatu atau membuat kesalahan di dalam Loh Mahfuz yang memerlukan ubahsuai. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Tidaklah Kami alpakan sesuatupun di dalam al Kitab: Al Anaam (6):38.

Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata Loh Mahfuz: Yunus (10):61; Al Qamar (54):52-53

Tidak jatuh sebutir bijipun  dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Loh Mahfuz): Al Anaam (6):59.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu  melainkan telah tertulis dalam kitab (Loh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah: Al Hadid (57):22.

Apa juga yang telah dilakarkan di dalam Loh Mahfuz sama ada yang baik ataupun tidak menjadi takdir ataupun qadha dan qadar bagi kita. Ia juga menjadi rukun iman yang keenam dan sekiranya kita tidak dapat menerima ini maka kita belum beriman. Dengan itu, kita akan dimasukkan dalam neraka. Nabi Muhammad(saw) ada bersabda yang bermaksud:

Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, dan Hari Akhir (kiamat) serta beriman kepada takdir dan buruknya takdir: Terjemahan  Sahih  Muslim Jilid 1, 5 (1994).

Maka perlu engkau ketahui bahawa musibah yang menimpa kamu tak akan hilang daripadamu. Dan sesuatu yang mesti terlepas daripadamu tak akan dapat memberikanmu musibah. Dan jika engkau mati dengan keyakinan selain ini, pasti engkau akan masuk ke neraka: Terjemahan Sunan Ibnu Majah Bk. 1, 65 (1992).

Menolak kesempurnaan Loh Mahfuz bererti juga menolak Kebijaksanaan Allah swt. Dengan ini, Allah swt juga akan menolak sedekah kita walaupun ianya setinggi Gunung Uhud. Menolak KesempurnaanNya juga bererti kita sudah sekongkolan dengan syaitan-syaitan. Nabi Muhammad(saw) ada bersabda yang bermaksud:

Seandainya salah seorang di antara mereka mempunyai emas segunung Uhud yang dia nafkahkan maka Allah tidak bakal menerimanya sebelum dia beriman kepada takdir:” Terjemahan  Sahih  Muslim Jilid 1, 4 (1994).

Dan jika engkau tertimpa dengan sesuatu musibah maka janganlah berkata, “Seandainya sahaja aku berbuat begini dan begini.” Akan tetapi katakanlah, “Allah sudah mentakdirkan dan apa yang Dia kehendaki pasti dilaksanakan-Nya.” Ketahuilah bahawa kata, “Seandainya” akan membuka jalan bagi syaitan untuk menggoda: Terjemahan Sunan Ibnu Majah Bk 1, 67 (1992).

Kerana tiada suatupun Allah swt lupakan dalam Loh MahfuzNya maka kesemua pengurusan yang berhubungkait dengan kesemua ciptaanNya sudah terlakar apabila Dia berfiman, “Jadilah!”. Allah swt telah berfirman yang bermaksud:

Allah mengatur urusan (makhluk-Nya): Ar Ra’d (13):2; At Talak (65):3.

Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Al Baqarah (2):255; Ali Imran (3):2; Al Baqarah (2):255; Thaha (20):111.

Setiap waktu Dia dalam kesibukan: Ar Rahman (55):29.

Kerana kesemua yang berhubungkait dengan ciptaanNya sudahpun terlakar apabila Allah swt berfirman, “Jadilah!” dengan ini kesemua tindak-tanduk ciptaanNya sebenarnya sudahpun diizinkanNya. Justeru itu, tiada yang boleh berlaku tanpa keizinanNya. Allah swt berfirman yang bermaksud:

Tidak ada suatu mushibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. At Taghaabun (64):11.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Ali Imran (3):145.

Kamu membunuh mereka dengan izin-Nya. Ali Imran (3):152

Kemudian aku meniupnya maka ia menjadi seekor burung dengan keizinan Allah. Ali Imran (3):49.

Mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seseorang kecuali dengan keizinan Allah. Al Baqarah (2):102.

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. Yunus (10):100.

Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Hud (11):38.

Lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya. Asy Syuraa (42):51.

Untuk menjadi penyeru agama Allah dengan izin-Nya. Al Ahzab (33):46.

Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat melainkan dengan seizin Allah. Al Mukmin (40):78.

Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya? Al Hajj (22):65.

