Archive for October 2009

Feedback: Mohd Ridwan B Idris

October 26th, 2009 — 7:16am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
1. Makrifat cara Ustaz lebih senang.
2. Cara penyampaian lebih padat dan terperinci.
3. Dapat merasai dekat dengan Allah.
4. Dapat memahami isi Al Quran dengan terbuka.

-Mohd Ridwan B Idris, Tampines St 33

Comment » | feedback

Feedback: Hjh Suminah Bte Hj Hussein

October 26th, 2009 — 7:13am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Kursus ini membuat saya merasa lebih dekat dengan Allah..


-Hjh Suminah Bte Hj Hussein, Boon Lay Place

Comment » | feedback

Feedback: Abdul Salam Bin Ghani

October 26th, 2009 — 7:12am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya dapati keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini amat baik dan sempurna sekali dalam diri saya lahir mahupun batin. Cara penyampaian Ustaz Hussien ini amat terperinci dan mudah di fahami dan menambah lagi ilmu pengetahuan saya. Terimakasih Ustaz Hussien. Wassalam.

-Abdul Salam Bin Ghani, Jurong West St 74

Comment » | feedback

Feedback: Sukarti Marzuki

October 26th, 2009 — 7:12am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Dengan izin dan rahmat Allah, ilmu makrifatullah memantapkan lagi keimanan dan memperteguhkan aqidah serta membimbing kejalan yang lurus. Lebih mengenali diri sendiri dan yang Maha Dzat. Rasakan ketenangan dalam hidup dan kenikmatan dalam beribadah.

-Sukarti Marzuki, Tanah Merah Kechil Road

Comment » | feedback

Feedback: Saffiah Binti Mohamed

October 26th, 2009 — 7:11am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya memang telah lama mencari-cari ilmu seperti ini. Apabila saya terbaca iklan mengenai ilmu ini, saya terus mendaftarkan diri untuk menyertainya. Pada bulan Dec 2008, kawan saya, Aqilah, mengajak saya untuk mengikuti kelas lanjutan. Alhamdulillah, penerangan-penerangan Ustaz yang terang dan jelas mengenai ciptaan-ciptaan Allah, Qada’ dan Qadar dari azali hingga dunia kiamat, sungguh bermanfaat kepada saya.
Saya bersyukur ke hadrat Illahi sebab dengan pelajari ilmu ini, sekarang saya berasa lebih tenang, redha, tabah hati dan bersedia mengharungi liku-liku hidup yang penuh cabaran ini.
Semoga Allah berkati hasrat murni Ustaz mengembangkan ilmu-ilmu makrifatullah ini. Salam sejahtera. Wassalam.

-Saffiah Binti Mohamed, Bedok North

Comment » | feedback

Feedback: Riduan Bin Md Sah

October 26th, 2009 — 7:09am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Setelah saya sudah kenal Ilmu Makrifatullah saya dapat solat dengan tidak merasa resah.


-Riduan Bin Md Sah, Pasir Ris

Comment » | feedback

Feedback: Muhammad Haziq Raheeman

October 26th, 2009 — 7:08am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Allhamdulillah. I was given the chance and choosen by Allah SWT to get this knowledge on Makrifatullah and I’m thankful to Ustaz Hussein who have pass down this knowledge to us. The efficiency of this course/knowledge has made a great impact in my life. Making me a stronger person to overcome obstacles in life, knowing that Allah SWT will always be with me wherever I go. He will be for me whenever I need help. Humans are unable to do anything without Allah’s consent. I hope that this knowledge that I have gotten can spread to a larger group of people, maybe all around the world , so that they can share and feel the pleasure of knowing our one and only god, ALLAH SWT.

-Muhammad Haziq Raheeman, Hougang

Comment » | feedback

Feedback: Hussin Bin Abu Bakar

October 26th, 2009 — 7:06am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya menjadi lebih tenang, tenteram, aman, damai, redha dan ikhlas serta rasa cinta pada keindahan, kenikmatan dan Rahmat yang Allah anugerahkan. Alhamdulillahi Rabbil A’lamin.

-Hussin Bin Abu Bakar, Woodlands Ring

Comment » | feedback

Feedback: Maarof Bin Sedek

October 26th, 2009 — 7:04am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Bismillaahir Rohmanir Rohim.
Alhamdulillah syukur pada Allah yang telah memberi kesempatan dan terpilih untuk menghadiri kelas seminar Ilmu Makrifatullah pada 30/12/2007 dengan bimbingan Ustadz yang berpengalaman yang berbahagia Ust. Hj. Hussien yang memegang kunci Ilmu Makrifatullah di rantau ini dengan sangat berkesan. Alhamdulillah sehingga saya dapat meyakinkan adik-adik dari Batam untuk turut serta menghadiri kelas seminar Ilmu Makrifatullah dan juga adik-adik dan anak-anak dari Batam dan Tg. Pinang mengikuti kelas Internet. Dengan izin Allah kini saya merasa seolah-olah sesuatu yang baru dalam kehidupan ini dan benar-benar saya dapat merasakan Kebesaran dan Kehadiran Allah sehingga saya dapat meyakini dan mengimani Qada’ dan Qadar serta melihat peranan Loh Mahfuz dengan jelas segala urusan dan ketentuan-Nya samaada buruk dan baik semua nya sudah tertulis tanpa di ubahsuai dan campur tangan siapa sekali pun, tidak perlu di pertikaikan dan meragukan serta mengeluh resah, sentiasa lah redho dan berserah diatas segala kejadian yang telah di tentukan.
Semuga dengan bimbingan Ustd. Hj. Hussien dan dengan izin Allah mudah -mudahan saya terus maju kehadapan melangkah masuk hingga jauh kedalam melalui pintu gerbang Ilmu Makrifatullah yang telah di buka dengan selebar-lebarnya. Amin. Subhanallah.

-Maarof Bin Sedek, Anchorvale Link

Comment » | feedback

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept VII

October 26th, 2009 — 12:00am

B.       To bring the Lawless rebels to fold.

Allah has invited us to the outer space and travel through the many paths which He had prepared and ever waiting for us.

O company of jinn and men, if ye have power to penetrate (all) regions of the heavens and the earth, then penetrate (them)! Ye will never penetrate them save with (Our) sanction.[259]

Then let them ascend by any mean (to heaven).[260]

By the heaven full of paths.[261]

And even if We opened to them a gate from the heaven and they were to keep on ascending thereto, (all the day long). They would surely say (in the evening): “Our eyes have been (as if) dazzled (We have not seen any angle or heaven). Nay, we are a people bewitched.”[262]

And Who has measured (preordainments for everything); and then guided (to it).[263]

And We created not the heaven and the earth and all that is between them without purpose![264]

When the time come for us to traverse space be prepared to meet the world of Jinn and Satans up there.

And one of His signs is the creation of the heavens and the earth and what He has spread forth in both of them of living beings.[265]

They occupied all the earth-like planets up there. The scientists had discovered there are more than 250 of them and they are still counting. The ratio of their population comparatively to mankind is a ratio of 9:1. Prophet Muhammad (pbuh) had said to the effect:

Out of a ratio of 10 in relation to the population of Angels and Jinns and Mankind, Angels take 9  whereas Jinns and mankind take 1 . From the ratio of 1 (of Jinns and mankind), 9 are for Jinns and 1 is for mankind.[266]

Whereas mankind is given a gracious countenance, Satans however are endowed with hideous ones after they were banished from paradise.

Those who incurred the curse of Allah and His wrath, those of whom some He transformed into apes and swine.[267]

After this God shall cause Satan to be raised up, at whose aspect every creature shall be as dead for fear of the horrid form of his appearance.[268]

They are of the ancient civilization as they have a long life span. Such being the case, changes and innovation are “taboo” to them in particular to their seniors who have held powers since their banishment from heaven.

[Iblîs (Satan)] said: “O my Lord! Give me then respite till the Day they (the dead) will be resurrected.” Allâh said: “Then, verily, you are of those reprieved,” Till the Day of the time appointed.” [269]

They are totally illiterate because Allah did not send to them knowledge but  for Adam (Mankind), He gives and continued to give.

And indeed We have honoured the Children of Adam, and We have carried them on land and sea, and have provided them with lawful sustenance, and have preferred them above many of those whom We have created with a marked preferment.[270]

And He taught Adam the names of all things. [271]

He said: “O Adam! Tell them their names.” When he had told them “Did I not tell you that I know the secrets of heavens and earth, and I know what ye reveal and what ye conceal?” [272]

Read! and thy Lord is Most Bountiful, He Who taught (the use of) the Pen,  Taught man that which he knew not.[273]

He has created man: He has taught him speech (and Intelligence).[274]

They said: “Glory to Thee: of knowledge we have none, save what Thou hast taught us: in truth it is Thou Who art perfect in knowledge and wisdom.” [275]

They have hearts wherewith they understand not, and they have eyes wherewith they see not, and they have ears wherewith they hear not (the truth). They are like cattle, nay even more astray; those! They are the heedless ones.[276]

They are totally primitive and their principal arsenals are “Hocus-pocus” or black-magic which was taught by two Angels (Harut and Marut). However their Hocus-pocus does not work on our robotic armies which are soulless machine.

They followed what the Satan (gave out (falsely of the magic) in the lifetime of Sulaimân (Solomon). Sulaimân did not disbelieve, but the Satan disbelieved, teaching men magic and such things that came down at Babylon to the two (angels,) Hârût and Mârût, but neither of these two angels taught anyone (such things) till they had said, “We are only for trial, so disbelieve not (by learning this magic from us).” And from these (angels) people learn that by which they cause separation between man and his wife, but they could not thus harm anyone except by Allâh’s Leave. And they learn that which harms them and profits them not. And indeed they knew that the buyers of it (magic) would have no share in the Hereafter. And how bad indeed was that for which they sold their ownselves, if they but knew.[277]

Ever feeble indeed is the plot of Satân.[278]

They are without any physical attributes and in the near future we will be able to see them, thanks to Allah for giving to us the Hybrid Embryonic project.

Verily, he and his followers  see you from where you cannot see them.[279]

Surely he is your plain enemy.[280]

They live with the hatred of Allah in their hearts. They hated anything which is connected with Allah. They felt Allah had not been fair to them and to spite Allah they worshipped Taghut.

They said: “Will You place therein those who will make mischief therein and shed blood, – while we glorify You with praises and thanks and sanctify You.”

And verily, We have sent among every Ummah (community, nation) a Messenger (proclaiming): “Worship Allâh (Alone), and avoid (or keep away from) Tâghût[281]

Of those who reject faith their patron is Taghut: from light he will lead them forth into the depths of darkness.[282]

And when you see those who engage in a false conversation about Our Verses (of the Qur’ân) by mocking at them, stay away from them till they turn to another topic.[283]

Jesus attempted to bring Iblis (Lucifer) and his cronies back to fold and to receive Allah’s grace once more. Let us see what transpired between them:

Jesus, “Two words only need be spoken.”

Satan replied, “What words?”

Jesus, “These – I have sinned; have mercy on me.”

Satan, “Now willingly will I make this peace if

God will say these words to me.”

Jesus, “Now depart from me, O’ cursed one, for thou art the wicked author of all injustice and sin, but God is just and without any sin.”[283a]

They are totally lawless. There is totally no law and order. They deliberately live a life totally opposite that of mankind’s just to spite Allah.

O you who believe! Enter perfectly in Islâm (by obeying all the rules and regulations of the Islâmic religion) and follow not the footsteps of Satan. Verily! He is to you a plain enemy.[284]

They deliberately lead a totally sinful life indulging in whatsoever sins which Allah prohibits mankind from indulging.

O you who believe! Intoxicants (all kinds of alcoholic drinks), gambling, and Al-Ansâb, and Al¬Azlâm (arrows for seeking luck or decision) are an abomination of Satan handiwork. So avoid (strictly all) that (abomination) in order that you may be successful.[285]

Satan wants only to excite enmity and hatred between you with intoxicants (alcoholic drinks) and gambling, and hinder you from the remembrance of Allâh and from As-Salât (the prayer). So, will you not then abstain?[286]

And whosoever follows the footsteps of Satan then, verily he commands Al-Fahshâ’ [i.e. to commit indecency (illegal sexual intercourse)], and Al-Munkar [disbelief and polytheism (i.e. to do evil and wicked deeds; and to speak or to do what is forbidden in Islâm)].[287]

They made everything prohibited to mankind by Allah permissible and indulged excessively in them.

And (they) make such forbidden ones lawful. The evil of their deeds is made fair-seeming pleasing to them.[288]

Satan made fair-seeming to them that which they used to do.[289]

Hence we are to subjugate as well as govern them and at the same time bring them back to worship Allah. By doing this, we have fulfilled our trust or task as the Vicegerent of Allah.

Surely, Satan is an enemy to you, so take (treat) him as an enemy. He only invites his Hizb (followers) that they may become the dwellers of the blazing Fire.[290]

Those who believe, fight in the Cause of Allâh, and those who disbelieve, fight in the cause of Tâghût. So fight you against the friends of Satan; Ever feeble indeed is the plot of Satan.[291]

You will not find any people who believe in Allâh and the Last Day, making friendship with those who oppose Allâh and His Messenger (Muhammad SAW), even though they were their fathers or their sons or their brothers or their kindred (people). For such He has written Faith in their hearts, and strengthened them with Rûh (proofs, light and true guidance) from Himself. And He will admit them to Gardens (Paradise) under which rivers flow to dwell therein (forever). Allâh is pleased with them, and they with Him. They are the Party of Allâh. Verily, it is the Party of Allâh that will be the successful.

By subjugating the rebellious Satans, we have restore Allah’s Honour which was defiled by Iblis and his cronies and Allah can rightly and proudly stand by His previous command:

Behold thy Lord said to the angels: “I will create a vicegerent on earth.” They said “Wilt thou place therein one who will make mischief therein and shed blood? Whilst we do celebrate Thy praises and glorify Thy holy (name)?” He said: “I know what ye know not.”[292]

Continue reading »

Comment » | gnosticism


October 26th, 2009 — 12:00am


Musa bertanya, “Oh Tuhan siapakah ahli syurga yang istimewa.” Tuhan menjawab, “Mereka yang aku pilih kerana untuk mereka Aku telah menyediakan dengan ‘TanganKu’ sesuatu yang istimewa yang tidak pernah dilihat, didengar ataupun difikirkan”.[41]

Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan menggembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan.[42]

Merekalah penyokong-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.[43]

iv              Menciptakan Adam (as) dan melantiknya dan anak-cucunya menjadi KhalifahNya. Menyiapkan bumi untuk Adam (as) dan isterinya mendiami sebelum mereka ditipu oleh Syaitan untuk melanggar perintah Allah stw.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. [44]

Allah berfirman: Turunlah engkau dari Syurga ini, kerana tidak patut engkau berlaku sombong di dalamnya; oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya engkau dari golongan yang hina.[45]

Dan kami berfirman: Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu dalam Syurga dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai dan janganlah kamu hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang zalim[46]

Setelah itu maka Syaitan menggelincirkan mereka berdua dari Syurga itu dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari nikmat yang mereka telah berada di dalamnya dan Kami berfirman: Turunlah kamu! Sebahagian dari kamu menjadi musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan hingga ke suatu masa (mati).[47]

Nabi Musa as berkata, ” Hai Adam, engkau adalah bapa kami tetapi engkau telah mempersia-siakan kami serta mengeluarkan kami daripada syurga kerana dosa-dosamu.”  Nabi Adam as menjawab, ”Hai Musa, Allah telah memilihmu dengan Kalam-Nya dan menulis Taurat untukmu dengan tangan-Nya maka apakah engkau menyalahi aku atas perkara yang telah ditakdirkan Allah kepadaku 40 tahun sebelum aku diciptakan?”[48]

v.              Menghantar Nabi-Nabi dan Kitab-kitabNya untuk membantu manusia kembali ke pangkal jalan.

Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu (melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjukKu itu nescaya tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka dan mereka pula tidak akan berdukacita. Al Baqarah (2):38

vi.              Menjadikan Rasulullah (saw) khataman Nabi untuk sejagat  serta juga menjadikannya rahmatul alamin untuk semesta alam. Semesta alam merangkum lebih daripada bumi kita dan ini dan bersesuaian dengan rancanganNya.

Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan untuk (menjadi rahmat) bagi semesta alam.[49]

Untuknya Tuhan menciptakan yang lain supaya menerusinya, ciptaan yang lain dapat merasai rahmat Tuhan.[50]

Dia akan membawa rahmat keseluruh dunia; dia akan membawa cahaya kepada dunia ini. [51]

Kamu akan menjadi rahmat untuk mereka sehingga sesiapa sahaja yang memuliakanmu akan Aku muliakan mereka dan sesiapa yang menghinamu akan Aku hina mereka. [52]

Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.[53]

Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita dan sebagai pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.[54]

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapa dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi.[55]

Aku akan menghantarmu sebagai penyelamat dan kebenaran untuk seluruh dunia dan sekiranya dunia,  langit dan bumi tergugat namun keimanan kamu (kepada-Ku) akan tetap utuh.” [56]

Selepas baginda tidak akan ada lagi Nabi-Nabi utusan Tuhan melainkan yang datang pada masa itu hanyalah pendusta-pendusta dan ini membuatku kini merasa sangat hiba.[57]

Malam ini adalah malam lailatul qadar yang berlaku setiap tahun pada masa pesuruh Tuhan (Rasulullah [saw]) Yang Dijanjikan (Messiah) tetapi untuk kita hanya sekali dalam seribu tahun.[58]

vii.              Rasulullah (saw) adalah rahmatul alamin kerana menerusi baginda Allah swt:

a.              Menyempurnakan Agama yang ada.

Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu.[59]

Sesungguhnya agama  di sisi Allah ialah Islam.[60]

Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya dan dia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.[61]

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.[62]

b.              Menurunkan Al Quran dan memeliharanya

Al-Quran tidak lain hanyalah peringatan bagi penduduk seluruh alam.[63]

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.[64]

c.              Menerusi Al Quran Allah swt turunkan Undang-undang Syariah yang hukum-hakamnya seperti Hudud dan Qisas  akan menjadi penyesalan bagi Syaitan-syaitan dan sekutu-sekutunya.

Menjadilah Iblis dari golongan yang kafir.[65]

Dan sesungguhnya Al-Quran itu sudah tentu akan menyebabkan penyesalan bagi orang-orang yang kafir. [66]

Dan sesungguhnya Al-Quran itu adalah kebenaran yang diyakini.[67]

Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariatmu. [68]

Dan kami telah tetapkan atas mereka di dalam kitab Taurat itu, bahawa jiwa dibalas dengan jiwa dan mata dibalas dengan mata dan hidung dibalas dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga dan gigi dibalas dengan gigi dan luka-luka hendaklah dibalas (seimbang). Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya, maka menjadilah ia penebus dosa baginya dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. [69]

Sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kerana mengingkarinya), maka mereka itulah orang-orang yang kafir. [70]

d.              Menurunkan ilmu kepada Umat manusia dan dengan itu mereka lebih bijak dan bertamaddun daripada Iblis, Syaitan dan sekutu-sekutu mereka.

Dan Dia telah mengajarkan Nabi Adam, akan segala nama benda-benda dan gunanya, kemudian ditunjukkannya kepada malaikat lalu Dia berfirman: Terangkanlah kepadaKu nama benda-benda ini semuanya jika kamu golongan yang benar.[71]

Malaikat itu menjawab: Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau jualah Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.[72]

Allah berfirman: Wahai Adam! Terangkanlah nama benda-benda ini semua kepada mereka. Maka setelah Nabi Adam menerangkan nama benda-benda itu kepada mereka, Allah berfirman: Bukankah Aku telah katakan kepada kamu, bahawasanya Aku mengetahui segala rahsia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?.[73]

Yang telah menciptakan serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya.[74]

Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam dan Kami telah beri mereka menggunakan berbagai-bagai kenderaan di darat dan di laut dan Kami telah memberikan rezeki kepada mereka dari benda-benda yang baik-baik serta Kami telah lebihkan mereka dengan selebih-lebihnya atas banyak makhluk-makhluk yang telah Kami ciptakan.[75]

(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab Neraka.[76]

Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah; Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.[77]

Dialah yang telah membolehkan manusia memberi dan menerima kenyataan. [78]

Kami sentiasa menjadikan engkau dapat membaca sehingga kau tidak lupa. [79]

[41] Terjemahan Sahih Muslim, Bk 1, 261 (1994)

[42] As Sajdah (32)17

[43] Al Mujadalah (58);22

[44] Al Baqarah (2):30

[45] Al A’raaf (7):13

[46] Al Baqarah (2):35

[47] Al Baqarah (2):36

[48] Terjemahan Sunan Ibnu Majah Bk.1, 68 (1992)

[49] Al Anbiyaa (21):107

[50] Gospel of Barnabas, 56 (?).

[51] Gospel of Barnabas, 50 (?).

[52] Gospel of Barnabas, 121 (?).

[53] Al Ahzab (33):56

[54] Gospel of Barnabas, 121 (?).

[55] Al Ahzab (33):40

[56] Gospel of Barnabas, 121 (?).

[57] Gospel of Barnabas, 123 (?).

[58] Id, 105.

[59] Al Maidah (5):3

[60] Ali Imran (3):19

[61] Ali Imran (3):85

[62] Ali Imran (3):102

[63] Shad (38):87; At Takwir (81):27

[64] Al Hijr (15):9

[65] Saad (38):74

[66] Al Haqqah (69):50

[67] Al Haqqah (69):51

[68] Hajj (22):67

[69] Al Maidah (5):45

[70] Al Maidah (5):44

[71] Al Baqarah (2):31

[72] Al Baqarah (2):32

[73] Al Baqarah (2):33

[74] Al Alaa (87):2

[75] Al Israa(17):70

[76] Ali Imran (3):191

[77] Al Alaq (96):3-5

[78] Ar Rahman (55):3-4

[79] Al Alaa (87):6

2 comments » | gnosticism

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept VI

October 19th, 2009 — 12:00am

A.1 Study how Islam slowly and eventually becomes the Universal Religion of the world.

The missionary works in pulling mankind to accept Islam is clearly not the work of human being. Our Islamic Missions are never that strong or versatile financially or otherwise to go to all the places in the world to propagate Islam. However, every day many all over the world found the truth and embraced Islam. This is because they found in Islam:

  1. A beautiful, simple and peaceful religion. The current spate of violence by a handful wayward Muslims who indulged in terrorism should not in anyway retards the peaceful image of Islam. These people should note that Islam spreads in Europe, United State, Canada and others, not through violence but because of its peace loving nature. To this end God has commanded:

    Invite (all) to the Way of thy Lord with wisdom and beautiful preaching; and argue with them in ways that are best and most gracious: for thy Lord knoweth best, who have strayed from His Path, and who receive guidance.[215]

    Let there be no compulsion in religion: Truth stands out clear from Error: whoever rejects Evil and believes in Allah hath grasped the most trustworthy hand-hold, that never breaks. And Allah heareth and knoweth all things.[216]

    Wilt thou then compel mankind, against their will, to believe! No soul can believe, except by the Will of Allah, and He will place Doubt (or obscurity) on those who will not understand.[217]

    Nor can Goodness and Evil be equal. Repel (Evil) with what is better: then will he between whom and thee was hatred become as it were thy friend and intimate! And no one will be granted such goodness except those who exercise patience and self-restraint, none but persons of the greatest good fortune.[218]

  2. A brotherhood among mankind. One can note the many nationalities bowing down worshipping Allah in any mosque all over the world without any discrimination.

    And verily this Brotherhood of yours is a single Brotherhood. And I am your Lord and Cherisher: therefore fear Me (and no other).[219]

    Verily, this Brotherhood of yours is a single Brotherhood, and I am your Lord and Cherisher: therefore serve Me (and no other).[220]

  3. A non-violence religion. In the Islamic History, our Prophet Muhammad (pbuh) only raised arms to defend the sovereignty of Islam. Even to that he had instructed the Islamic Defenders not to harm women, children, the aged, livestock and property. Most of the violence now happening was done for reasons other than Islam. It was done by a handful wayward Muslims and this should not in any way affect the substantially peace-loving Muslims. We do not make distinction between Prophet Muhammad (pbuh) with Moses, Jesus and other Prophets of God.

    But if the enemy incline towards peace, do thou (also) incline towards peace, and trust in Allah: for He is the One that Heareth and Knoweth (all things).[221]

    Say: “We believe in Allah, and in what has been revealed to us and what was revealed to Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, and the Tribes, and in (the Books) given to Musa, ‘Isa, and the Prophets, from their Lord: we make no distinction between one and another among them, and to Allah do we bow our will (in Islam).”[222]

  4. The Muslims, as a whole is peace-loving, trustworthy, of moral conduct, benevolence, charitable, fair and most of all God-fearing.

    They enjoin what is just, and forbid what is evil: they observe regular prayers, practice regular charity, and obey Allah and His Messenger. On them will Allah pour His Mercy: for Allah is Exalted in power, Wise.[223]

    And take not your oaths, to practice deception between yourselves, with the result that someone’s foot may slip after it was firmly planted. [224]

    Whoever works righteousness, man or woman, and has Faith, verily, to him will We give a new Life, a life that is good and pure, and We will bestow on such their reward according to the best of their actions. [225]

    Those who humble themselves in their prayers; Who avoid vain talk; Who are active in deeds of charity; Who abstain from sex except with those joined to them in the marriage bond.[226]

    And come not nigh to the orphan’s property, except to improve it, until he attains the age of full strength; give measure and weight with (full) justice; no burden do We place on any soul, but that which it can bear, whenever ye speak, speak justly, even if a near relative is concerned; and fulfill the Covenant of Allah: thus doth He command you, that ye may remember.[227]

    O ye who believe! devour not Usury, doubled and multiplied; but fear Allah; that ye may (really) prosper.[228]

    O ye people! Eat of what is on earth, lawful and good[229]

    But waste not by excess, for Allah loveth not the wasters.[230]

    He has only forbidden you dead meat, and blood, and the flesh of swine, and any (food) over which the name of other than Allah has been invoked. But if one is forced by necessity, without willful disobedience, nor transgressing due limits, then Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.[231]

    O ye who believe! intoxicants and gambling, (dedication of) stones, and (divination by) arrows, are an abomination of Satan’s handiwork: eschew such (abomination), that ye may prosper. Satan’s plan is (but) to excite enmity and hatred between you, with intoxicants and gambling, and hinder you from the remembrance of Allah, and from prayer: will ye not then abstain?[232]

    Say: The things that my Lord hath indeed forbidden are: shameful deeds, whether open or secret; sins and trespasses against truth or reason; assigning of partners to Allah, for which He hath given no authority; and saying things about Allah of which ye have no knowledge.[233]

    For, Believers are those who, when Allah is mentioned, feel a tremor in their hearts, and when they hear His Signs rehearsed, find their faith strengthened, and put (all) their trust in their Lord; Who establish regular prayers and spend (freely) out of the gifts We have given them for sustenance: Such in truth are the Believers: they have grades of dignity with their Lord, and forgiveness, and generous sustenance.[234]

In the light of the above, it is clear that Islam can only expand if it remains a peace-loving religion. The current violence carried out by a handful of wayward Muslims is really doing a disservice to Islam. Hence, we as Muslims must take note of this factor when endeavouring a bigger role as Vicegerent of God in bringing the lawless Jinn including Satans to worship God.

A.2 Study what political platform should be implemented in the Lawless worlds of Jinn including Satans. Should we introduce Western Democracy or Communism or Socialism, Islamic Caliphate or combination of these systems?

A.3 Study what economic system should we introduce into the Lawless worlds of Jinn and Satans? Should we adopt the Practice of the Walls Street or BRIC or Peoples Economy or Islamic Practice or combination of these systems? Apart from pondering over the political platform, we should also continue our scientific project on cloning foods such as livestock, rice, wheat etc. We should also continue with our projects turning deserts into farming lands. We should continue all the other projects which will assist in Economic developments. All these can later be implemented into the Lawless worlds of Jinn and Satans.

A.4 Study what social reforms we have to implement in the Lawless worlds of Jinn and Satans? Before that we should continue with our development in Science. From Genome Mapping, we can hopefully cure genetic problems such as drinking, drugs, gambling, stealing and others. In this way, we shall become true Vicegerents of God. From Embryonic Project of combining 0.01% of animal genes into us (Hybrid Embryo), we are able to see the invisible world of Jinn and Satans as such it will make our task easier in bringing them to fold.

A.5 Continue the development in our medical world finding cures for Cancer, Leukemia, Tumours, Heart problems, H1N1, Sars and other diseases. We should also continue our study in Stem Cells[235], Cultivating human parts including organs, avotermin,[236] Plastic blood,[237]Gender selection,[238] Gene Therapy,[239]Genome or Gene Mapping,[240] New Saliva Test,[241] Protein Missiles,[242]Teosofensine,[243] IPS (Induced pliripotent stem cells),[244]Blood Filter[245] and finding effective cure for the new strain of Tuberculosis or human papillomavirus (HPV),[246] exploding nanotubes,[247] nanomaterial, [248] spiders and silkworms silks,[249] diagnosing monogenic diseases in a fetus,[250] Specific trait-selected child,[251] LOX (Lipooxigenase) enzyme[252] Synthetic human blood[253]

A.6 Continue our development in our arsenals as we are sure to face most unrepentant enemies out there. They are totally lawless and this is for a fact as by being lawless they spite God. It is also good to remember, they have rejected us at the outset being appointed as Vicegerent of God and refused to bow down and respect us. Remember too that they blamed us for being ejected out of paradise and for their features being turned hideous. Their hatred for mankind has no bound.

Not so Iblis: he refused to be among those who prostrated themselves. (Allah) said: “O Iblis! what is your reason for not being among those who prostrated themselves?” (Iblis) said: “I am not one to prostrate myself to man, whom Thou didst create from sounding clay, from mud molded into shape.” (Allah) said: “Then get thee out from here: for thou art rejected, accursed.

“And the Curse shall be on thee till the Day of Judgment.” (Iblis) said: “O my Lord! give me then respite till the Day the (dead) are raised.” (Allah) said: “Respite is granted thee, till the Day of the Time Appointed.” (Iblis) said: “O my Lord! because Thou hast put me in the wrong, I will make (wrong) fair-seeming to them on the earth, and I will put them all in the wrong.”[254]

Verily Satan is an enemy to you: so treat him as an enemy.[255]

So fight you against the friends of Satan: feeble indeed is the cunning of Satan.[256]

Hence we should continue with the development of our robotic armies (battle robots), robotic rescuers, robotic insects, bionic hands (i-LIMBS), bionic lens (creating virtual image), prosthetics with “mechatronic” elements (turning simple prosthetics into functional substitutes for missing body parts), new ultra-high power laser, Cassini Spacecraft (monitoring the powerful electrical storm on Saturn), the Phoenix Mars Lander (Finding water and minerals on Mars), Electron Microscope (Titan 80-300 Cubed), Interstellar Boundary Explorer (Studying solar winds), Gliocladium roseum ( a fungus which transformed plant waste into diesel), fingerprint preprocessor module (a software greatly improve matching accuracy), New Generation anti-missiles weapon and high powered laser (shoot from the nose of airplane).

