SEKIAN LAMA AKU MENCARI

Published on November 19th, 2009 — 3:01am

Poem of Mr. Suratman Markasan – A Guest of Amran dan Hussien

 

 

1

 

Ketika kekasihku ketika isteriku Kau jemput pulang
aku terjaga dari tidurku yang lena
dedaun di pohon hatiku gugur sama
mataku sendu tidak mengalirkan titisan kristal
sahabat taulan pulang lumrah
keluarga datang keluarga pergi meninggalkan doa
saban pagi aku mengusap tanah di atas pusaranya

 

tiap yang dicipta-Nya akan diambil kembali anugerah pemberian-Nya
roh akan terbang keluar dari dahi jasad
nyawa masih tinggal beberapa saat di belakang
kemudian terkatup rapatlah pelita itu tiada cahaya lagi
sepekan berlalu di satu solat subuh sepi
ketika aku berdialog redo dengan-Nya disusuli titisan kristal
selesai sudah solatku tiba-tiba ada tepukan di bahu kananku

 

diikuti suara roh kekasihku isteriku
terdengar mesra tiga kali berturut ‘bacalah al-Quran’
ketika aku menoleh ke belakang gementar takut
satu lembaga putih perlahan hilang di siling putih
sejak itu aku menguliti kitab mencari erti diri
mencari erti hidup dan mati
di perjalanan bulan dan mentari

 

 

 

2

 

aku merangkak di bawah pohon hari
aku berjalan berlari di atas daun hari yang gugur
aku berlapar saban hari tak tentu diri
aku terbang di atas pohonan hari
aku bertemu ayat-Nya setiap hari di sepi diri
ke mana saja kau mengadap di situlah wajah Allah1)
aku terima tanpa bertanya diri
tapi pencarian terus berlegar di dalam hati

 

aku mencari terus mencari
dari orang yang banyak tahu ilmu agama pasti
lembar demi lembar hayatku berlalu pergi
makan pakaiku tak terurus lagi
aku bertemu ayat-Nya yang berbunyi
‘tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan diketahui-Nya 2)
aku hafal aku yakin itu firman-Nya
tapi belum dapat aku mencantumkan inti-pati-Nya

 

aku bertemu guru yang menyebut
kenalilah dirimu barulah engkau mengenali-Nya nanti
berzikirlah terus-menerus
Astagfirullah sekuat nafsumu
lalu beri selawat kepada junjunganmu Muhammad
jangan putus-putus
dan sebutan Allah jangan lepas dari bibirmu
inilah bai’atku kepadamu!

 

selepas itu putuslah hubunganku dengan guruku
aku teruskan pesan amanah guruku
letih-latahlah aku dengan zikirku
tapi mata-hatiku terus mencari dan mencari
lalu aku bertemu potongan ayat al-Quran yang menarik ini
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya,
dan sesunggunghnya merugilah orang yang mengotorinya 3)
tapi aku belum dapat menghubungkan semua ayat-ayat itu

 

 

 

4

 

aku terus membaca meneliti
dalam perjalanan hari-hari yang kian sempit ini
akhirnya datanglah seorang perempuan bernama isteri
dia memimpin hati yang gelisah-mancari
ke satu majlis taklim orang-orang sufi
dan aku bertemu guru yang memberi khabar peri
bahawa segala sesuatu
yang ada di bumi dan di langit adalah ciptaan-Nya pasti
dan setiap yang dicipta-Nya itu terjadi daripada
sebahagian dzat-Nya yang sangat seni
dan berita baru itu dan ayat-ayat-Nya yang tersimpan di dalam diri
sekelip mata memancarkan cahaya kewujudan-Nya pasti

 

turunlah cahaya itu menerangi mata-hatiku kini
betapa selama ini yang kucari telah wujud di dalam diri
sifat dzat-Nya itulah yang menjadi tali penghubung
ayat demi ayat-Nya pasti
‘di mana kau palingkan wajahmu di situlah Wajah Allah
kerana dzat-Nya tersemat di dalam tiap ciptaan-Nya
maka jelas-teranglah jalan sehala
‘tidak sehelai daunpun yang gugur melainkan diketahui-Nya!..
 