Kapal-kapal dapat belayar dengan seizin-Nya. Al Jatsiyah (45):12.

Apa sahaja yang kamu tebang dari pohon kurma atau yang kamu biarkan berdiri di atas pokoknya maka (semua itu) adalah dengan izin Allah. Al Hasyr (59):5.

Di kala datang hari (hisab) itu, tidak ada seorangpun yang berbicara melainkan dengan izin-Nya. Hud (11):105;An Naba (78):38.

Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan –Nya memperolehi sya’faat ini. Saba (34):23; An Najm (53):26.

Sehubungan dengan ini, Nabi Muhammad saw ada menceritakan tentang perbualan di antara Nabi Musa as dan Nabi Adam as yang maksudnya seperti berikut:

Nabi Musa as berkata, ” Hai Adam, engkau adalah bapa kami tetapi engkau telah mempersia-siakan kami serta mengeluarkan kami daripada syurga kerana dosa-dosamu.”  Nabi Adam as menjawab, ”Hai Musa, Allah telah memilihmu dengan Kalam-Nya dan menulis Taurat untukmu dengan tangan-Nya maka apakah engkau menyalahi aku atas perkara yang telah ditakdirkan Allah kepadaku 40 tahun sebelum aku diciptakan?” Terjemahan Sunam Ibnu Majah Buku 1, 68 (1992).

Ini juga yang dikatakan oleh Nabi Khidhir (as) kepada Nabi Musa (as) yang tertera di dalam Al Quran yang bermaksud:

Dan bukan aku melakukannya itu menurut kemahuanku sendiri. Al Kahfi (18):82.

Apabila Allah swt berfirman, “Kun” terjadilah Loh MahfuzNya dan pada masa yang sama DzatNya mengambil peranan masing-masing daripada lakaran yang telah Dia izinkanNya di dalam Loh Mahfuz dan dengan itu  terzahirlah ciptaan termasuk ruang dan masa.

Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu maka Allah hanya cukup berkata kepadaNya, “Jadilah”, lalu jadilah dia. Ali Imran (3)47

Comment » | gnosticism

Feedback: Hj Mohd Zain Othman

September 8th, 2009 — 2:22am

    

    

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Dengan ilmu Marifatullah yang saya hayati sekarang saya merasa amat meyakini diri saya yang saya telah benar-benar mengenali Dia dengan Hak, Insya Allah; Dan saya bersedia mempertahankan keyakinan ini di samping meyakini orang lain. Insya Allah.

-Hj Mohd Zain Othman, Yung Sheng Road

    

Comment » | feedback

Feedback: Fauziah Mohamed Noor

September 8th, 2009 — 2:12am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Syukur Alhamdulillah saya dapat mengikuti dan mempelajari Ilmu Marifatullah ini yang dibimbing oleh Ustaz Hj. Hussein.
Alhamdulillah Ilmu Marifatullah ini telah banyak memberi perubahan dalam penghidupan saya. Dari seorang yang kurang keyakinan diri dan sering bertanya kenapa dan mengapa, kini saya telah menyedari hakikat yang sebenarnya dan sentiasa redha dan tawaduk diatas segala yang terjadi dan yang menimpa keatas diri saya kerana semuanya telah tertulis di Loh Mahfuz.
Dengan pekerjaan saya yang rumit yang senantiasa stress dengan banyak masaalah di pejabat. Alhamdulillah setelah saya buat penyerahan kepada Allah SWT, segala masaalah dapat di selesaikan dengan begitu mudah, cepat dan teratur. Saya rasa lebih tenang kehidupan diatur oleh Allah SWT.

Hidup ini wajib sentiasa menyerah pada Allah SWT kerana
DIA MAHA BIJAKSANA, MAHA PENGASIH,
MAHA PENYAYANG DAN MAHA PENGAMPUN.

-Fauziah Mohamed Noor, Draughtwoman / Surveyor, Hougang

Comment » | feedback

Feedback: Buhari Bin Yateni

September 8th, 2009 — 2:09am

    

    

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Dengan mengikuti kelas Ilmu Marifatullah yang dipimpin oleh Yang Berhagia Ustaz Hj Hussein Bin Abdul Latif, saya memperolehi ketakwaan, kesabaran diri dan ketenangan minda. Penjelasan dan ceramah beliau walaupun ringkas tapi mantap. Moga-moga beliau mendapat ganjaran yang besar di sisi Allah SWT. Amin.