A.7 Study the educational systems in the world and choose the best or combination of the best. Although Islamic Education is indispensable in the future (in view that God has promulgated Islam is to be the only religion of world) it is at this point time most wanting. Islamic Education has to be strengthened as obviously it is more catered to religious instruction. It needs to take into account secular educations for it to be universally applicable.

A.8 We should develop and continue to develop our Technology until we have the capacity to harness lightning, storm, thunder, tsunami, earthquakes, typhoon, floods and other calamities which we will face when we attempt to subdue the outer-space. The aforesaid will definitely be mega built in space.

A.9 Study how to improve the Islamic Law which we have so that it can be applied to the Lawless worlds of the Jinn and Satans. Only the severity of the punishments under Islamic law can subdue the Lawless Jinn and Satans. However, in other aspects such as international relation, commercial, family and others need to be look into and improved.

A.10 To promote further the concept and practice of “Globalisation” as this will eventually bring about unity among the many states in this world. This will lead to a common universal nationality and that is “Earthman” or “E-man”. There will be peace and prosperity in the world. There will be loves and cares amongst states. We will be a united front with our sight firmly looking to the outer space which expenses in subjugating it will be shared among the “Earth’s nations” or “E-nations”

O mankind! We have created you from a male and a female, and made you into nations and tribes, that you may know one another. [257]

And hold fast, all of you together, to the Rope of Allâh, and be not divided among yourselves, and remember Allâh’s Favour on you, for you were enemies one to another but He joined your hearts together, so that, by His Grace, you became brethren.[258]

Continue reading »

1 comment » | gnosticism


October 19th, 2009 — 12:00am

1.              PENDERHAKAAN IBLIS

Walaupun Allah swt  tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembahNya tetapi Dia berkehendakkan manusia menjadi khalifahNya. Kerana itu, Allah swt memerintahkan Malaikat semua, termasuk Iblis dan sekutu-sekutunya yang pada masa itu tergolong dalam golongan malaikat walaupun dibuat daripada api, sujud menghormati Adam seorang manusia. Maka Iblis dan sekutu-sekutunya enggan membuat demikian.

Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu. [1]

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. [2]

Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat: Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam. Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis[3]

Dengan berbuat demikian, Iblis dan sekutu-sekutu-nya telah dengan tidak secara langsung menderhaka dan menghina Allah swt. Seolah-olah keputusan Allah swt itu tidak bijaksana langsung. Mereka berkelakuan sombong dan bongkak kepada Allah swt Yang Maha Suci lagi Maha Bijaksana.

Mereka sujud melainkan iblis; dia adalah berasal dari golongan jin, lalu dia menderhaka terhadap perintah Tuhannya.[4]

Iblis menjawab: Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah.[5]

Iblis menjawab: Aku tidak patut sujud kepada manusia yang Engkau jadikan dia dari tanah liat yang kering, yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya.[6]

Dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)?[7]

Iblis menjawab: Aku lebih baik daripadanya; Engkau (wahai Tuhanku) ciptakan daku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.[8]

Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?.[9]

Dia (Iblis) berlaku sombong takbur.[10]

2.              RAHMAT DAN KETETAPAN ALLAH swt.

Kalau tidak kerana ketetapan dan rahmat Allah swt yang sudah ada sebelum penderhakaan Iblis maka sudah tentu akan datang kemusnahan.

Rahmat-Ku (Allah) mendahului kemurkaan-nya.[11]

Kalau tidaklah kerana karunia dan rahmat Allah kepada kamu tentulah kamu mengikut syaitan kecuali sebahagian daripada kamu.[12]

Kalau tidaklah kerana sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah binasa.[13]

Kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.[14]

3.              ALLAH swt MAHA BIJAKSANA

Kerana KebijaksanaanNya, Allah swt sudah mengetahui akan penderhakaan Iblis dan sudahpun menyiapkan rencanaNya untuk membatasi masalah ini. RencanaNya menjadi sunnatullah yang sudah berjalan sebelum penderhakaan Iblis dan akan terus berjalan tanpa ada berubahan.

Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya sebagai ciptaan yang tidak mengandungi hikmah dan keadilan.[15]

Sesungguhnya rencana-Ku amatlah teguh.[16]

Sesungguhnya Allah tetap melakukan apa yang dirancangkanNya. [17]

Untuk tiap-tiap berita ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.[18]

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah.[19]

Engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan “Sunnatullah” itu.[20]

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.[21]

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.[22]

4.              RENCANA ILAHI

Pandangan Rasulullah (saw) tidaklah jauh mana berbandingkan dengan Kebijaksanaan Allah swt. Dengan itu baginda tidak dapat menjangkau akan rancangan Allah swt untuk masa hadapan. Kerana itulah baginda merasa hiba apabila mendapati banyak lagi yang belum beriman kepada Allah swt.

Dan jika perbuatan mereka berpaling (daripada menerima apa yang engkau bawa wahai Muhammad) terasa amat berat kepadamu; maka sekiranya engkau sanggup mencari satu lubang di bumi (untuk menembusi ke bawahnya) atau satu tangga untuk naik ke langit, supaya engkau dapat bawakan mukjizat kepada mereka, (cubalah lakukan jika engkau sanggup) dan sekiranya Allah menghendaki, tentulah Dia himpunkan mereka atas hidayat petunjuk. (Tetapi Allah tidak menghendakinya), oleh itu janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang jahil. [23]

Kemudian jika mereka memeluk Islam, maka sebenarnya mereka telah memperolehi petunjuk dan jika mereka berpaling (tidak mahu menerima Islam), maka sesungguhnya kewajipanmu hanyalah menyampaikan dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat sekalian hambaNya. [24]

Dan kalau Allah menghendaki, nescaya mereka tidak mempersekutukanNya dan Kami tidak menjadikan engkau (wahai Muhammad) penjaga dan pengawal mereka dan engkau pula bukanlah wakil yang menguruskan hal-hal mereka (kerana semuanya itu terserah kepada Allah semata-mata). [25]

Tidak seorang di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah.[26]

Pada sisi Allah-lah kunci-kunci yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia.[27]

Dan sekiranya aku (Muhammad) mengetahui yang ghaib tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan.[28]

Rancangan Allah swt yang sudah ada sebelum Iblis menderhaka adalah seperti berikut:

i.              Menciptakan Roh Rasulullah (saw) enam puluh ribu tahun (60,000) sebelum ciptaan dalam 6 masa dijadikan. Roh Rasulullah (saw) diletakkan di tempat yang indah.

Tuhan telah menciptakan roh pesuruh-Nya sebelum menciptakan yang lain. [29]

Rohnya telah Ku letakkan dalam suatu tempat yang istimewa selama 60 ribu tahun sebelum Aku menciptakan yang lain.” [30]

Tuhan telah menciptakan roh pesuruh-Nya 60 ribu tahun sebelum menciptakan yang lain.[31]

Tuhan berkata, “Tunggu Muhammad, keranamu aku menciptakan syurga, dunia, pelbagai bentuk ciptaan. [32]

ii.              Untuknya, Allah swt menciptakan lain-lain ciptaan dalam enam fasa.

Untuknya aku ciptakan semua yang ada ini.[33]

Untuknya Tuhan menciptakan yang lain.[34]

Allah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa. [35]

Setelah Adam dijadikan maka yang pertama-tama dia melihat ialah tulisan di udara, “Tiada tuhan melainkan Tuhan Yang Satu dan Muhammad adalah pesuruh Tuhan (Rasulullah [saw]).” Maka Adam bertanya, “Muhammad pesuruh Tuhan (Rasulullah [saw]), adakah manusia lain selain daripada aku?” Tuhan menjawab, “Nama (Muhammad) yang engkau lihat adalah anakmu yang akan datang di masa hadapan dan dia akan menjadi pesuruh-Ku.[36]

iii.              Kerananya juga Allah swt sudah memilih Orang-orangNya ataupun Orang-Orang Allah swt. Nama-nama mereka sudah dilakarkan di dalam sebuah kitab dan kitab ini akan diberi kepada Rasulullah (saw) di Hari Kemudian. Orang-Orang Allah swt termasuk Nabi-Nabi dan Wali-WaliNya. Mereka semua mempunyai tanda-tanda (mohor) Rasulullah (saw).

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah.[37]

Kerana dialah, kami semua dipilih menjadi nabi. [38]

Tuhan akan memberi kepada Rasulullah (Muhammad) sebuah buku yang tertulis kesemua nama-nama orang-orang pilihanNya. [39]

Tuhan akan (menyuruh) buka buku itu yang berada di tangan Rasulullah dan Rasulullah akan membacanya memanggil nama-nama kesemua malaikat, nabi-nabi dan kesemua orang pilihan Tuhan dan dahi mereka kesemua ada tanda mohor Rasulullah dan mereka kesemuanya dituliskan sebagai ahli syurga. [40]

[1] Adz Dzariyaat (51):56; Al Qusyairy An Naisabury, Risatul Qusyairiyah, 8 (1997).

[2] Al Baqarah (2):30

[3] Al Baqarah (2):34

[4] Al Kahfi (18):50.

[5] Al A’raaf (7):12

[6] Al Hijr (15):33

[7] Al Israa (17):61

[8] Saad (38):76

[9] Al Baqarah (2):30

[10] Saad (38):74

[11] Terjemahan Sahih Muslinm Bk.4, 685 (1994)

[12] An Nisa (4);83

[13] Asy Syuraa (42):14; Al Anfal (18):68; Yunos (10):19

[14] Al Ahzab (33):62.

[15] Shad (38):27

[16] Al A’raaf (7):183

[17] Al Hajj (22):18

[18] Al Anaam (6):67.

[19] Al Fath (48):23.

[20] Fathir (35):43

[21] Al An’aam (6);134; Al Mukmin (40):55; Luqman (31);33

[22] Yasin (36):40

[23] An An’aam (6):35

[24] Ali Imran (3):20

[25] An An’aam (6):107

[26] An Naml (27):65; Al Maidah (5):109; 116; Al Jin (72):26.

[27] Al Anaam (6):59.

[28] Al Araaf (7):188.

[29] Gospel of Barnabas, 56 (?).

[30] Gospel of Barnabas, 50 (?).

[31] Id, 45.

[32] Gospel of Barnabas, 121 (?)


[34] Gospel of Barnabas, 56 (?).

[35] As Sajdah (32):4

[36] Gospel of Barnabas, 50 (?).

[37] Yunus (10):100.

[38] Gospel of Barnabas, 58-59 (?).

[39] Gospel of Barnabas, 73 (?)

[40] Gospel of Barnabas, 73 (?)

2 comments » | gnosticism

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz VIII

October 12th, 2009 — 12:00am

Bila dikatakan “ciptaan” ini termasuk Tirai Nur, Arasy, Air (di bawah Arasy), Sidratul Muntaha, Kalam, Roh Nabi Muhammad (saw), Langit, Bumi dan apa yang ada di antara-nya semua ini berada di dalam Loh Mahfuz.

Apabila kesemua ciptaan binasa yang tinggal adalah “Wajah” DzatNya sebelum ianya  kembali kepada asalnya iaitu DzatNya.

Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Tiap-tiap sesuatu akan binasa melainkan Wajah (Dzat) Allah. Al Qasas (28):88

Segala yang ada di muka bumi itu akan binasa dan akan kekallah Wajah (Dzat) Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. Ar Rahman (55):26-27.

Maka apabila kita berada di dalam syurga setelah ciptaan yang lain binasa maka kita akan melihat Wajah Dzat dengan sejelas-jelasnya. Allah juga ada berfirman yang bermaksud:

Pada hari akhirat itu, muka (orang-orang yang beriman) berseri-seri; Melihat kepada Tuhannya. Al Qiyamah (75):23-24

Rasulullah (saw) ada bersabda yang bermaksud

Abu Razin al Uqail bertanya Rasulullah (saw), “Adakah setiap kami akan melihat Allah swt.” Baginda menjawab, “Abu Razin adakah kamu semua melihat bulan purnama.” Saya menjawab, “Benar”. Baginda berkata, “Kamu semua tidak akan ada masalah melihat-Nya seperti bulan purnama tetapi itu hanya kecil sahaja Allah lebih Mulia dan lebih Besar daripada itu.” Sunan Abu Dawud Vol 3, 1324 (1990)

Sesungguhnya Allah itu Dzat Yang Maha Indah. Terjemahan Sahih Muslim Bk. 1, 95 (1994).

Demi Dzat tiada tuhan selain Dia. Terjemahan Sahih Muslim Bk. 4, 570 (1994).

Kita akan berada di dalam Syurga selagi ada langit dan bumi Syurga itu. Sesudah itu kita akan kembali semula menjadi tidak wujud sekali lagi. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Mereka kekal di dalamnya selagi ada langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Tuhanmu. Sesungguhnya Tuhanmu, Maha Kuasa melakukan apa yang dikehendakiNya. Hud (11):107

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka di dalam Syurgalah tempatnya. Mereka kekal di dalamnya selagi ada langit dan bumi kecuali apa yang dikehendaki oleh Tuhanmu sebagai pemberian nikmat yang tidak putus-putus.Hud (11):108

Dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali. Mariam (19):9.

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. Al Baqarah (2):156

Untuk menunjukkan bahawa Loh MahfuzNya sudah sempurna dan lengkap, Allah swt membawa Rasulullah (saw) bermiraj dan melihat penghuni-penghuni Syurga dan Neraka. Rasulullah melihat penghuni-penghuni Syurga dan Neraka walaupun Kiamat belum lagi terjadi. Di sini jelaslah Rasulullah (saw) melihat sesuatu yang akan terjadi di hari muka. Perkara ini yang dilihat baginda adalah sesuatu yang belum terjadi lagi dalam zaman baginda. Al Baihaqi; Translation of Imam As Sayuti, Ibnu Hajar Al Asqalani, Kisah Irak & Miraj Nabi Muhammad saw, 19-22 (2006).

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam (di Mekah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. Al Israa (17):1

Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak berkisar daripada menyaksikan dengan tepat (akan pemandangan yang indah di situ yang diizinkan melihatnya) dan tidak pula melampaui batas. Demi sesungguhnya, dia telah melihat sebahagian dari sebesar-besar tanda-tanda (yang membuktikan luasnya pemerintahan dan kekuasaan) Tuhannya.An Najm (53):17-18

1 comment » | gnosticism

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept V

October 12th, 2009 — 12:00am

7.              How is Muhammad a mercy and a universal Messenger to all His creations when he demised more than 1400 years ago? The answer to this is like taking a peep into the future of mankind to which our Prophet Muhammad (pbuh) (during his time) was not a privy to and this explained why he was desolated when many were still unbeliever despite his intensive missionary work.