 

setelah mengenal ilmu yang kucari
ketakutanku sentiasa menyelimuti fikirku kini
kerana setiap langkah dan sebutan kata
tak bisa lagi dibohongi tak bisa lagi dihindari
bukan saja dzat-Nya menjelma di mana-mana
tapi telah wujud ketika roh ditiup mesra
di dalam jasadku ketika 120 hari umur embrio-ku ini 4)
Ya Allah Ya Bari’u Yang Maha Penata
Ya Allah Ya Alim Yang Maha Bijaksana
ampunilah hamba-Mu yang selama ini buta-hatinya!
Bersyukurlah aku menemui guru panduku ini!

 

 

 

5

 

‘Jadikan hatimu bagai bekas yang bolong
dengan itu segala kotoran akan bolos hilang
yang tinggal hanyalah Allah dan Allah semata!…’ 5)
kudengar bisikan ibarat Syeikh Abdul Kadair Al Jilani
ditambah pula dengan ayat-Nya begini
“Allah itulah yang memberi ketenteraman
di dalam hati orang-orang beriman…” 6)
seketika itu hati kecil ini menjadi mantap kembali

 

Setelah itu jiwa ini menjadi mudah cengeng
setiap menjelang subuh ketika aku berkhlwat dengan-Nya pasti
gementarlah tubuh hina ini bergoncang tiba-tiba
ketika kata wa kina azaban nar mula meniti di bibir
mulailah suaraku bergetar dan tergenang kristal di kelopak mata
kemudian aku melihat cahaya datang cahaya hilang
silih-berganti di dalam relung-lurah pandangku
‘Teruskan mengingati-Nya
wajahmu telah mula terang bercahaya…’
begitu sebut tingkah guru panduku pula

 

sampai di sini sahajakah titik pencarianku?…
Fikirku bertanya di dalam diri
‘Apabila rohmu telah suci bersih
rahasia daripada segala yang rahasia
gaib daripada segala yang gaib
akan terbuka menerangi hujung pandangmu
dan ketika itulah engkau
mengenal antara musuh dengan sahabat
mengetahui antara hak dengan batil
memilih antara tauhid dengan syirik…’ 7)
bisik Syeikh Abdul Kadir Jilani lagi.

 

 

lalu teringatlah aku akan ayat-Nya
‘… sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya…’
natijah dari semua petunjuk firman-Nya
dan bisikan suara-suara sufi Syeikh Abdul Kadir Al Jelani
bimbing-pandu daripada guruku yang mulia
nasihat perempuan bernama isteri yang sabar
campur ocehan anak yang sering kritis bertanya
menjadi aku sabar menunggu menjadi aku redo menanti!
Cuma aku tidak tahu apakah aku akan menemuinya nanti?
Dan kini aku benar-benar merasa begitu kerdil di sisi-Mu
Ya Allah! Ya Raab!
Aku menyerah total ke hadirat-Mu Ya Allah! Ya Raab!
Pandulah kami ke landasan kebenaran hakiki-Mu
Lindungilah kami dari jampi-serapah syaitan-iblis laknat!
Suara hatiku berbisik rinci!

 

Woodlands Avenue 1
29 Ramadhan 1430
19 September 2009

 

 

 

1) Sebahagian Surah Al Baqarah: 2:115
2) Sebahagian Surah Al An’aam: 6:59
3) Sebahagian Surah Asy Syams: 91:9-10
4) Quran Saintifik, Oleh Dr Danail Zainal Abidin: Hal.146
5) Ilmu Makrifatullah: Hj Hussien bin Abdul Latiff: Hal.19
6) Sebahagian Surah Al Fat-h:48:4
7) Ilmu Makrifatullah: Hj Hussien bin Abdul Lataiff. Hal.19
 

Written by: | Category: poetry | no comments yet | Leave a comment

Back to top


Leave a Reply



Back to top