-Buhari Bin Yateni, Bedok South Rd

Comment » | feedback

Feedback: Raheeman Adam

September 8th, 2009 — 2:03am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Alhamdulillah saya telah diberi peluang dan dipilih oleh Allah SWT untuk mendapat Ilmu Marifatullah ini dan berterimakasih pada Ustaz Hussein kerana telah menyampaikan ilmu ini dengan berkesan sekali.
Keberkesanan Ilmu Marifatullah amat berkesan pada diri saya dalam menghadapi pasang surut kehidupan ini dimana saya lebih bersyukur dan redha diatas segala ketentuan Allah SWT. Saya lebih redha diatas segala ujian-Nya yang datang kerana menyedari bahawa “Allah tidak menjadikan sesuatu itu dengan sia-sia.”
Ketenangan dan kenikmatan beribadah lebih terasa. Dengan izin Allah segala ibadah yang dulunya berat menjadi ringan dan mudah. Tiada lagi bergantung harapan pada manusia, karamah dan benda-benda ciptaan yang lain. Hanya Allah SWT lah tempat meminta dan bergantung kerana Dia Maha Segala-galanya. Semoga hati ini dapat sentiasa mengingati-Nya dan sentiasa berada di jalanNya, Insya Allah.
Saya berdoa agar Ilmu Marifatullah ini dapat berkembang dan disampaikan pada lebih ramai lagi masyarakat Islam kita disini mahupun di seluruh dunia. Insya Allah, Amin.

-Raheeman Adam, Hougang

Comment » | feedback

Feedback: Muhammad Hidayat Suratman

September 8th, 2009 — 1:58am


Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Setelah saya mengikuti kelas Marifatullah oleh Ustaz Hussein, saya menjadi suka untuk sembahyang atau ke masjid. Kalau sebelumnya saya selalu ‘boring’ walaupun mama saya ‘upah’. Kadang saya tertidur ketika mendengar khutbah Jumaat. Macam tidak boleh difahami. Alhamdulillah kini, mengikut ceramah dari pagi sampai petang pun boleh, Insya Allah. Kalau dulu saya selalu geram dengan semut atau serangga perosak, saya bunuh. Kini, saya tahu bukan saja saya sayang kepada sesama manusia tapi binatang, tumbuh-tumbuhan dan segala-galanya, kerana di sebaliknya, saya yakin ada dzat Allah.

-Muhammad Hidayat Suratman, Pelajar Menengah 1, Woodlands

1 comment » | feedback

Feedback: Mohamed Laili Bin Hassan

September 8th, 2009 — 1:50am

    

    

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya amat bersyukur dapat mempelajari Ilmu Marifatullah yang di ajar oleh Ustaz Hj Hussein, perubahan pada diri saya amat ketara sekali. Alhamdulillah.

-Mohamed Laili Bin Hassan, Bedok North St 13

    
    

Comment » | feedback

Feedback: Hj Suratman Markasan

September 8th, 2009 — 1:44am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Pada akhir tahun 2008, saya dan keluarga telah mengikuti kelas Marifatullah, bimbingan Ustaz Hussein Abdul Latif. Ketika itulah saya berkata di dalam hati bahawa inilah guru yang sudah beberapa lama saya cari. Kerana sebelum itu saya memahami sebahagian Surah Al Baqarah, ayat 115: “ maka ke mana saja kamu mengadap di situlah wajah Allah…” demikian pula dengan sebahagian Surah An’am, ayat 59 : “…tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan diketahui-Nya. Dan setiap atom yang jatuh dalam kegelapan bumi, baik yang lembap ataupun yang kering, semua itu diketahui Allah…”.

Sebagai seorang Islam yang beriman akan Allah dan Al-Quran; hal itu tanpa soal bagi saya. Tetapi ketika Ustaz Hussein menjelaskan; mengapa ‘Ke mana saja kita mengadap di situlah wajah Allah’ dan ‘Allah mengetahui benda sekecil atom yang jatuh di dalam gelap’; kerana setiap makhluk dan benda di bumi dan di langit dicipta oleh Allah. Dan di balik tiap ciptaan-Nya ada dzat Allah! Menjadikan hal itu cukup jelas sekali bagi saya.