If their spurning is hard on thy mind, yet if thou wert able to seek a tunnel in the ground or a ladder to the skies and bring them a Sign, (what good?). If it were Allah’s Will, He could gather them together unto true guidance: so be not thou amongst those who are swayed by ignorance (and impatience)! [181]

If they turn back, thy duty is to convey the Message; and in Allah’s sight are (all) His servants.[182]

We made thee not one to watch over their doings, nor art thou set over them to dispose of their affairs.[183]

(Muhammad) Say: “I have no power over any good or harm to myself except as Allah willeth. If I had knowledge of the unseen, I should have multiplied all good, and no evil should have touched me: I am but a warner, and a bringer of glad tidings to those who have faith.” [184]

Thus if we examine the above verses clearly we will note that whereas Prophet Muhammad (pbuh) was clearly sad over a period, Allah, on the other hand, is clearly making reference to a bigger picture in the future. Similarly, mankind today does not see the bigger picture as such many disrespect God and became ungrateful.

Say: None in the heavens or on earth, except Allah, knows what is hidden. [185]

With Him are the keys of the Unseen, the treasures that none knoweth but He. [186]

Truly Man is, to his Lord, ungrateful; and to that (fact) he bears witness (by his deeds).[187]

For Allah carries out all that He wills.[188]

Notwithstanding Prophet Muhammad (pbuh) is not a privy to the Divine Plan but through him God sent His mercy and that is:

  1. God gave a name to the existing monotheistic religion as “Islam” as well as perfected and accepted it. He also decreed that Islam is the only universal religion (accepted by Him) and as such this is a foregone conclusion. He advised that one must not die except in the religion of Islam.
  2. The religion before Allah is Islam[189]

    This day have I perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion.[190]

    If anyone desires a religion other than Islam (submission to Allah), never will it be accepted of him; and in the Hereafter he will be in the ranks of those who have lost (all spiritual good). [191]

    O ye who believe! fear Allah as He should be feared, and die not except in a state of Islam.[192]

    This day have those who reject Faith given up all hope of your religion: yet fear them not but fear Me.[193]

  3. God sent down the Holy Quran for all His creations and to date He protected the authenticity of the Holy Quran. With the authenticity of Quran protected, so too the faith of His believers.
  4. And this is a Book which We have revealed as a blessing: so follow it and be righteous, that ye may receive mercy[194]

    “This is no less than a Message to (all) the Worlds and ye shall certainly know the truth of it (all) after a while.”[195]

    Verily this is no less than a Message to (all) the Worlds.[196]

    We have, without doubt, sent down the Message; and We will assuredly guard it (from corruption).[197]

    Say: “If the whole of mankind and Jinns were to gather together to produce the like of this Quran they could not produce the like thereof, even if they backed up each other with help and support.[198]

  5. From the Holy Quran evolved apart from As Sunnah (Prophet’s Traditions), the Islamic Law (Syariah). Punishment under Syariah involves, in cases of Hudud: amputation, stoning to death, whipping and others. In cases of Qisas, it involves the principal of “an eye for an eye”. These strict laws are unpalatable to the Western people.                                                                                                                                                                                                                                     But truly (Revelation) is a cause of sorrow for the Unbelievers. But verily it is Truth of assured certainty. So glorify the name of thy Lord Most High.[199]                                                                                                                                                                                                                                    To every People have We appointed rites and ceremonies which they must follow, let them not then dispute with thee on the matter, but do thou invite (them) to thy Lord: for thou art assuredly on the Right Way.[200]                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             The woman and the man guilty of adultery or fornication flog each of them with a hundred stripes: let not compassion move you in their case, in a matter prescribed by Allah, if ye believe in Allah and the Last Day: and let a party of the Believers witness their punishment.[201]                                                                                                                                                                                                                                                                  
    And those who launch a charge against chaste women, and produce not four witnesses, (to support their allegations), flog them with eighty stripes; and reject their evidence ever after: for such men are wicked transgressors; Unless they repent thereafter and mend (their conduct): for Allah is Oft-Forgiving, Most Merci
    The punishment of those who wage war against Allah and His Messenger, and strive with might and main for mischief through the land is: execution, or crucifixion, or the cutting off of hands and feet from opposite sides, or exile from the land: that is their disgrace in this world, and a heavy punishment is theirs in the Hereafter
    .[203]                                                                                                                                                                                                                                        As to the thief, male or female, cut off his or her hands: a punishment by way of example, from Allah, for their crime: and Allah is Exalted in Power. Full of Wisdom.[204]                                                                                                                                                                                                                                                            We ordained therein for them: “Life for life, eye for eye, nose for nose, ear for ear, tooth for tooth, and wounds equal for equal.” But if anyone remits the retaliation by way of charity, it is an act of atonement for himself. And if any fail to judge by (the light of) what Allah hath revealed, they are (no better than) wrong-doers. [205]                                                                                                                                                                                                                                                           If any do fail to judge by (the light of) what Allah hath revealed, they are (no better than) Unbelievers.[206]

Upon the demise of our Prophet Muhammad (pbuh), the mercy from Allah he left us are:

  1. The perfected religion of Islam.
  2. The Holy Quran (including As Sunnah).
  3. The Islamic Law or Syariah.

With the demise of our Prophet Muhammad (pbuh), the responsibility of bringing the wayward to fold fell upon our shoulders.

O ye that believe! betray not the trust of Allah and the Messenger[207]

Those who faithfully observe their trusts and their covenants.[208]

Our tasks are twofold namely:

  1. To equip ourselves fully for the task.
  2. To bring the Lawless rebels to fold.

A. To equip ourselves fully for the task

At every moment, God teaches us that which we have no knowledge. This He does for mankind but not for Iblis and his cronies. Hence we should spend every moment of our life learning the knowledge sent to us by God so as to equip ourselves for an ever bigger task to come.

And He taught Adam the names of all things; then He placed them before the Angels, and said: “Tell Me the names of these if ye are right.” They said: “Glory to Thee: of knowledge we have none, save what Thou hast taught us: in truth it is Thou Who art perfect in knowledge and wisdom.” He said: “O Adam! Tell them their names.” When he had told them, Allah said: “Did I not tell you that I know the secrets of heavens and earth, and I know what ye reveal and what ye conceal?” [209]

And if all the trees on earth were pens and the Ocean (were ink), with seven Oceans behind it to add to its (supply), yet would not the Words of Allah be exhausted (in the writing): for Allah is Exalted in power, full of Wisdom.[210]

Say: “If the ocean were ink (wherewith to write out) the words of my Lord. Sooner would the ocean be exhausted than would the words of my Lord, even if we added another ocean like it, for its aid.”[211]

Read! and thy Lord is Most Bountiful, He Who taught (the use of) the Pen,  Taught man that which he knew not.[212]

He has created man: He has taught him speech (and Intelligence).[213]

Men who celebrate the praises of Allah, standing, sitting, and lying down on their sides, and contemplate the (wonders of) creation in the heavens and the earth, (with the thought): “Our Lord! not for naught hast thou created (all) this! Glory to Thee! Give us salvation from the Penalty of the Fire.[214]

[181] An An’aam (6):35

[182] Ali Imran (3):20

[183] An An’aam (6):107

[184] Al Araaf (7):188.

[185] An Naml (27):65; Al Maidah (5):109; 116; Al Jin (72):26.

[186] Al Anaam (6):59.

[187] Al Aadiyaat (100):6-7

[188] Al Hajj (22):18

[189] Ali Imran (3):19

[190] Al Maidah (5):3

[191] Ali Imran (3):85.

[192] Ali Imran (3):102

[193] Al Maidah (5):3

[194] Al An’aam (6):155

[195] Shad (38):87-88

[196] At Takwir (81):27; Al Qalam (68):52

[197] Al Hijr (15):9

[198] Al Israa (17):18

[199] Al Haqqah (69):50-52

[200] Hajj (22):67

[201] An Nur (24):2

[202] An Nur (24):3-4

[203] Al Maidah (5):33

[204] Al Maidah (5):38

[205] Al Maidah (5):45

[206] Al Maidah (5):44

[207] Al Anfaal (8):27

[208] Al Mukminun (23):8

[209] Al Baqarah (2):31-34

[210] Luqman (31):27

[211] Al Kahfi (18):109

[212] Al Alaq (96):3-5

[213] Ar Rahman (55):3-4

[214] Ali Imran (3):191







Comment » | gnosticism

Feedback: Rubiah Bte Sahri

October 10th, 2009 — 9:51am



Keberkesanan Ilmu Makrifat ini keatas diri saya :-
Setelah mengikuti kelas Makrifatullah ini, timbul satu kesedaran bahawa segala sesuatu itu sebenarnya milik Allah semata-mata. Kita sebenarnya tidak mempunyai sesuatu apapun. Jadi manusia tidak layak untuk takabur di atas muka bumi ini.

-Rubiah Bte Sahri, Jelapang Road

Comment » | feedback

Feedback: Nur Alisha

October 10th, 2009 — 9:51am

Keberkesanan Ilmu Makrifat ini keatas diri saya :-
I now understand the reason for my past. With such traumatic childhood, it was hard going through even a normal life without the past negative flashbacks. I’m even afraid to put high hopes on my marriage. All my life, I was made to believe that I was guilty of putting my father behind bars. I was even disowned by my own mum. With this knowledge, I had succumbed to my fate and what was decreed upon me. All along, God had helped me, pulled through the rough edges. I’m optimizing the communion with God, daily and experiencing miracles of life and his answers.

-Nur Alisha, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Muhammad Fazly Bin Jumaad

October 10th, 2009 — 9:50am

Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
My mind is much more open now and the journey is much more clearer now comparing to the days when I was in this tariqa whom the mursyid supposedly to be the sultan aulia. It’s a journey with no boundaries. Now I’m able to talk about my creator openly to my relatives, friends and strangers, even non-muslims. I’m able to approach God directly without any medium or a third party. I’m seeing life on a day by day basis following the flow, submitting my will, accepting the divine decree. Life is much more simpler now.

-Muhammad Fazly Bin Jumaad, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Ustaz Hj Rosman Bin Hj Mohamad Al-Habsyi

October 10th, 2009 — 9:48am



Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
Kursus ini berkesan kerana :
1.Ia membawa kesedaran tentang pentingnya Ilmu Makrifatullah dalam kehidupan kita.
2.Ilmu yang di sampaikan mudah di fahami dan
3.Ilmu yang di pelajari boleh diamalkan oleh setiap insan.

-Ustaz Hj Rosman Bin Hj Mohamad Al-Habsyi, Rivervale Crescent

1 comment » | feedback

Feedback: Rohanee Bte Abdul Hamid

October 10th, 2009 — 9:48am



Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
Saya bersyukur di beriNya pengenalan pada Ilmu Makrifatullah ini. Ianya membuat saya untuk sentiasa redha pada ketentuanNya tanpa perlu lagi bertanya kenapa / mengapa setiap sesuatu itu terjadi. Walaupun saya belum ‘sampai’ kepada peringkat yang jauh, tapi saya tetap bersyukur pada pemberian Allah ini. Semoga dengan izinNya, saya akan memperbaiki diri selagi terdaya. Amin.

-Rohanee Bte Abdul Hamid, Tampines

Comment » | feedback

Feedback: Bahar Bin Hamza

October 10th, 2009 — 9:48am



Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
Ilmu Makrifatullah sangat berkesan kepada saya, ia dapat memberi ketenangan jiwa dan dekatkan diri kepada Allah.

-Bahar Bin Hamza, Woodlands


Comment » | feedback

Feedback: Norrahim Bin Hamza

October 10th, 2009 — 9:48am



Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
Alhamdulillah selepas mendapati ilmu Makrifatullah hidup saya sebagai hamba Allah lebih bermakna. Kalau sebelumnya bila diuji, saya banyak mengeluh, tapi sekarang, alhamdulillah walau belum mantap (100%) saya berbalik pada Qadha dan Qadar kerana segalanya sudah tertulis di Loh Mahfuz.

-Norrahim Bin Hamza, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Abu Bakar Bin Abd Karim

October 10th, 2009 — 9:47am

Keberkesanan Ilmu Makrifatullah ini keatas diri saya :-
Bismillahir Rahmanir Rohim.
Bermula segala puji dan puja bagi Allah sekelian alam. Dengan taufik hidayah cahaya dan rahmat-Nya saya seolah-olah terpanggil ke majlis ilmu Makrifatullah atau “Awal Ugama Mengenal Allah” yang di bimbing oleh Ustaz Hj Hussien Bin Abd Latiff di bangunan PKMS.
Saya yakin dengan tahkiknya bahawa Ustaz Hj Hussien, ialah seorang hamba Allah yang arif dengan ilmunya yang di anugerah dan dikurniakan dari sisi Allah. Dengan yang demikian ia dapat menyusun ilmu jalan ke Makrifatullah jelas, khusus dan tepat.
Saya bersyukur ke hadrat Allah SWT kerana dengan izin takdir Allah jua saya telah mendapat ilmu ini yang saya mencari sejak tahun 1958 (bersama seorang teman) daripada beberapa teman dan guru. Sehingga tahun 2008 baru kedapatan.
Ringkasnya apabila anda telah rapat, dekat dan di dekatkan, mengenal dan di kenali, kasih dan di kasihi, segala-gala jawapan anda sendiri yang tahu dan sedar akan perbezaan, perubahan-perubahannya. Bak kata peribahasa “Tak kenal dan tak jumpa tak akan datang cinta”. Wallahua’lam.

-Abu Bakar Bin Abd Karim, Eunos Crescent

Comment » | feedback

Feedback: Suzana Binte Ismail

October 10th, 2009 — 9:47am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Better understanding on Qadha & Qadar. Realise my purpose in life – to beribadah kepada Allah, menyembah-Nya dan mencari keredhaan-Nya. To persevere dan sabar dan redha dengan ketentuan-Nya.

-Suzana Binte Ismail, Queen’s Close

Comment » | feedback

Feedback: Normah Samsudin

October 10th, 2009 — 9:46am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Alhamdulillah, setelah mengikuti kursus ini barulah saya mengetahui berapa INDAH DAN UNIKNYA UGAMA ISLAM. Apa yang diperkata memang benar. “AWAL UGAMA MENGENAL ALLAH”. Setelah mengenali-Nya ketahui lah saya berapa kerdilnya diri ini. SUBHANALLAH ISLAM adalah ugama PERSAUDARAAN KASEH SAYANG DAN TIDAK MENYUSAHKAN.
Ketenangan saya dapati apabila mengikuti kursus ini. Allah tidak pernah menyusahkan hambanya. Hanya kita perlu REDHA, kerana dengan KEREDAAN kita dapat menghapuskan perasaan jahat, irihati,dan kekejaman. Inilah yang saya dapat perolehi dari kursus ini, terimakasih Ustaz.

-Normah Samsudin, Ang Mo Kio

Comment » | feedback

Feedback: Mesiah Bte Hj Karsadi

October 10th, 2009 — 9:46am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada allah, setelah mendapat ilmu Marifatullah yang mana selama ini saya tanpa sedari banyak membuat kesilapan. Dengan adanya ilmu inilah saya mendapat hidayah di atas mempelajarinya yang telah di berikan oleh Ustaz. Mudah-mudahan ianya di atas keredhaan Allah. Amin.