-Hj Suratman Markasan, Penulis dan penyair, Woodlands

5 comments » | feedback

Feedback: Halimah Binti Madon

September 8th, 2009 — 1:38am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Sejujurnya ia adalah kelas/pelajaran agama yang paling menarik/berkesan yang pernah saya ikuti, samaada di dalam mahupun di luar negara termasuk di pesantren.
Menitikberatkan perihal dalaman. Sebagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW, melakukannya di peringkat awal misinya. Ternyata saya berminat untuk terus mengikutinya, apabila Ustaz Hussein mengajar cara mengeluarkan roh melalui dahi seperti mana ‘Budhism’ dapat dipraktik sangatlah menarik sekali. Ketenangan dan kebahagiaan semakin terasa berbanding sebelum mengikuti kelas Marifatullah ini. Lebih-lebih lagi, mengikutinya bersama-sama orang tersayang!

-Halimah Binti Madon, Guru, Woodlands

1 comment » | feedback

Feedback: Fatimah Binte Ibrahim

September 8th, 2009 — 1:32am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya sangat bersyukur kepada Allah kerana telah diberi peluang menghadiri seminar Marifatullah bimbingan Ust Hj Hussein Abdul Latif, dimana dengan izin Allah ianya telah dapat mengubah kehidupan saya keseluruhannya. Dari seorang yang tiada keyakinan diri dengan izin Allah jua seminar ini dapat membuka minda saya sekali gus membentuk saya menjadi seorang yang berwawasan dan lebih “mantap” dalam melaksanakan ibadat kepada Allah. Didalam seminar ini saya diberi kefahaman dan peringatan pentingnya membetulkan aqidah dimana peserta sering diingatkan betapa pentingnya bersyukur, redha, tawakal, mengharap dan bergantung (berserah) hanya kepada Allah. Natijahnya kini saya bertambah kecintaan kepada Allah, lebih tenang dan tabah dalam menjalani kehidupan ini.
Akhir sekali bersyukur saya kepada Allah diatas Rahmat-Nya kerana berpeluang menimba ilmu dengan seorang pensyarah yang bersifat pendidik dan berharap siri-siri ceramah Marifatullah dapat diteruskan bagi menjana masyarakat Islam yang berilmu dan benar-benar beriman kepada Allah SWT.

-Fatimah Binte Ibrahim, Pasir Ris

1 comment » | feedback

Feedback: Abdul Hamid Bin Saion

September 8th, 2009 — 1:25am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Alhamdulillah, kesedaran melalui ilmu Marifatullah yang disampaikan oleh Ust. Hussein, Banyak merubah kehidupan saya dari segi ibadah dan keperibadian. Kini kenikmatan ibadah lebih terasa, lebih tumpuan dan bermatlamat. Perwatakan saya berubah dari seorang yang pemarah, stress, dan banyak bergantung kepada manusia kini ini semua tidak lagi memberi kesan kepada saya setelah saya faham mengenai Pencipta dan ciptaan-Nya. Ilmu ini memberi saya kesedaran yang amat mendalam serta ketenangan kepada jiwa saya. Sesungguhnya, Qadha dan Qadar sebenar-benar wujud dan Syukur dan Redha adalah amalannya. Kini setiap kemusykilan dan permasaalahan akan hanya saya tujukan dan hadapkan kepadaNya Yang Maha Esa. Kerana kini hati ini akan hanya mengingati-Nya, sentiasa, Insya Allah.

-Abdul Hamid Bin Saion, Pasir Ris

5 comments » | feedback

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz III

September 7th, 2009 — 12:00am

Dan Allah menciptakan tiap-tiap haiwan yang bergerak itu dari air; maka sebahagian di antara mereka menjalar atas perutnya dan sebahagian di antaranya berjalan dengan dua kaki dan sebahagian lagi berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa sahaja yang Dia kehendaki (selain dari yang tersebut), kerana sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. An Nur (24):45

 

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu kamu beroleh punca-punca yang menyedarkan (tentang kemurahan dan kebijaksanaan Allah penciptanya); Kami beri kamu minum dari susu yang ada dalam perutnya dan kamu beroleh banyak faedah lagi padanya dan daripadanya juga kamu beroleh rezeki penghidupan kamu. Al Mukminun (23):21

 

iv)              Sistem awan dan angin

Begitu juga kita tidak ada campur tangan dalam sistem awan dan angin.