-Mesiah Bte Hj Karsadi, Woodlands Ring

Comment » | feedback

Feedback: Faridah Bte Osman

October 10th, 2009 — 9:44am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Ilmu ini sangat istimewa bagi saya kerana dengan ilmu ini saya dapat benar-benar menghayati hakikat kewujudan Allah yang sebenarnya. Penerangan yang Ustaz beri sangat mudah di fahami and it’s also straight forward. Solat kini lebih bermakna dan Insya Allah dapat hadirkan kekusyukan. I would say that ilmu ini is priceless and no money can buy. I especially like the way Ustaz carry out the calss. It’s so simple and yet sangat-sangat berkesan. Terima kasih Ustaz for allowing me to be part of the class and sharing this ilmu with all of us.

-Faridah Bte Osman, Tampines

Comment » | feedback

Feedback: Summirah Karsadi

October 10th, 2009 — 9:42am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya dapati keberkesanan Ilmu Marifatullah ini adalah mendidik jati diri saya lebih dekat pada Allah SWT dan cara Ustaz Hussien menerangkan sangat detail dan mudah bagi saya untuk memahaminya dan menjadikan saya insan yang lebih baik dari segi mental dan fizikal. Terimakasih Ustaz. Wassalam.

-Summirah Karsadi, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Mohamad Noor Bin Samat

October 10th, 2009 — 9:42am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Setelah mengikuti seminar Marifatullah bimbingan Ustaz Hussien Bin A. Latif dan meneruskan pembelajaran ilmu ini bersamanya, saya dapati ilmu ini adalah ilmu yang paling asas dan ilmu ini dapat membawa diri seseorang kepada jiwa kehambaan yang sebenar kepada yang Maha Esa.
Akhirkata, dengan ilmu Marifatullah ini, Insya’Allah kita akan dapat mengharungi kehidupan yang lebih mencabar di masa akan datang.

-Mohamad Noor Bin Samat, Circuit Road

Comment » | feedback

Feedback: Fatimah Bte Mahmood

October 10th, 2009 — 9:42am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya bersyukur pada Allah SWT kerana beri saya jalan ini. Jalan ini mengenalkan kita siapa lah kita di sisi Allah.
Jalan ini juga telah beri saya rasa tenang dan tidak hiraukan kemewahan di dunia. Wassalam.

-Fatimah Bte Mahmood, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Ashik Bin Aksin

October 10th, 2009 — 9:41am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
1.Saya dapat lebih khusyuk dalam sembahyang
2.Faham dan redha akan kejadian burok dan baik pada diri saya.
3.Faham akan sifat-sifat Allah
4.Mencari ketenangan
5.Mengurangi tabiat-tabiat burok saya.

-Ashik Bin Aksin, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Zaiton Bte Mohabatullah

October 10th, 2009 — 9:41am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Syukur! Saya bersyukur kehadrat Allah SWT dan berterima kasih kepada Ustaz Hussien Abdul Latif kerana mengenalkan saya dengan Ilmu Marifatullah. Dengan izin-Nya, setelah saya di fahamkan oleh Ustaz Hussien, saya merasa lebih khusyuk didalam ibadah dan lebih tenang didalam kehidupan seharian, walaupun saya tidak terlepas dari cubaan dan dugaan-Nya kerana Allah SWT ada berfirman di dalam Al Quran, “Bahawasanya jangan kamu berkata kamu telah beriman sebelum Kami mengujinya.”
Dalam meniti kehidupan ini, saya sangat sangat bersyukur dengan izin-Nya, saya dapat merasakan atau melihat kesinambungan antara Dzat dan Loh Mahfuz.

-Zaiton Bte Mohabatullah, Bedok Reservoir

Comment » | feedback

Feedback: Surani Binte Soeratin

October 10th, 2009 — 9:41am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Bismillaahir Rohmanir Rohim.
Terlebih dahulu saya ucapkan terimakasih kepada Ustaz Hussien Bin Abdul Latiff yang telah membimbing saya ke jalan Marifatullah.
Keberkesanan ilmu Marifatullah kepada saya ialah, barulah saya sedar bahawasanya dalam pandangan matahati, saya tidak wujud, yang wujud ialah Dzat-Nya.

-Surani Binte Soeratin, Ang Mo Kio

Comment » | feedback

Feedback: Siti Fatimala Binti Abdullah

October 10th, 2009 — 9:40am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Ramai yang mengatakan Ilmu Marifatullah ini terlalu tinggi untuk dipelajari. Padahal Awaluddin Marifatullah, awal agama mengenal Allah. Inilah jalan yang termudah yang pernah saya pelajari. Dan kini saya dapat menyampaikan ilmu ini pada saudara-saudara saya dikampung Banyuwangi. Hidup saya sebelum berMarifatullah jauh berbeza. Perubahan gaya hidup dan cara pemikiran saya amat ketara di kalangan keluarga dan teman.
Setelah mengikuti kelas Marifatullah bimbangan Ust Hussien saya menjadi orang yang penyabar dan redha dengan segala ketetapan Allah. Dengan sentiasa mengingat Allah hati akan menjadi tenang itulah amalan yang Ust terapkan pada saya. Pengalaman saya berdepan dengan bapa dan mertua saya yang sedang nazak betul – betul memberi kesan yang mendalam pada saya. Jiwa akan menjadi tenang pabila sentiasa mengingat Allah. Mereka redha untuk kembali kepadaNya. Saya pun rasa ringan tanpa setitik air mata mengiringi permegian mereka. Sebelum berMarifatullah saya tak dapat terima orang yang saya sayang meninggal dunia
Anak adalah anugerah yang diamanahkan pada kita tapi Dia berhak mengambilnya kembali walaupun belum sempat anak itu lahir ke dunia. Inilah satu lagi ujian terberat bagi saya Alhamdulillah saya redha. Tidak beriman jika tidak terima rukun iman ke-6. setiap kehidupan dan kematian sudah tercatat dalam kitab induk Luh Mahfuz. Segalanya adalah milik Allah kita hanya pengamanah dan harus kembali padanya.
Saya bersyukur dapat bimbingan Ilmu Marifatullah dari Ust Hussein. Semuga Allah sentiasa memberi kekuatan dan kesihatan kepadanya untuk menyampaikan iIlmu yang bermanafat ini.

-Siti Fatimala Binti Abdullah, Bukit Batok West

Comment » | feedback

Feedback: Samsiah Ismail

October 10th, 2009 — 9:38am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Terimakasih Ya Allah kerana mengizinkan saya mempelajari ilmu “Awaluddin Marifatullah” melalui Ustaz Hussien. Selama apa yang saya pelajari, saya dapat memahami dengan mendalam pengertian matahati, Qada’ dan Qadar, Dzat dan Loh Mahfuz serta makam ihsan. Setiap kali saya mempelajari ilmu ini, hati saya yakin, tenteram dan bahagia. Saya bersyukur sangat, semoga Allah mengizinkan saya mempelajari ilmu ini hingga akhir hayat saya dan terimakasih pada Ustaz Hussien yang saya hormati.

-Samsiah Ismail, Bishan

Comment » | feedback

Feedback: Nuraziana Bte Mohd said

October 10th, 2009 — 9:38am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Dengan Ilmu Ma’rifatullah saya :-
1.Dapat mengenali Allah dan memahami banyak tentang nikmat iman dan Islam.
2.Saya dapat merasakan nikmat ibadah yang benar-benar kerana Allah.
3.Hidup lebih stabil, bertujuan dan tidak lagi terapong-apong dengan masaalah-masaalah duniawi.

-Nuraziana Bte Mohd said, Choa Chu Kang

Comment » | feedback

Feedback: Mohd Nassir Bin Osman

October 10th, 2009 — 9:38am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Bismillahir Rahmanir Rohim.
Pada mula Allah dikenal pada jalan syariat-Nya. Di tunjukkan ilmu tauhid dengan dalil-dalil-Nya. Mula diperkenalkan tasawwuf, lalu keinginan mengenal Allah berkobar-kobar. Pada mula mencari Allah, saya di perkenalkan ilmu Marifatullah dengan jalan “Nur Muhammad”, kerana dapat ilmu-ilmu yang didorong dengan keduniaan, tiada menunjukkan menuju kepada Allah, maka saya meninggalkan tempat itu,mencari Allah. Di tempat yang dituju, mengajar Marifatullah kepada Allah dengan jalan-jalan yang payah. Kerana akhir-akhir perjalanan yang di ajar tiada mengajar kepada Syariat Nabi Muhammad SAW. Lalu di tinggalkan tempat pengajian. Setelah di desak Illahi, janji untuk membawa keluarga pada mengenal Allah, lalu Allah membuka jalan menuju kepada-Nya. Pada permulaan belajar, Ustaz Hussien memperkenal Marifatullah pada hari yang sama. Tiada pernah jalan kepada Allah di buka dengan spontan. Tiada pernah sama yang di lalui ilmu Marifatullah yang di pelajari dahulu. Perkenalan di buka langsung menuju kepada kesedaran yang jati. Alam ini di pandang hanya pada kehadiran-Nya. Ingatan kepada-Nya tiada dapat di hilangkan lagi. Sentiasa urusan Allah yang di lihat. Pembukaan ilmu Loh Mahfuz amat terserlah, hingga menunjukkan Qada’ dan Qadar-Nya dapat di imani dengan yakin.
Hanya Jauhari mengenal Ma’nikam, Wabillahitaufiwalhidayah.

-Mohd Nassir Bin Osman, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Noor Azhar Bin Md Rosely

October 10th, 2009 — 9:38am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Sebelum ini, hal-hal tentang ugama sungguh cetek sekali. Rukun iman dan rukun Islam tahu sekadar nama aje. Tentang berkesanan langsung tak ada. Apatah lagi mengenal Allah, sama sekali jauh. Hidup saya tidak menentu, stress setiap masa, tidak ada arah tujuan dan pegangan hidup tiada.
Selepas mengenal Ilmu Marifatullah, Subhanallah hidup saya berubah serta-merta. Saya menangis betapa daifnya saya sebelum ini, cinta dan rindu saya pada Allah sungguh bermakna dan mendalam sekali.

-Noor Azhar Bin Md Rosely, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Mohd Anis Bin Mohamed Ariff

October 10th, 2009 — 9:37am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, setelah dianugerahkan Ilmu Marifatullah ini saya dapat mengerjakan solat dengan khusyuk. Dapat merasakan Dzat Allah meliputi segala sesuatu dan yang lain adalah tidak wujud.
Allah mengajar kita redha dengan Qada’ dan Qadar-Nya. Terimakasih kepada Ustaz Hussien dan sahabat-sahabat yang banyak membimbing saya.

-Mohd Anis Bin Mohamed Ariff, Skudai, Johor

Comment » | feedback

Feedback: Misran Bin Karsadi

October 10th, 2009 — 9:37am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
2.Daripada kegelapan kepada cahaya terang
3.Dapat membezakan antara Hak dengan Batil
4.Dapat melembutkan hati yang keras
5.Ilmu yang sangat-sangat memberi saya agar lebih tawaduk, memantapkan lagi keimanan dan ketakwaan.

-Misran Bin Karsadi, Pending Road

Comment » | feedback

Feedback: Melor Jaafar

October 10th, 2009 — 9:31am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Terlebih dulu saya minta maaf. Saya tidak tahu apa itu Ilmu Marifatullah. Selepas saya mengetahui Ilmu Marifatullah itu saya dapati diri saya banyak berubah. Salah satu daripadanya saya tak cepat marah dan banyak bersabar. Bila ada masaalah saya dapat hadapi dengan mudah. Saya berterima kasih kepada kawan saya yang bernama Nafsiah & Ustaz yang mengajar Ilmu Itu.

-Melor Jaafar, Bedok Reservoir

Comment » | feedback

Feedback: Mariam Bte Mohamed

October 10th, 2009 — 9:27am

Jurong West

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Ilmu Marifatullah banyak merubah sikap, perangai, tutur dan cara kita berfikir. Alhamdulillah apa yang di ajarkan tidak lari dari Alquran & sunnah. Ilmu Marifatullah adalah ilmu mengenal Allah SWT. Sesudah mengenal Allah, kita mulai merasai kasih sayang Allah yang melimpah ruah yang tiada putusnya dan rasa nikmat dalam ibadah.
Melalui pengalaman kami, pada satu ketika ada seseorang yang cuba menganiaya kita, lalu kita solat hajat. Alhamdulillah gangguan tidak datang pada kita berdua. Setiap masaalah hanya perlu serah diri, Insya Allah, Allah akan bantu. Kenangan yang tidak dapat lupakan, saat itu kami tidak kecukupan wang untuk bayar bill. Saat itu kami sedang duduk dalam kereta yang kami park di tepi jalan raya berdekatan Chinese Garden MRT. Kami menangis minta bantuan Allah melunaskan bill yang bernilai 200 dolar, tiba-tiba kami nampak duit 2 dolar atas tanah di luar kereta kami lalu kami cepat-cepat mengambilnya. Kami sedar duit itu bukan kami punya, lalu kami masukkan dalam tabung masjid. Pada keesokkan hari nya kami mendapat 200 dolar dalam account bank. Kami tidak tahu siapa yang masukkan ke dalam nya. Alhamdulillah Allah selesaikan masaalah kami begitu sahaja. Sehingga sekarang keyakinan kami terhadap perjalanan Marifatullah semakin menebal, akhirnya kehidupan kami hanya tinggal ibadah. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah. Terima kasih Ustaz Hussien.

-Mariam Bte Mohamed, Siti Arizah Bte Md Isa

1 comment » | feedback

Feedback: Mahawa Bte Minhat

October 10th, 2009 — 9:27am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Alhamdulillah setelah mencapai Ilmu Ketuhanan dan Ilmu Marifatullah minda merasa tenang apabila menjalankan ibadat sembahyang dan ibadat-ibadat lain.
1.Kita merasa benar-benar mengenal Allah
2.Kita dapat membezakan antara makhluk dan Allah
3.Dapat mengerjakan ibadat dengan tenang.

-Mahawa Bte Minhat, Pasir Ris

Comment » | feedback

Feedback: Kamaludin B. Ahmad

October 10th, 2009 — 9:27am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya dapat mengenali-Nya dan sentiasa mengingati-Nya dan tujuan kehidupan yang sebenar.

-Kamaludin B. Ahmad, Kg Kempas Baru, Johor


Comment » | feedback

Feedback: Jalinah Bte Sahul Hameed

October 10th, 2009 — 9:26am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Saya telah belajar khusyuk dalam sembahyang dan belajar bersabar.

-Jalinah Bte Sahul Hameed, Bedok Reservoir Road


Comment » | feedback

Feedback: Hjh Sabariah Bte Ayob

October 10th, 2009 — 9:26am

Feedback: Hjh Sabariah Bte Ayob

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Syukur! Kehadrat Allah SWT. Saya menghadiri Seminar Marifatullah Ust Hussien pada 2006. Selamanya saya hanya belajar syariat sahaja. Ramai teman-teman yang tidak menggalakkan saya menghadiri seminar ini kerana pelajaran ini terlalu tinggi. Setelah saya belajar, saya dapati cara Ust Hussien menerangkan tentang ilmu ketuhanan begitu mudah dan berkesan untuk saya memahami. Saya merasakan lebih khusyuk di dalam ibadah dan lebih tenang di dalam kehidupan seharian.

-Hjh Sabariah Bte Ayob, Bedok Reservoir

1 comment » | feedback

Feedback: Hj Ayub Bin Abu bakar

October 10th, 2009 — 9:26am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
1.Saya senang dapat memahami apa itu Ilmu Marifatullah.
2.Dengan Ilmu Marifatullah boleh mengenal Allah (dengan Ilmu)
3.Dengan Ilmu Marifatullah juga saya faham siapa kita, siapa Allah
4.Ilmu Marifatullah yang diajar dengan jelas dan tepat senang difahami
5.Ilmu Marifatullah dapat beri bukti yang nyata dan ringkas untuk mengenal Allah.