 

Demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran. Al Baqarah (2):164

 

Dan Dialah Tuhan yang menghantarkan angin sebagai berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya. Al Furqan (25):48

 

Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah menyebarkan awan itu di langit sebagaimana yang dikehendakiNya dan menjadikannya berkelompok-kelompok. Ar Rum (30):48

 

Tidakkah engkau melihat bahawasanya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan, kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis? Selepas itu engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-ganang (awan) yang ada padanya; lalu Dia menimpakan hujan batu itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya, dan menjauhkannya dari sesiapa yang dikehendakiNya. An Nur (24):43

v)              Sistem manusia

Sistem manusia dari bentuk, bahasa, cara penghidupan, umur dan lain-lain semua ini dikelolakan oleh Allah swt.

Dan demikian pula di antara manusia … ada yang berlainan jenis dan warnanya? Fathir (35):28

 

Dan Kami telah menciptakan kamu berpasang-pasang? An Naba (78):8

Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari bumi, dengan pertumbuhan yang sungguh-sungguh sempurna. Nuh (71):14-20

Kemudian air mani itu menjadi sebuku darah beku, sesudah itu Tuhan menciptakannya, dan menyempurnakan kejadiannya (sebagai manusia)? Lalu Tuhan menjadikan daripadanya dua jenis lelaki dan perempuan. Al Qiyamah (75):38-39

 

Padahal sesungguhnya Dia telah menciptakan kamu dengan kejadian yang berperingkat-peringkat? Nuh (71):14

 

Sesungguhnya kamu tetap melalui beberapa keadaan yang bertingkat-tingkat baik buruknya. Al Insyiqaq (84):18

 

Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga dia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu dan (ingatlah satu bukti lagi). Al Hajj (22):5

 

Allah yang menciptakan kamu bermula dengan keadaan lemah, selepas berkeadaan lemah itu Dia menjadikan kamu kuat. Setelah itu Dia menjadikan kamu lemah pula serta tua beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah jua yang Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa. Ar Rum (30):54

 

Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya dan kebijaksanaanNya ialah … perbezaan bahasa kamu dan warna kulit kamu. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan bagi orang-orang yang berpengetahuan. Ar Rum (30):22

vi)              Sistem tumbuh-tumbuhan

 

Manusia mendapati tanaman-tanaman sudah ada maka mereka mengambil sebahagian dari tanam-tanaman ini untuk dijadikan petanian.

 

Dia mengeluarkan dari bumi itu: Airnya dan tumbuh-tumbuhannya. Al Naazi’aat (79):30-31

Untuk Kami mengeluarkan dengan air itu, biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan. Serta kebun-kebun yang subur bertaut-taut pokoknya?. An Naba (78):15

Dan dari tiap-tiap jenis buah-buahan, Dia jadikan padanya pasangan: Dua-dua. Ar R’ad (13):3

 

Maka Kami keluarkan dengannya berjenis-jenis tanaman dan buah-buahan yang berlainan keadaannya. Thaha (20):53

 

Kami tumbuhkan di bumi berbagai jenis tanaman yang memberi banyak manfaat. Luqman (31):10

 

Kemudian, Kami tumbuhkan untuk kamu dengan air itu, kebun-kebun tamar (kurma) dan anggur. Kamu beroleh dalam kebun-kebun itu (berbagai jenis lagi) buah-buahan yang banyak dan dari kebun-kebun itulah kamu beroleh rezeki penghidupan kamu. Al Mukminun (23):19

Kami tumbuhkan dengan air hujan itu segala jenis tumbuh-tumbuhan, kemudian Kami keluarkan daripadanya tanaman yang menghijau, Kami keluarkan pula dari tanaman itu butir-butir (buah) yang bergugus-gugus dan dari pohon-pohon tamar (kurma), dari mayang-mayangnya (Kami keluarkan) tandan-tandan buah yang mudah dicapai dan dipetik dan (Kami jadikan) kebun-kebun dari anggur dan zaitun serta buah delima, yang bersamaan (bentuk, rupa dan rasanya) dan yang tidak bersamaan. Perhatikanlah kamu kepada buahnya apabila ia berbuah dan ketika masaknya. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang menunjukkan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang beriman. An An’aam (6):99

 

Terdapat padanya berbagai jenis buah-buahan dan pohon-pohon kurma yang ada kelopak-kelopak mayang. Demikian juga terdapat biji-bijian yang ada jerami serta daun dan terdapat lagi bunga-bungaan yang harum. Ar Rahman (55):11-12

Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air dan pemindah benih. Al Hijr (15):22

vii)              Sistem air masin dan tawar

Hanya Allah swt sahaja yang berkuasa untuk memisahkan air tawar dengan air masin secara semulajadi.

Dia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu. Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya. Ar Rahman (55):19-20

Kesemua system-sistem tersebut sudah terlakar di dalam pelan induk Allah swt yang dinamakan Loh Mahfuz. Allah swt berfirman yang bermaksud:

 

Di sisiNya-lah terdapat Ummul Kitab (Loh Mahfuz): Ar Ra’d (13):39.

Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Loh Mahfuz): Yasin (36):12.

 

Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Loh Mahfuz): An Naml (27):75.

Allah swt telah melakarkan Loh Mahfuz itu dengan KebijaksanaanNya kerana Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Allah sentiasa Mengetahui lagi Maha Bijaksana: An Nisa (4):170

 

Comment » | gnosticism

History of Gnosticism, Part III

September 7th, 2009 — 12:00am

And the Unbelievers said to their Messengers: “Be sure we shall drive you out of our land, or ye shall return to our religion.” [50]

 

In view of the above, all Prophets too taught their peoples Gnosticism. There were records that there were Gnostics circumbulating the Kaabah during the pre Islamic period.[51] When the Gnostics knew Prophet Muhammad [pbuh] was in Medina more then three hundred of them came down from the mountains and valleys to embrace Islam at the hands of the Prophet. [52] They were later placed by the Prophet at his Mosque and they were called “Ahli Sufah”. [53]

 

Many asked for nothing less than miracles before they would accept the teaching of their Prophets. Hence many Prophets had to resort to miracles to bring their people to faith. As for Prophet Muhammad [pbuh], his greatest miracle is the Quran.

 

They say: “We shall not believe in thee, until thou cause a spring to gush forth for us from the earth, or (until) thou have a garden of date trees and vines, and cause rivers to gush forth in their midst, carrying abundant water, Or thou cause the sky to fall in pieces, as thou sayest (will happen), against us, or thou bring Allah and the angels before (us) face to face; Or thou have a house adorned with gold, or thou mount a ladder right into the skies. No, we shall not even believe in thy mounting until thou send down to us a book that we can read.” Say: “Glory to my Lord! am I aught but a man, a Messenger?”[54]

 

“And O my people! this she-camel of Allah is a symbol to you: leave her to feed on Allah’s (free) earth, and inflict no harm on her, or a swift Penalty will seize you!” [55]

 

So they threw their ropes and their rods, and said: “By the might of Fir’aun, it is we who will certainly win!” Then Musa threw his rod, when, behold, it straightway swallows up all the falsehoods which they fake! Then did the sorcerers fall down, prostrate in adoration, Saying: “We believe in the Lord of the Worlds. The Lord of Musa and Harun.” [56]

 

She was asked to enter the lofty Palace: but when she saw it, she thought it was a lake of water, and she (tucked up her skirts), uncovering her legs. He said: “This is but a palace paved smooth with slabs of glass.” She said: “O my Lord! I have indeed wronged my soul: I do (now) submit (in Islam), with Sulaiman, to the Lord of the Worlds.” [57]

 

“And (appoint Jesus) a Messenger to the Children of Israel, (with this message): “I have come to you, with a Sign from your Lord, in that I make for you out of clay, as it were, the figure of a bird, and breathe into it, and it becomes a bird by Allah’s leave: and I heal those born blind, and the lepers, and I quicken the dead, by Allah’s leave; and I declare to you what ye eat, and what ye store in your houses. Surely therein is a Sign for you if ye did believe. [58]

 

We have, without doubt, sent down the Message (Quran); and We will assuredly guard it (from corruption). [59]

 