-Hj Ayub Bin Abu bakar, Marsiling Drive

Comment » | feedback

Feedback: Hani Wahyuni

October 10th, 2009 — 9:25am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Penjelasan yang disampaikan Ust. Hussien telah mengubah persepsi saya tentang eksistensi Allah sebagai yang Maha “Creator” dan manusia serta seluruh alam semesta yang hanya “creation” saja.
Penjelasan Ustadz sepertinya sederhana karena siapapun bahkan yang muda belia akan mudah untuk memahaminya, tetapi saya yakin bukan senang untuk mendapatkan ilham sedemikian (kalau bukan karena ijin Allah SWT).. Seperti “cracking the logical puzzle”, serupa dulu sewaktu belajar Philosophy (Analytic Existensialism), Hanya yang berbeza kalo belajar Marifatullah setelahnya kita merasa lega, bahagia dan bersyukur. Alhamdulillah saya dapat hadir di Seminar Marifatullah, ibaratnya saya sudah mendapatkan jalan “shortcut’, dan insya Allah akan menjadi awal untuk perjalanan selanjutnya dalam berugama dengan lebih baik (Awaluddin Marifatullah). Kepada Ust. Hussien, Jazakumullah khairan katsiraan.

-Hani Wahyuni, Tanglin Halt Road

Comment » | feedback

Feedback: Esah Ab. Javar

October 10th, 2009 — 8:11am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Setelah saya mengikuti kelas “Seminar Marifatullah” yang di kendalikan oleh pengasasnya Ustaz Hj Hussien Bin Ab. Latif, dan mengikuti kelas lanjutan nya , saya bersyukur kepada Allah SWT atas keberkesanannya kepada diri saya dan kehidupan saya di dunia ini. Juga saya dapat mengenal Allah SWT lebih dekat lagi.
Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada Ustaz yang membimbing saya selama ini. Amin.

-Esah Ab. Javar, Senja Road

Comment » | feedback

Feedback: Surip Bin Jimen

October 10th, 2009 — 8:10am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Setelah mendapat ilmu Marifatullah ini, saya amat berbangga kerana sekarang saya boleh mendapat ketenangan jiwa. Kini saya lebih khusyuk beribadah.

-Surip Bin Jimen, Jelapang Road

Comment » | feedback

Feedback: Siti Sulastri Bte Surip

October 10th, 2009 — 8:10am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Dalam kelas Marifatullah ini, saya mempelajari bahawa semua yang terjadi kepada diri sudah tertulis dalam Loh Mahfuz.
Sebagai umat Islam, kita harus banyak membuat ibadah. Saya rasa lebih senang mengingati Allah setelah Ustaz membuka sesuatu rahsia untuk menolong kami sentiasa mengingati-Nya.
Hidup dan keadaan akan berubah setelah kenal Ilmu Marifatullah.

-Siti Sulastri Bte Surip, Jelapang Road

Comment » | feedback

Feedback: Zulaikha Surip

October 10th, 2009 — 8:10am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Ilmu Marifatullah amat berguna bagi saya. Kini saya lebih mengenal Allah dan takut dengan-Nya. Ilmu ini membuat saya melihat dunia dalam perspektif yang berlainan.
Saya bersyukur kerana dapat mempelajari Ilmu Marifatullah ini.

-Zulaikha Surip, Jelapang Road

Comment » | feedback

Feedback: Shireen Surip

October 10th, 2009 — 8:10am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Setelah menjalani seminar Marifatullah, saya mendapati bahawa saya dapat melihat kehidupan ini dengan lebih jelas kerana pandangan matahati.
Saya rasa dengan ilmu ini, ia dapat membantu untuk memperbaiki kehidupan kerohanian kita. Sesudah ini, saya bermotivasi untuk menyempurnakan dan memperbanyakkan ibadah mengikut jalan nabi-nabi.
Saya sangat-sangat mengesyorkan seminar ini untuk semua lapisan masyarakat.

-Shireen Surip, Jelapang Road

3 comments » | feedback

Feedback: Ruzanah Bte Ahmad

October 10th, 2009 — 8:09am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Ilmu Marifatullah ini telah banyak memberikan saya ketenangan dalam melayari kehidupan. Saya dapat benar-benar sabar. Redha dan berserah 100% dengan Qada’ dan Qadar Allah dan saya dapat beribadah dengan khusyuk.

-Ruzanah Bte Ahmad, Choa Chu Kang

Comment » | feedback

Feedback: Nur Aqilah Binte Mohd Salim

October 10th, 2009 — 8:09am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Maha Suci Allah, Segala Puji Bagi, Allah Maha Besar
Setelah menghadiri seminar Marifatullah April 2006 kehidupanku mengalami perubahan yang drastis. Dengan bimbangan Ust Hussien ku mendapatkan kefahaman yang jitu tentang Akidah Islam yang selama ini ku cari semenjak 1987. Perjalanan hidupku jadi teratur dan sentiasa dalam ketenteraman segalanya kerana Allah SWT.
Penjelasan yang Ust Hussien berikan tentang Hakikat segala ciptaan daripada DzatNya yang lebih kecil dari sebiji pasir memberi perngertian yang mendalam padaku. Subhanallah kini ku dapat merasai kebesaran Allah SWT betapa selama ini diriku terhijab dari kebenaran. Gegaran yang ku rasakan bagaikan petir yang menyambar. Inilah yang membuat airmataku mengalir setiap kali mengenangkan betapa banyanknya nikamat Allah yang telah ku terima selama ini. Semuga ku dapat mengamalkan segala yang telah ku pelajari dari kelas lanjutan Ust dengan izinNya..
Catatan Kitab IndukNya Loh Mahfuz yang telah Allah SWT siapkan sebelum terjadinya kehidupan memberi ku kefahaman yang begitu berkesan sekali. Kini ku dapat membuat penyerahan secara Total dan Pergantunganku sepenuhnya hanya pada Mu Ya Allah. Keyakinanku pada janji Allah SWT
“Sesungguhnya Tidak Akan Miskin Orang yang Bersedekah”. Insyallah akan ku jadikan amalan hidupku walaupun banyak ringtangannya. Ini adalah peranan yang telah Allah gariskan untukku. Aku redha pada segala ketetapanMu.
Tiada ucapan yang dapat ku ukirkan untuk mengucapkan rasa syukurku pada Allah SWT kerana telah menganugerahkan Ilmu Marifatullah kepada Ust Hussien dan dapat disampaikan kepada semua umat Muhammad SAW. Semuga segala perjuangan dan pengorbanan Ust Hussien diredhai dan diberkati Allah SWT.
“Onak dan duri menanti dalam perjalanan insan menuju cinta Ilahi
Hanya kesedaran yang Hakiki menjadi penyuluh untuk kembali kepadaMu Ya Rabbi”

-Nur Aqilah Binte Mohd Salim, Circuit Road

Comment » | feedback

Feedback: Nafsiah Bte Md Sarbini

October 10th, 2009 — 8:08am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Terdahulu saya ingin memanjat syukur kepada Allah kerana setelah menyertai seminar Ilmu Marifatullah ini datanglah kesedaran mengenai kebesaran Allah. Siraturahim antara insan bertambah baik. Ibadah bertambah mantap dan terasa ketenangan dalam menjalani segala fatamorgana (cubaan) hidup.
Sekaligus ilmu ini dapat membentuk peribadi saya; kini saya lebih yakin diri dan berwawasan.

-Nafsiah Bte Md Sarbini, Pine Close

Comment » | feedback

Feedback: Misron Bin Kersadi

October 10th, 2009 — 8:08am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Di sini sebelum saya memasuki kelas Ilmu Marifatullah, saya telah memasuki kelas ESQ (Emotional Spiritual) yang telah diajarkan oleh Bapak Ary Dinajar. Saya berasa bangga apabila diberitahu bahawasanya di Singapura ada kelas ilmu Marifatullah kerana ia adalah sambungan bagi apa yang telah saya mempelajari. Alhamdulillah Ustaz Hussien telah mengenengahkan ilmu Marifatullah secara jelas dan terang dan ia tidak bercanggah dengan aqidah. Mudah-mudahan Allah lindungi Ustaz Hussien dan sekeluarga dan diberikan kesihatan yang baik. Semoga beliau boleh meneruskan ilmu yang telah dimiliki untuk diajar pada kita yang daif ini. Amin.

-Misron Bin Kersadi, Jurong East

Comment » | feedback

Feedback: Mohd Aris Bin Dollah

October 10th, 2009 — 8:08am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

1.Mengenal Allah lebih dekat.
2.Dapat pembaharuan dalam ibadah.
3.Mengenal Dzat Allah lebih dekat.

-Mohd Aris Bin Dollah, Bedok Reservoir

Comment » | feedback

Feedback: Mimi Melani Bte Suhasri Anwar

October 10th, 2009 — 8:07am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya lebih mengenal diri sendiri. Lebih mengenal Allah melalui ciptaan-Nya dan melalui Dzat-Nya.

-Mimi Melani Bte Suhasri Anwar, Choa Chu kang

Comment » | feedback

Feedback: Masturah Bte Mansoor

October 10th, 2009 — 8:07am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Sebelum ku berMarifatullah, ku hidup dalam alam “Murung” selama 25 tahun yang lalu. Begitu perih untuk dikenang. Alhamdulillah kini ku amat-amat bersyukur diatas kurniaan-Nya menjadikan ku insan berMarifatullah, lebih-lebih lagi penjelasan ilmu yang disampaikan oleh Ustaz Hussien amatlah terang dan dapat ku merasakan sentuhan-sentuhan ilmu itu yang ada persamaan serta mudah dikaitkan dengan pengalaman hidup ku yang lalu.
Begitu ketara perubahan diri ini setelah memahami akan Marifatullah dari segi pakaian, pandangan dan perasaan ku, malah istimewa lagi dapat ku laksanakan ibadah kerana-Nya. Tiada dinafikan, ini adalah anugerah yang menusuk sanubari ku, yang tidak tahu bagaimana nak ku luahkan rasa kesyukuran ini kepada-Nya.
Setiap kali ku terimbas kembali peristiwa pahit yang dahulu, ku akan tersenyum dan terasa nikmat diatas segalanya kerana sudah ku ketahui kini, diri ini beraksi tiada pilihan dan tiada satu pun berlaku tanpa izin-Nya, dan tidak sekali-sekali ku kesali. Kesucian-Mu ku tersentuh. Subhanallah!!
Ku sedar, ku seorang hamba. Insya’Allah akan terus ku beristiqamah kepada-Nya dan kerana-Nya. Tiada akan ku kisahkan apa pun rintangan menghalang, hanya berserah kepada-Nya. “innalillahi wa inna ilaihi rajiun !!”
Alhamdulillah, ku lebih redha kepada-Nya dan terus bermohon diredhai-Nya. Amin.
Disini ku ingin ucapkan ribuan terima kasih kepada Ustaz Hussien atas didikan beliau. Semoga Allah memberikan beliau kesihatan yang sempurna, kesabaran serta ceria dalam memperjuangkan agama Allah. Amin.
Akhir kata,
“Kehadiran-Mu, Ketenangan ku.”

-Masturah Bte Mansoor, Tampines

Comment » | feedback

Feedback: Lin

October 10th, 2009 — 8:06am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Assalamualaikum. Semenjak saya belajar ilmu ini saya banyak berubah dan cakapan saya boleh menasihatkan orang yang bermasaalah, dan fikiran saya tenang serta khusyuk sekali dan saya dapat mendekati dengan Allah.
Saya bersyukur kepada Allah, saya diperkenalkan dengan Ustaz Hussien. Ini semua urusan Allah kepada saya dan mudah-mudahan saya akan mendapat ilmu ini di dunia dan akhirat. Wassalam. Terimakasih.

-Lin, Clementi

Comment » | feedback

Feedback: Marhama Binti Sulaiman

October 10th, 2009 — 8:06am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Setelah mempelajari Ilmu Marifatullah ini saya telah dapat melihat bukan saja dengan mata kasar tetapi juga dengan mata hati. Malahan saya juga boleh berkomunikasi dengan mata hati (minda). Sehingga waktu saya menunaikan ibadah umrah saya mendapat sesuatu yang saya rasakan……Subhanallah! Nikmat! Terasa. Allah saja yang mengetahui.

-Marhama Binti Sulaiman, Woodlands

Comment » | feedback

Feedback: Johan Bin Ketot

October 10th, 2009 — 8:06am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Alhamdulillah setelah mencapai Ilmu Marifatullah, keadaan diri berubah.
1.Dapat memfokuskan ingatan Allah di dalam minda
2.Minda lebih tenang setiap masa
3.Dapat membezakan antara posisi Allah dan posisi makhluk
4.Dapat menjalankan ibadat dengan tenang dan khusyuk.

-Johan Bin Ketot, Pasir Ris

Comment » | feedback

Feedback: Jalil Bin Md Hassan

October 10th, 2009 — 8:04am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Hati menjadi tenang apabila mengingati-Nya semasa di datangi dugaan.

-Jalil Bin Md Hassan, Taman Perling, Johor

2 comments » | feedback

Feedback: Hj Yusop B Hj Nordin

October 10th, 2009 — 8:04am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

1.Dengan izin Allah SWT memberi petunjuk kepada saya untuk mempelajari Ilmu Marifatullah melalui perantaraan Ustaz Hussien B Abdul Latiff.
2.Dengan ada ilmu Marifatullah saya faham, Allah SWT adalah nama sebenar yang diberi kepada selurohnya Dzat wajubul wujud yang berhak disembah.
3.Kini saya faham di sebalik kesemua bumi dan langit dan isi-isi nya ada Dzat wajibul wujud.
Aku Marifatullah kepada Tuhanku dengan Tuhanku juga.

-Hj Yusop B Hj Nordin, Ang Mo Kio

1 comment » | feedback

Feedback: Hawa Bee Bte Naina Mohd

October 10th, 2009 — 8:03am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya Hawa Bte Naina Mohamed bersyukur kepada Allah SWT kerana telah dapat mengikuti kelas Marifatullah.
Dengan mengikuti kelas ini, saya dapat mengenal Allah dengan matahati . Solat saya lebih khusyuk lagi dan keimanan saya kepada Allah bertambah teguh lagi.
Saya ucapkan terimakasih kepada Ustaz Hj Hussien yang banyak membimbing saya.

-Hawa Bee Bte Naina Mohd, Senja Road

Comment » | feedback

Feedback: Hamidah Hj Kassim

October 10th, 2009 — 8:03am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya seorang yang sangat daif tentang ilmu agama. Saya hanya berpandu pada asasnya saja. Beberapa kejadian yang menimpa diri saya telah membuat saya terfikir kenapa, mengapa ianya terjadi pada diri saya. Adakah Allah hendak memberitahu dan menunjukkan sesuatu pada saya? Apakah hikmah disebaliknya. Pernah saya merasakan satu perasaan sayu, sedih dan suara hati menyuruh saya meninggalkan keduniaan dan pergi ke satu tempat di mana tak ada orang yang menggangu saya dan saya hanya ingin mengingati Allah saja. Tapi saya tak boleh lakukan sebab saya ada keluarga dan tanggungjawab.

Sehinggalah satu hari, kawan saya memperkenalkan saya pada kelas Marifatullah ini. Dengan lafaz niat ingin membersihkan hati dan ingin mendekatkan diri pada Allah, Alhamdulillah walaupun saya lembab tapi banyak ilmu & pengetahuan yang saya dapat dari kelas ini. Tak sia-sia saya menghadiri kelas ini walaupun pada mulanya saya rasa sedikit cuak. Dan sekarang saya dapat rasa ketenangan dalam diri saya. Walaupun ada bermacam masalah, saya tak rasa ianya membebankan saya sebab saya tahu Allah ada untuk menolong saya. Alhamdulillah, terimakasih Ustadz.

Saya sarankan kepada anda yang ingin merasakan & mengetahui dengan lebih mendalam lagi tentang Marifatullah, marilah sama – sama menghadiri kelas ini.

-Hamidah Hj Kassim, Pasir Ris

Comment » | feedback

Feedback: Aisha Beevi d/o Samsudeen

October 10th, 2009 — 8:03am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

I’m fully aware of the purpose of creation when previously reluctant to submit totally to Allah.
Prayers quality upgraded tremendously. Thanks to Allah and Ustaz for what I am today.

-Aisha Beevi d/o Samsudeen, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Zainal Bin Anan

October 10th, 2009 — 8:02am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Memang tepat sekali peribahasa melayu , ‘bagai katak bawah tempurung’
Inilah keadaan saya sebelum mempelajari ilmu MARIFATULLAH.
Selepas kurang lebih 30 tahun, barulah saya diberi hidayat dan taufiq oleh Allah swt untuk mempelajari ilmu ini.
Subhanallah! Alhamdullilah! Sungguh menakjubkan!
Saya belajar ilmu ini menerusi kuliah kuliah yang di sampaikan oleh Ustadz  Hussein Bin Abdul Latiff sejak tahun 2006.
Selepas mendalami pelajaran ilmu ini, saya sedar akan pentadbiran Allah Azza Wajalah di langit dan di bumi. Sungguh terang dan nyata sekali. Kesedaran demi kesedaran  diiringi dengan keinsafan sehingga timbul suatu pandangan yang  amat luas kebesaran Allah swt tanpa batasan.
Sebelum makrifah, ibadah saya seperti manisnya buah dan sesudah itu, manisnya seperti madu.  Yang berkesan sekali ialah nikmatnya beribadah dan ketenteraman jiwa.  Pandangan kejadian yang terbentang seharian, dapat dilihat betapa Allah swt Maha Pengatur. System system pentadbiranNya sungguh tersusun dan tiada satupun yang Dia adakan sia sia.
Banyak lagi hujah hujah berkenaan ilmu ini yang boleh saya kongsi bersama. Inshallah akan saya teruskan mendalami ilmu ini dengan menghadiri kuliah kuliah berlanjutan.
Saya akhiri dengan beberapa pantun.
Waktu bayi, nak sesuatu nangis melolong
Sesudah dewasa, angkuh dan sombong
Sebelum makrifah, blur macam sotong
Sesudah itu, ilmuNya tiada penghujung
Tikar mangkuang tikar asli
Tikar plastik tikar baru
Orang makrifah tengok dengan ‘mata hati’
Orang ikhsan pandang hanya pada yang Satu
Sarapan pagi mi siam dan lontong
Makan tengah hari berulam jantung
Hidup didunia tiada yang rugi mahu pun yang untung
Hanya pada Allah kita sembah dan tempat bergantung
Dunia diluar adalah dunia didalam
Dunia didalam adalah dalam dunia didalam
Sebenarnya kita diushakan dan difikirkan
Bukan masok bakul angkat sendirian
Wallahualam bissawab
Zainalanan 2009

-Zainal Bin Anan, Bukit Batok

Comment » | feedback

Feedback: Maimunah Bte Ismail

October 10th, 2009 — 8:01am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Segala puji bagi Allah SWT dengan kurnia-Nya dan bermula Ilmu Marifatullah ini di perkenalkan oleh Ustadz Hj Hussien yang membimbing hingga hari ini. Saya sangat bersyukur tak terhingga terus mahu pelajari akan keagungan Allah SWT yang amat meluas dan membentuk kerohanian dan ibadah lebih sempurna demi mempertingkatkan ibadah yang mantap serta merubah kepada kebaikan dan ketaqwaan hanya untuk Allah yang Maha Agung dengan hakkul yakin.

-Maimunah Bte Ismail, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Fatimah Abdollah

October 10th, 2009 — 8:00am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya terpanggil untuk mengikuti kelas ini. Sepanjang mempelajarinya, saya berasa sangat bersyukur akan peluang dan kefahaman yang di perolehi. Saya juga telah meraih banyak manfaat dari pengajian sedemikian. Ia telah menjadikan saya seorang yang lebih yakin diri.
Kepercayaan, kesetiaan, kejujuran, ketaatan dan keikhlasan melambangkan sifat-sifat orang Marifatullah.
Tiada ketenangan yang abadi
Hanya ia terdapat di lubuk hati
Tapi, bila ia telah di lukai
Hancur, remuk seluruh sanubari
Namun jika ada keikhlasan diri
Sudah pasti hidup di berkati.

-Fatimah Abdollah, Choa Chu Kang

Comment » | feedback

Feedback: Rosli B. Mohd Misar

October 10th, 2009 — 7:59am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Mulanya saya tak percaya ada seorang guru boleh mengajar Ilmu Marifatullah ini dengan percuma pula. Setelah mengikuti seminar ini, maka tidak keterlaluan kalau saya memuji Ustaz Hussien seorang yang dalam ilmu dan banyak pengalaman di dalam bidang ilmu ini.
Sehingga dapat membuka hati mencapai Marifatullah dengan mudah, cepat, berkesan, jelas lagi benar ajaran beliau.
Kini saya merasakan sesuatu yang baru dalam kehidupan ini. Dapat mengerti siapa itu Allah dan siapa itu makhluk. Lebih tertumpu ingatan ketika ibadah. Bertambah ibadah seperti menambah ibadah-ibadah sunnat. Mula dapat berpuasa sunnat, melakukan sembahyang-sembahyang sunat rawatib, diri lebih menjadi lembut dan jiwa lebih tenang. Yang terhebat sekali ialah merasai “Redha” atas segala-galanya. Sekian.

-Rosli B. Mohd Misar, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Normah Bt Aman

October 10th, 2009 — 7:58am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Alhamdulillah Ilmu Marifatullah memberi kesan kepada saya.
a)Dengan ingatan Allah saya dapat menjalankan ibadat sholat dengan baik dari sebelum itu.
b)Bertahajjud tidak merasa malas dan ngantuk
c)Berpuasa 5 hari dalam seminggu
d)Bersedekah walaupun sedikit
e)Membaca Al-Quran tidak kira waktu siang dan malam dengan rasa syahdu
f)Jika dapat masaalah kepada Allah ku mengadu, jiwa merasa merasa tenang dan tenteram dan juga selalu menangis ingatkan berapa banyak dosa kita dan kecilnya kita di sisi Allah

-Normah Bt Aman, Surirumah

Comment » | feedback

Feedback: Mahani Bte Abdul Latiff

October 10th, 2009 — 7:57am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-
Bismillaahir Rahmanaanir Rahim
Syukur saya pada Allah yang memberi saya Ilmu Marifatullah.
Alhamdulillah, setelah dapat ilmu ini saya dapat merasakan satu perubahan di dalam hidup saya.
Di mana matahati saya tidak lagi ‘BUTA’. Malahan saya, nampak sungguh terang dan jelas KewujudanNya, KebesaranNya dan KemuliaanNya. Dan saya benar-benar mengagumi IlmuNya dan semua ciptaanNya yang saya ketahui atau pun tidak.
Sesungguhnya, memang benarlah, ‘dari Dia kita datang kepada-Nya kita pulang’. Dan tiada apa pun yang ada pada diri hambaNya. Yang ada, semuanya adalah Hak Nya.
Ilmu ini benar-benar ‘membuka’ matahati saya yang membuat saya selalu merasa sebak di dada hingga menitis airmata dan meresap di keseluruhan anggota badan saya. Ilmu ini benar-benar menakjubkan !!! Subhan Allah !!
Saya bersyukur juga bahawa suami dan anak-anak saya juga mendapat ilmu ini. Alhamdulillah. Syukur pada Allah dan jutaan terimakasih saya kepada Ust. Hj Hussien Bin Abdul Latiff yang telah menyampaikan ilmu ini dengan sungguh berkesan sekali dan kepada IPA yang mengelolakannya. Semoga Allah memberkati usaha kamu semua di dunia dan akhirat. Amin. Dan semoga ramai lagi yang dapat mengikutinya Amin 3X. Ya Rabbal Alamin..Amin.

-Mahani Bte Abdul Latiff, Surirumah, Tampines

Comment » | feedback

Feedback: Mohammed Rosely B Anan

October 10th, 2009 — 7:54am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Bismillahir Rahmanir Rahim
Alhamdulillah, baru saya kenal erti kekata “Awaluddin Marifatullah” iaitu “Awal Agama Mengenal Allah” .
Setelah mengenal Allah lebih dekat lagi. Hati saya benar-benar tenteram dan tenang. Dan dengan ketenangan ini lah saya dapat sentiasa mengingati-Nya selalu. Dan saya dapat melakukan amal-amal ibadah saya dengan sempurna untuk-Nya.
Syukur saya pada ‘Mu Illahi’ yang selalu memberi ilmu kepada saya, dan dengan ilmu Marifatullah inilah juga yang banyak ‘Rahsia-rahsia-Nya’ terbongkar yang selalu mengusik di hati saya hingga menitiskan airmata untuk-Nya. Bila benar-benar sedar akan kebenaran-Nya. Saya bersyukur kepada Mu Ya…Allah.
Syabas!! saya ucapkan kepada Ust Hj Hussien Bin Abdul Latiff yang mana beliau berjaya membimbing saya pada satu pendekatan yang tulus, tepat dan jitu, dalam menyelongkarkan pengertian ilmu Marifatullah yang sebenar-benar nya.
Amin…Amin…Amin…Ya Robbal A’lamin.

-Mohammed Rosely B Anan, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Bohari Bin Kirom

October 10th, 2009 — 7:50am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Saya bersyukur kepada Allah Subhanahu wataallah yang telah mengurniakan Ilmu Marifatullah kepada saya dan yang merubah diri saya.
1) Menambah ketaatan saya beribadah kepada Allah.
2) Mendapat tumpuan (focus) ingatan kepada Allah sewaktu mengerjakan solat dan di luar solat.
3) Memberi kekuatan pada saya dapat mengerjakan puasa sunat 5 hari dalam masa seminggu.
4) Dapat bangun malam mengerjakan solat tahajjud dan tadarus Al-Quran.
5) Memberi ketenangan dan ketenteraman dalam hati.

-Bohari Bin Kirom, Teknisyen

Comment » | feedback

Feedback: Mohd Zaini Bin Minhat

October 10th, 2009 — 7:50am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Alhamdulillah, dengan Ilmu Marifatullah yang saya dapat pada 1994, saya dapat mengenal Allah dengan jelas dan dapat bezakan antara yang hak dan yang batil.
Syukur pada Allah dengan ilmu ini juga saya di anugerah puasa sunat dari Allah.
Dahulu saya selalu munajat pada Allah untuk tahu sama adakah ilmu ini tulin atau pun tidak. Pada Aug 1995, saya di jemput oleh Allah ke Makkah. Saya dapat ilham yang susah nak di terangkan pada umum. Pada 1997, sekali lagi di jemput menunaikan fardhu haji bersama adik dan isteri saya. Semasa itulah banyak ilham yang saya dapat dari Allah. Dari itu saya yakin dengan hakkul yakin, yang inilah ilmu yang sebenarnya. Dan saya pegang hingga hari ini.

-Mohd Zaini Bin Minhat, Teknisyen

Comment » | feedback

Feedback: Amran Bin Abdul Wahab

October 10th, 2009 — 7:45am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Tiada dapat hendak saya ringkaskan di kertas nan putih ini. Selepas mendapat ilmu ini saya lebih selesa kalau dapat duduk bermujahadah dengan Allah saja. Itu yang paling best saya alami. Dengan rahmat-Nya saya ingin sangat mengingati-Nya selalu. Tapi itu hak Dia kerana saya sudah faham bahawa saya tiada daya dan upaya. Pada pandangan (Matahati) saya tiada yang ada hanya Allah saja. Mudah-mudahan Allah izinkan saya beriman padaNya dan berada di dalam rahmatNya sentiasa. Allah Yang Satu. Amin.

-Amran Bin Abdul Wahab, Jurong West

Comment » | feedback

Feedback: Noorkhairati H Ahmad

October 10th, 2009 — 7:44am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Seminar ini memberikan penerangan yang sangat terang dan jelas tentang sifat-sifat Allah seperti Allah Maha Besar, Maha Luas, Maha Melihat dan sebagainya. Kefahaman ini memberikan makna yang mendalam bagi saya untuk memahami tanda-tanda kebesaran Ilahi. Saya berasa mendapat kunci, penyingkap tabir dan dinding untuk lebih dekat kepada-Nya. Seterusnya berasa lebih kenikmatan dan kemanisan beribadah kepada-Nya. Syukur, Alhamdulillah.

-Noorkhairati H Ahmad, Kembangan

Comment » | feedback

Feedback: Mohsin Bin Saion

October 10th, 2009 — 7:43am

Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Perubahan yang begitu ketara bagi saya ialah dapat mengenal Dzat hakikat segala ciptaan dan Dzat Yang Maha Agong. Kerana selama ini saya menganggap kesemua ciptaan itu adalah Dzat Yang Maha Agong, hingga sesetengahnya mengaku “Allah”.
Alhamdulillah, apabila datang kesedaran, barulah tahu kesemua ciptaan adalah lebih kecil daripada sebiji pasir kepada Dzat Allah, alangkah lemah dan hina diri ini.

-Mohsin Bin Saion, Ang Mo Kio

Comment » | feedback

Feedback: Mohamad Taha Hamzah

October 10th, 2009 — 3:43am



Keberkesanan Ilmu Marifatullah ini keatas diri saya :-

Alhamdulillah, setelah menghadiri seminar Marifatullah, saya amat mengharapkan petunjuk serta diredhai oleh Allah SWT dalam menjalani kehidupan seharian. Insya Allah.

-Mohamad Taha Hamzah, Tampines

Comment » | feedback

Sesudah Makrifatullah, Loh Mahfuz VII

October 5th, 2009 — 7:38pm

Setelah mencipta langit dan bumi dan di antaranya, Allah swt berfirman yang Dia duduk atas ArasyNya. Ini menekankan bahawa Loh Mahfuz sudah sempurna dan akan berjalan tanpa campur tangan Allah swt lagi. Justeru it, tidak akan ada ubahsuai lagi kepada Loh MahfuzNya. Ibarat, pemilik sebuah kilang membuat minimuan dalam tin. Setelah dia menekan butang yang menjalankan jentera yang membuat miniman dalam tin sebanyak yang dikehendakinya sehari, dia pun masuk ke pejabat dan membiarkan jentera itu berjalan sendiri. Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Allah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dalam enam fasa kemudian Dia bersemayam di atas Arasy: As Sajdah (32):4.

Engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi “Sunnatullah” dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan “Sunnatullah” itu: Faathir (35):43

Sebelum terjadinya langit, bumi dan di antaranya dalam enam fasa sudahpun terjadi Tirai Nur, Arasy, Air (di bawah Arasy), Sidratul Muntaha, Kalam dan Roh Nabi Muhammad (saw). Selain daripada itu, kesemua tindak tanduk ciptaanNya juga sudah terlakar di dalam Loh MahfuzNya. Namun begitu, Allah swt bukanlah ciptaan dan dengan itu, kita tidak boleh menempatkanNya di dalam Loh Mahfuz. Justeru itu, seseorang itu tidak boleh mengatakan bahawa matahati kita, “Tidak nampak yang wujud melainkan Allah”. Dengan lafaz ini, kita telah menempatkanNya di dalam Loh Mahfuz kerana apa jua yang kita nampak (walaupun dengan matahati) berada di dalam Loh Mahfuz. Namun begitu, Allah swt tidak terkandung di dalam Loh Mahfuz. Maka sebaiknya kita melafazkan, “Tiada yang wujud melainkan DzatNya (yang sedikit)!” kerana hakikat kesemua ciptaan ataupun Loh Mahfuz adalah DzatNya (yang sedikit).

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam gengaman-Nya. Az Zumar (39):67-68.

Maka demi Dzat Yang jiwaku berada dalam gengamannya. Terjemahan Sunan Ibnu Majah Bk.1, 62 (1992).

Dengan ini, adalah anih bagi mereka yang mengaku diri mereka itu menjadi Allah swt semasa dalam keadaan fana ataupun dalam “kemabukan”. Kerana apa yang mereka lafazkan dan juga keadaan mereka pada masa itu sudah terkandung di dalam Loh Mahfuz. Apa yang sebenarnya berlaku ialah mereka meluahkan apa yang sudah terkandung dalam Loh Mahfuz. Dengan ini, mereka tidak menjadi Allah swt malahan mereka sebenarnya adalah “Seniman” mengikut “skrip” dalam Loh Mahfuz dan dengan lafaz itu mereka sudah menempatkan diri ke Neraka. Rasulullah (saw) ada bersabda yang bermaksud:

Adakalanya seseorang mengucapkan sepatah kata yang menyebabkan ia tergelincir ke neraka jarak antara timur dan barat. Terjemahan Sahih Muslim Bk. 4, 1022 (1994).

Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Al Israa (17)43.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya. Al Israa (17)36.

Berkenaan Tirai Nur, Rasulullah (saw) ada bersabda yang yang bermaksud:

Tirai-Nya adalah Nur dan seandainya terangkat pasti keagungan Dzat-Nya akan membakar makhluk yang terpandang oleh-Nya: Terjemahan Sahih Muslim Bk.1, 228 (1994).

Malaikat Jibrail a.s. berkata bahawa ada 70 tirai Nur yang meniraikan Dzat dan sekiranya dia mendekati tirai Nur yang pertama sahaja, dia akan binasa: Al Hadis (Miskatul Masabih) Vol 4, 226 (1994).

Allah swt ada berfirman yang bermaksud:

Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahawa Allah berkata dengannya kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau mengutus utusan (malaikat): Asy Syura (42):51.

Bolehkah Tirai Nur meniraikan Allah swt yang Maha Besar? Jawapannya ialah Tirai (yang berwarna merah di dalam contoh di bawah ini) itu meniraikan kesemua ciptaan (berwarna putih di dalam contoh) daripada DzatNya. Justeru itu, kesemua ciptaan terselamat dari kebinasaan. Dengan ini, tidak secara langsung, Tirai Nur itu meniraikan DzatNya (tetapi daripada kesemua ciptaan). Contoh:

Bolehkah Arasy itu menampung Allah swt Yang Maha Besar? Jawapannya ialah Arasy itu meliputi ciptaan dan Arasy pula diliputi oleh DzatNya. Kerana ArasyNya itu diliputi oleh DzatNya maka DzatNya (yang berwarna hijau di dalam contoh dibawah ini) seolah-olah terduduk di atas Arasy (yang berwarna putih di dalam contoh). Walaupun di antara DzatNya dengan Arasy ada Tirai Nur (yang berwarna merah di dalam contoh) namun ini tidak dapat menafikan bahawa DzatNya seolah-olah terduduk atas ArasyNya. Tirai Nur itu ibarat kusyen atas kerusi; kita tidak mengatakan kita duduk atas kusyen tetapi kita duduk atas kerusi. Begitu juga Allah swt, Dia tidak berfirman Dia duduk di atas Tirai Nur di atas ArasyNya tetapi Dia berfirman yang Dia duduk di atas ArasyNya.

Benarkah Arasy Allah swt ada di atas air. Allah swt berfirman yang bermaksud:

Dan Dialah yang menjadikan langit dan bumi dalam enam masa, sedang ArasyNya berada di atas air. Hud (11):7.

Mengikut saintis sebelum terjadinya ciptaan, di Angkasa Lepas dipenuhi dengan wap air. Vincent Kotwicki Dr., Journal of Hydrological Sciences (1991)

Nabi Muhammad (saw) ada bersabda yang bermaksud:

Di atas langit ketujuh ada lautan yang besarnya seperti jarak langit dan bumi. Mustafa Asyur (Cairo), Rahsia Alam Malaikat 115 (?)

Berkenaan Sidratul Muntaha dan Pena, Nabi Muhammad (saw), Allah ada berfirman yang bermaksud:

Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi, Di sisi “Sidratul-Muntaha” yang di sisinya terletak Syurga “Jannatul-Makwa”. An Najm (53):13-14.

Nabi Muhammad (saw) ada bersabda yang bermaksud:

Selepas (Langit ketujuh) aku dibawah naik ke Sidratul Muntaha Sahih Al Bukhari Vol.5, 147 (1984).

Selepas itu Jibril naik bersama ku ke satu tempat di mana aku terdengar bunyi Pena. Sahih Al Bukhari Vol.1, 213 (1984).

Selepas itu Jibril naik bersamaku sehingga aku ternampak Al Mustawa. Di situ aku terdengar bunyi Pena. Sahih Muslim Bk.1, 213 (1994).

3 comments » | gnosticism

The Broader Picture of the Dzatiyah Concept IV

October 5th, 2009 — 12:00am

In relation to accountability, it is us who are answerable to God as His Trustee and not vice versa.

He cannot be questioned for His acts, but they will be questioned (for theirs).[129]


For every act of hearing, or of seeing, or of (feeling in) the heart will be enquired into (on the Day of Reckoning).[130]


“Did ye then think that We had created you in jest, and that ye would not be brought back to Us (for account)?”[131]


Prophet Jesus had said to the effect:

All things created belong to the Creator, in such wise that nothing can lay claim to anything. Thus soul, sense, flesh, time, goods and honour, all are God’s possession so that if a man receives them not as God willeth he becometh a robber. And in like manner, if he spends them contrary to that which God willeth, he is likewise a robber. [132]


Whoso committeth sin, be he of what fashion he will, is a robber; for he stealeth time and the soul and his own life, which ought to serve God, and giveth it to Satan, the enemy of God. [133]


I tell thee, then, that God our Creator in His working conformeth not Himself to us, wherefore it is not lawful for the creature to seek his own way and convenience but rather the Honour of God his Creator  in order that the creature may depend on the Creator and not the Creator on the creature. [134]


Verily, verily I say unto you, every time that your body receiveth breath your heart ought to say, “God be thanked!” [135]


Such being the case, whatsoever events happened unto us, we must never be grumpy but to admit that everything belong to God and He can do anything to His own.

Who say, when afflicted with calamity: “To Allah we belong, and to Him is our return” They are those on whom (descend) blessings from their Lord, and Mercy, and they are the ones that receive guidance. [136]


As everything belongs to God therefore as Trustee we are only to do thing in accordance with God’s wills.

Nor say of anything, “I shall be sure to do so and so tomorrow”, Without adding, “If Allah wills!” and call thy Lord to mind when thou forgettest, and say, “I hope that my Lord will guide me ever closer (even) than this to the right road.” [137]


I say, therefore, unto you that as God liveth in whose presence my soul standeth when you take time saying, “Tomorrow I will do thus, I will say such a thing, I will go to such a place,” and not saying, “If God’s will,” you are robbers.


Failure to do as God’s wills will surely bring about calamity to the doer as it tantamount to breach of trust.


Verily We have tried them as We tried the People of the Garden, when they resolved to gather the fruits of the (garden) in the morning, But made no reservation, (“If Allah wills”). Then there came on the (garden) a visitation from thy Lord, (which swept away) all around, while they were asleep. So the (garden) became, by the morning, like a dark and desolate spot, (whose fruit had been gathered). [138]

Thus as His Trustee our main fiduciary duty is to implement what God wants us to do and not otherwise. It will also be unbecoming of us to attempt or even thinking of varying His Divine Plan.

There is none that can alter the Words (and Decrees) of Allah.[139]


Let the trustee (faithfully) discharge his trust, and let him fear his Lord.[140]


The Messenger believeth in what hath been revealed to him from his Lord, as do the men of faith. [141]


And they say: “We hear, and we obey”. [142]


Ye are the best of Peoples, evolved for mankind, enjoining what is right, forbidding what is wrong, and believing in Allah.[143]


As His Vicegerent cum Trustee, our main duty is to bring back to fold the Jinn and Mankind and to make them worship only one God and that is Allah.

I have only created Jinns and men to worship Me. [144]


We sent not a Messenger except (to teach) in the language of his (own) people, in order to make (things) clear to them.[145]


Not a messenger did We send before thee without this inspiration sent by Us to him: that there is no god but I; therefore worship and serve Me.[146]


Seeing that God is one, the truth is one; whence it followeth that the doctrine is one and the meaning of the doctrine is one; and therefore faith is one.[147]


It is He Who hath sent His Messenger with Guidance and the Religion of Truth, to proclaim it over all religion.[148]


Allah has promised, to those among you who believe and work righteous deeds, that He will, of a surety, make them vicegerents with power, as He granted it to those before them; that He will establish in authority their religion, the one which He has chosen for them; and that He will change (their state), after the fear in which they (lived), to one of security and peace: `They will worship Me (alone) and not associate aught with Me.’ If any do reject Faith after this, they are rebellious and wicked.[149]


It is He Who hath made you (His) vicegerents, inheritors of the earth: He hath raised you in ranks, some above others.[150]


Being His Vicegerent, God had caused to subdue for us all His other creations.


It is He Who hath created for you all things that are on earth. [151]


And He has subjected to you, as from Him, all that is in the heavens and on earth: behold, in that are Signs indeed for those who reflect. [152]


(We) conferred on them (mankind) special favours, above a great part of Our Creation.[153]


But look at what Satans had said with regard to God’s decision to appoint us as His Vicegerent:

(Allah) said: “What prevented thee from bowing down when I commanded thee?” He (Iblis) said: “I am better than he: Thou didst create me from fire, and him from clay.”[154]


They said: “Wilt Thou place therein one who will make mischief therein and shed blood? Whilst we do celebrate Thy praise and glorify Thy holy (name)?”[155]


“Then will I assault them from before them and behind them, from their right and their left: nor wilt Thou find, in most of them, gratitude.” [156]


(Iblis) said: “O my Lord! because Thou hast put me in the wrong, I will make (wrong) fair-seeming to them on the earth, and I will lead them all astray.”[157]


He was one of the Jinns, and he broke the Command of his Lord.[158]


Clearly Iblis (Lucifer) and his cronies (jinns [genies] and Satans) who were created from fires not only refused to obey God’s command but insinuated that God had made the wrong command and as such He is not the All-Wisest. In addition, to prove that that they were correct, they told God that they would lead the whole mankind astray and be ungrateful to God. To this audacity of Iblis and his cronies, all praises be to God for His Unfathomable Patience, God commanded:

“I know what ye know not.” [159]


By rebelling against God, Iblis and his cronies are faithless such being the case, they were banished from Paradise.


And behold, We said to the angels: “Bow down to Adam:” and they bowed down: not so Iblis: he refused and was haughty: he was of those who reject Faith.[160]

(Allah) said: “Get thee down from this: it is not for thee to be arrogant here: get out, for thou art of the meanest (of creatures).”[161]


(Allah) said: “Then get thee out from here: for thou art rejected, accursed. [162]


But where did the evil ones go after the banishment? They went all over the places which could sustain them and these are the earth and earth-likes planets (which contain oxygen) as they are made from fires. To date scientists have discovered more than 250 earth-likes planets and they are still counting. Many of the evil ones are up there living a lawless life without any apparent leader (since they rejected us as Vicegerent of God) and all the time spying on heaven as well as endeavouring to lead mankind astray.


And among His Signs is the creation of the heavens and the earth, and the living creatures that He has scattered through them.[163]


It is We Who have set out the Zodiacal Signs in the heavens, and made them fair-seeming to (all) beholders; And (moreover) We have guarded them from every evil spirit accursed: But any that gains a hearing by stealth, is pursued by a flaming fire, bright (to see).[164]


And We have, (from of old), adorned the lowest heaven with Lamps, and We have made such (Lamps) (as) missiles to drive away the Evil Ones.[165]


`And we pried into the secrets of heaven; but we found it filled with stern guards and flaming fires. ‘We used, indeed, to sit there in (hidden) stations, to (steal) a hearing; but any who listens now will find a flaming fire watching him in ambush.[166]


Now with the above as the backdrop, we shall now endeavour to examine the bigger picture of the Divine Plan.

1.              God created jinn (Including Iblis and Satans) and mankind primarily to worship Him.

I have only created Jinns and men to worship Me. [167]

2.              Mankind has been accepted by God to be His Vicegerent over all His creations including Iblis, Satans and the Angels.

Behold! We said to the angels, “Bow down to Adam”: they bowed down except Iblis.[168]

3.              Rebellion of Iblis and his cronies.

“Nor wilt Thou find, in most of them, gratitude.” [169]

I will lead them all astray.”[170]


4.              God being All-Wisest had foreseen the rebellion (of Iblis and his cronies) and had prepared to handle it His way.

Had it not been for a Word that went forth before from thy Lord, (tending) to a Term appointed, the matter would have been settled between them. [171]


Respite will I grant unto them: for My scheme is strong (and unfailing). [172]


For Allah carries out all that He wills. [173]


Allah said: “Did I not tell you that I know the secrets of heavens and earth, and I know what ye reveal and what ye conceal?”[174]

5.              He created the soul of His Messenger 60000 years before He created His other creations (within the 6 phases) including Iblis and his cronies.


God had created the soul of His Messenger 60000 years before He created other creations. [175]


He it is who created the heavens and the earth in six phases.[176]

6.              The name of His Messenger is Muhammad. He is His last Messenger and he is sent to all His creations bearing His mercy.

We sent thee not, but as a mercy for all creatures. [177]


We have not sent thee but as a universal (Messenger) to men, giving them glad tidings, and warning them (against sin), but most men understand not.[178]


The name of the Messiah is admirable for God himself gave him the name when He created his soul and placed it in a celestial splendour. God said, “Wait Mohammed, for thy sake I will create paradise, the world, and a great multitude of creatures whereof I make thee a present insomuch that whoso shall bless thee shall be blessed, and whoso shall curse shall be accursed. When I send thee into the world I shall send thee as my messengers of salvation and thy word shall be true insomuch that heaven and earth shall fail but thy faith shall never fail. Mohammed is his blessed name. [179]


Muhammad is not the father of any of your men, but (he is) the Messenger of Allah, and the Seal of the Prophets. [180]


Continue reading »

Comment » | gnosticism

Back to top