The word of thy Lord doth find its fulfilment in truth and in justice: none can change His Words for He is the One Who heareth and knoweth all. [60]

 

Many rejected the calling of their prophets because they could not accept that there is only one God as they worshipped countless of gods. Some rejected the calling because of their status, wealth and mindsets. Some asked for proofs such miracles before they could accept the calling of their prophets. Hence, Moses, Jesus, Salleh and others had to resort to miracles to persuade their peoples to accept their callings.  Some others dared their prophets to bring down calamities on them for their rejection of the callings. Thus prophets such Noah, Hood, Lot, Moses, Salleh and Syuaib had to ask Allah to bring down calamities on their own people. Allah however will not destroy the peoples of Muhammad.

 

Has he made the gods (all) into one God? Truly this is a wonderful thing!” [61]

 

To those who worship other things than Allah, hard is the (way) to which thou callest them. [62]

 

So We delivered him (Noah), and those with him, in the Ark filled (with all creatures). Thereafter We drowned those who remained behind. Verily in this is a Sign: but most of them do not believe. [63]

 

“Everything will it destroy by the command of its Lord!” then by the morning they, nothing was to be seen but (the ruins of) their houses! thus do We recompense those given to sin! [64]

 

Then they ham-strung the she-camel, and insolently defied the order of their Lord, saying: “O Salih! bring about thy threats, if thou art a Messenger (of Allah)!” So the earthquake took them unawares, and they lay prostrate in their homes in the morning! [65]

 

But We saved him and his family, except his wife: she was of those who lagged behind. And We rained down on them a shower (of brimstone): then see what was the end of those who indulged in sin and crime! [66]

 

When Our decree issued, We saved Shu’aib and those who believed with him, by (special) Mercy from Ourselves: but the (mighty) Blast did seize the wrong-doers, and they lay prostrate in their homes by the morning. As if they had never dwelt and flourished there! Ah! Behold! How the Madyan were removed (from sight) as were removed the Thamud! [67]

 

We sent thee (Muhammad) not, but as a mercy for all creatures. [68]

 

But Allah was not going to send them a Penalty whilst thou wast amongst them; nor was He going to send it whilst they could ask for pardon. [69]

 

Many resorted to altering the Books of Allah such as the Torah, Book of David and the Bible. Jesus said to the effect that because of the corruption of the Torah God gave a Book to David. He added that God would not send the Bible to him if there were no corruption of the Book of David because there was only one message in all the Books and that was, there is only one God and that we are to worship Him.

 

Can ye (O ye men of Faith) entertain the hope that they will believe in you? Seeing that a party of them heard the Word of Allah, and perverted it knowingly after they understood it. [70]

Prophet Muhammad (pbuh) too like the previous prophets suffered at the hands of his people.[71] Now Islam is an established religion and has a following of more than 2 billion peoples all over the world.

 

Upon the demise of Prophet Muhammad (pbuh), his Companions carried on his works to bring his people back to believe in Allah and worship Him. Upon the demise of the Companions, the Tabiun and after the Tabiun, their followers perform the same function. After the followers of the Tabiun, the burden fell onto the Enlightened Ones. The Enlightened Ones who bear this burden are the “Arif-Billah”.[72] They are capable of guiding the unenlightened to achieve the Islamic Gnostic Knowledge.

 

Of those We have created are people who direct (others) with truth, and dispense justice therewith.[73]

 

In the Third Century after the migration and after the last of the followers of the Tabiun died, peoples gathered around the Arif-Billah for guidance in attaining the Islamic Gnostic Knowledge.[74] The Arif-Billah would lecture and guide the unenlightened to achieve the knowledge and once they achieved it, would advise them to follow suit the worship of the Prophet, his Companions, Tabiun and the followers of the Tabiun. This is the Way of the Prophet.[75]

 

In the early fourth century (after the migration), the numbers of people seeking guidance from the Arif-Billahs swelled due to the economy boon of  time. During this time too, evolved unscrupulous persons claiming to be Arif-Billahs and offering guide to the unenlightened. They were imposters interested in worldly gains.[76] At the same time, the genuine Arif-Billahs too faced with problems. A great number of their students despite many lectures could not understand the Islamic Gnostic Knowledge. To shoo them away would mean that they would be easy victims or preys to the false Arif-Billahs. In such predicament, the Arif-Billahs decided to create a system of meditation or prayer to help their students who were still unenlightened. They hope this meditation or prayers would cleanse the students from their sins and misdeed and would bring to them enlightenment in due course.[77] To prevent their students led astray by the falsed Arif-Billah, they also took covenant of loyalty from their students. The system is “Tariqat[78] and the covenant of loyalty is “Baiat[79]. These aside, the Arif-Billah took pains to prepare a chart showing the names of the Teachers in an ascending manner. It started from him at the bottom then ascended to his teacher, his teacher’s teacher and so on until it reached Prophet Muhammad (pbuh). This chart is “Silsilah”.[80] The primary aim of Silsilah is to distinguish between the falsed and the genuine Arif-Billah. Most of the Arif-Billah guided their students in a compound house called “Khanqah[81]. The students were the “Dervishes”.

 

At the beginning, except for each unique way of meditation or chanting, there was nothing else to distinguish one Tariqat from the other. This situation later in due course changed when the Tariqat took its name from its founder. If the founder’s name is Thaifur, his Tariqat is Thaifuriyah. If the founder’s name is Nuri, his Tariqat is Nuriyah and so forth. Henceforth, there existed then the Tariqat Thaifuriyah or Tariqat Nuriyah and so forth.[82]

 

With the Tariqat in place, the name of “Musyid”, “Syeikh” or “Guru” replaced the name of Arif-Billah.[83] In this way, the Way of Tariqat parted way from the Way of the Prophet. Shaikh Ahmad Sirhindi, a Muslim Scholar, named The Way of the Tariqat as The Way of the Saint. [84]

Continue reading »

Comment » | gnosticism

Allah Sentiasa Melihatku

September 3rd, 2009 — 2:53am

Poem of Mr. Suratman Markasan – A Guest of Amran dan Hussien

Di kamar kecilku ada empat dinding batu kaku
aku merasa tiba-tiba ada banyak mata di dinding itu
menghunjam merenungku terus.
tahukah engkau!
Batu-batu itu asal-mulanya berjuta pasir-masir halus
dan pasir-masir halus itu wujud hasil ciptaan-Nya nyata
terdengar suara halus di telinga-hatiku
Aku tahu di balik wujudnya ada dzat-Nya
lalu aku menjadi gementar takut!

Aku ke mana dan di mana
aku bertembung dengan segala rupa
gedung pohonan manusia kenderaan haiwan dan
nafikan apa yang zahir mata-hatiku bilang
renungilah yang batin di sebaliknya
bukan gedung tapi dzat-Nya
bukan pohonan tapi dzat-Nya
bukan manusia tapi dzat-Nya
bukan kenderaan tapi dzat-Nya
bukan haiwan tapi dzat-Nya

Ya Allah Ya Rab!
semuanya melekat di mata-hatiku
aku terduduk di atas bangku batu kaku
dan aku menjadi gementar menderu sayu
kerana di tubuh kasarku juga ada dzat-Nya
pasti aku di dalam genggaman dzat-Nya juga
di kakiku ada rumputan
di bawah rumputan ada tanah
semuanya itu melirik merenung tajam
lalu aku merangkak pulang gementar terus
kerana di situ di mana ada dzat-Nya juga

Aku terketar-ketar menguci kamarku
aku selimuti jasad kasarku
aku menggigil sendirian tak tentu
terkunci di atas sejadah biru
Engkau tak bisa meloloskan dirimu
bisik nyeri mata-hatiku
daripada penglihatan-Nya tentu
‘tiada sehelai daun pun yang gugur
melainkan diketahui-Nya’

Janganlah kau lari daripada-Nya
terdengar telinga-hatiku bersuara
engkau telah dianugerahi-Nya
ilmu awaluddin mengenal diri-Nya
kian kerap engkau mengingati-Nya
kian tenang hati-nubarimu

Aku mengecilkan tubuh kasarku
dalam apitan dua lututku erat
setiap jasad telah ditentukan-Nya
dalam kitab-Nya Lohmahfudz-Nya
bisik nyeri mata-hatikuku
aku terus menggigil kedinginan ketakutan selalu!

Gedung PKMS
15 Jamadilakhir 1430
9 Jun 2009

1 comment » | poetry

Back to top